
Kairo keluar dari ruangan dengan tergesa-gesa, namun melihat Stella yang akan masuk ke dalam Lip, ia mengejar Stella dengan setengah berlari. Namun Lip itu sudah lebih dulu tertutup dan membuat ia terpaksa harus menunggu beberapa menit untuk pintu Lip kembali terbuka.
Setelah terbuka. Kairo segera masuk dan menyusul Stella sesegera mungkin. Dia takut, disaat Istrinya itu ingin membeli sesuatu, dia tidak bisa membayarnya. Jadi Kairo putuskan untuk pergi menyusul.
Setelah keluar dari pintu Lip. Kairo bergegas keluar, namun sang istri sama sekali tidak terlihat. Dia pun memutuskan untuk menuju parkiran. Dan sama,,. Tidak ada Stella disana. Langkahnya yang awalnya berlari pun, kini perlahan menjadi pelan dengan wajah yang celingak-celinguk mencari sosok Stella.
"Dimana dia? Cepat sekali perginya?" Gumam Kairo heran yang terus mengedarkan pandangannya mencari sosok Stella.
Rasa khawatir terus menguasai dirinya, Kairo pun mengambil benda pipih kesayangannya itu di dalam saku celananya. Lalu mencari nomor telepon istrinya dan menelponnya.
"Maaf, nomor yang anda tuju sedang sibuk" Begitulah suara yang terdengar dari balik handphone Kairo.
Berulangkali Kairo mencoba menghubungi, namun jawaban yang sama tetap ia terima tanpa bisa menghubungi nomor sang istri.
"Disaat seperti ini, Kenapa tidak bisa dihubungi" gerutu Kairo kesal.
Lama berpikir, Karena pekerjaan yang masih banyak, ia pun kembali masuk ke kantornya.
Di dalam, Hans melihat kegundahan sang tuan. Ia pun dengan ragu langsung bertanya, "Apa ada masalah tuan?" Tanya Hans.
Kairo yang berjalan masuk dengan wajah yang kalut pun segera menoleh setelah mendengar suara Hans.
"Tidak ada Hans. Aku hanya mengkhawatirkan istriku. Dia pergi katanya ingin keluar dan mencari makan, tapi dompetnya ketinggalan. Aku takut dia tidak bisa membayar jika ingin membeli sesuatu" Jawab Kairo.
"Apakah Nona Stella pergi dengan mobil milik tuan?" Tanya Hans lagi.
"Sepertinya iya. Aku tidak melihat mobilku di depan tadi" Jawab Kairo setelah sejenak berpikir.
__ADS_1
"Tuan! Mobil anda memiliki GPS. Kenapa tidak pergi dan menyusul saja dengan mobil kantor. Saya akan membantu tuan untuk mencari keberadaan Nona Stella." Saran Hans.
"Benar juga. Kenapa aku tidak kepikiran sejak tadi. Ya udah, kamu lacak saja dulu keberadaan Istriku. Jika sudah ketemu, segera hubungi aku."
"Baik tuan" jawab Hans dengan menunduk memberi hormat.
Kairo pun pergi setelahnya. Ia pergi ke ruangan kerjanya. Karena memang masih ada berkas yang harus dia cek.
Sementara di tempat lain. Stella sudah berada di sebuah taman. Dimana dia sudah membuat janji akan bertemu disana bersama sahabatnya Toni.
Sebenarnya, bukannya tidak ingin jujur kepada Kairo. Namun Stella tidak ingin jika nantinya dia tidak bisa bertemu lagi bersama Toni. Karena ia tau, bahwa Kairo merupakan seseorang yang begitu posesif jika itu menyangkut seorang laki-laki yang dekat dengannya.
"Toni kok Lama banget datangnya?" Gumam Stella khawatir. Karena tidak biasanya Toni akan terlambat jika menemui dirinya seperti ini. Matanya terus melihat di sekitar, berharap Toni sudah muncul. Namun nyatanya sosok itu belum juga datang.
Sementara itu. Kairo dan Hans kini sudah berada di dalam mobil. Mereka sudah akan menuju tempat dimana Stella berada. Karena Hans sudah menemukan keberadaan Stella saat ini.
Selain untuk memberikan Dompet milik Stella, Kairo juga berniat akan menemani istrinya itu jalan-jalan sebagai pengobat rasa bosan.
"Sepertinya tuan sedang merencanakan sesuatu untuk Nona Stella. Aku juga ikut bahagia jika melihat tuan Kairo seperti ini" batin Hans senang.
Tanpa menunggu lama, Hans pun mulai menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya sesuai perintah dari tuannya itu.
Tidak lama setelah di perjalanan. Hans sedikit melaju perlahan setelah sampai di taman dekat restoran berbintang yang biasa Kairo datangi.
Hans melihat mobil yang Stella tumpangi tadi ada di sekitar taman. Dia pun menyusul kesana, dan supir pun masih menunggu Stella disana.
Setelah Hans memarkirkan mobilnya. Kairo pun keluar setelah di bukakan pintu oleh Hans. Supir pribadinya pun juga ikut keluar dari mobil setelah melihat Kairo. Dia yang awalnya menunggu di dalam mobil, kini juga ikut keluar dan menyapa Kairo dengan menunduk hormat.
__ADS_1
"Tuan!" Supir itu pun menunduk hormat.
"Dimana istriku?" Tanya Kairo segera.
"Ada di taman tuan" Jawab Supirnya.
Tanpa menjawab lagi, Kairo pun bergegas kesana dengan senyuman manisnya. Sementara Hans hanya menunggu di mobil bersama supir pribadi tuannya itu. Dia berpikir untuk membiarkan tuannya itu melewati masa-masa kasmaran nya bersama Stella.
Kairo pun terus mencari dan melihat dari beberapa orang yang ada disana. Sampai pada akhirnya dia melihat sosok sang istri dan dia pun mempercepat langkahnya dengan tersenyum sumringah.
Namun belum sampai langkahnya semakin mendekat kepada Stella, langkahnya tiba-tiba berhenti.
Seorang pria tiba-tiba datang dari arah lain dan langsung memeluk tubuh istrinya itu dengan sangat mesra.
"Aku sangat merindukan mu Stella. Sudah lama sekali kita tidak bertemu"
Kairo semakin syok setelah mendengar kata-kata itu keluar dari mulut pria itu. Tubuhnya seakan lemah dan meluruh. Kakinya berpijak namun sudah terasa kelu dan tidak berdaya. Dunianya juga terasa hancur berkeping-keping.
"Apa Stella berselingkuh?" Gumamnya dengan rahang yang sudah mengeras dengan mata yang kini sudah memerah dan penuh amarah.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.
jangan lupa dukungannya dengan like dan komen ya ☺️