
Bab 38 Rencana Kerjasama
"Bagaimana? Apa kau setuju untuk melakukan kerjasama?"
"Jangan bilang kalau kau rela melihat Stella menderita bersama Kairo? Dan perlu kamu ingat! Kairo yang telah membuat Stella celaka" Lanjut Bella lagi.
Toni masih diam. Dia berpikir dengan keras. Matanya seakan tidak rela bila wanita yang dia cintai itu akan tersakiti.
Dulu dia akan membiarkan Stella memilih jalannya sendiri, dan membiarkan dia bersama Kairo karena Stella mencintai Kairo. Tetapi setelah mengetahui bahwa Kairo telah menyakiti wanitanya itu, terbesit ingin merebut kembali Wanitanya itu karena dia tidak rela kalau sampai Stella menderita.
"Bagaimana Toni? Dengan kerja sama ini, kau akan mendapatkan Stella seutuhnya, dan aku akan mendapatkan Kairo tanpa ada Stella" ujar Stella lagi menawarkan.
Kali ini Toni mengangkat wajahnya dan menatap Bella, "Apa yang ingin kau lakukan? Aku tidak bisa membawa Stella kalau dia sendiri tidak mau ikut denganku" Jawab Toni jujur. Karena dirinya lebih mementingkan kebahagiaan Stella dibandingkan dengan dirinya.
"Kau hanya perlu mempengaruhi pikiran Stella untuk membenci Kairo. Apalagi aku dengar dia keguguran sekarang. Anaknya meninggal dunia, Stella pasti butuh seseorang untuk menghiburnya. Dan setelah dia membenci Kairo. Aku yakin, Kairo tidak akan berdaya lagi karena penyebab kematian anaknya itu adalah dia" ujar Bella dengan seringai liciknya.
"Dengan begitu, kau akan mendapatkan Stella seutuhnya. Aku yakin kau pasti mencintainya bukan? Jangan terkejut, aku tau semuanya! Hanya Stella yang tidak bisa melihat cintamu bukan? Haha"
Toni kembali diam berpikir, lalu kemudian kembali menatap Bella, "Baiklah! Aku setuju! Aku mengikuti rencana mu" Jawab Toni.
"Oke. Senang bekerjasama dengan mu Pak Toni" Bella menjabat tangan Toni sebagai bentuk kalau mereka berdua sepakat melakukan kerjasama.
__ADS_1
Sementara di tempat lain. Kairo selalu mendampingi Stella. Tanpa rasa lelah, dia selalu berada di samping Stella yang masih pulas tertidur.
Ya. Dia benar-benar merasa bersalah karena masalah ini. Apalagi sekarang istrinya sudah tau kalau anak mereka sudah meninggal. Dan hal itu membuat Kairo serba salah, harus seperti apa ia menjelaskan kepada Stella nantinya.
Stella pasti akan kembali syok karena ulahnya itu.
"Sayang! Maafkan aku. Aku tidak tau akan seperti ini. Aku sangat menyesal!" Ujar Kairo menangis di samping ranjang istrinya.
Tangannya mengepal kuat di tangan mulus istrinya. Seakan enggan untuk melepaskannya walau hanya sekejap. Dia ingin menebus dosanya, tapi apakah Stella akan memaafkannya begitu saja?
"Nak! Beristirahatlah! Biar mama yang akan menjaga Stella. Kamu sudah menjaganya sejak kemarin dan tidak tidur. Nanti kamu sakit!" Ucap Mama Shopia yang juga ada disana menemani anaknya Kairo menjaga Stella. Karena dari yang ia dengar dari Kairo, bahwa Stella sangat syok ketika terbangun. Dan hal itu membuatnya khawatir, dan berniat datang kerumah sakit menemani Kairo.
Mama Shopia hanya menghela nafas panjang, "Baiklah. Kalau begitu mama pulang ya! Besok mama kesini lagi mengantar makanan untukmu"
Kairo hanya mengangguk mengiyakan, lalu kembali menatap wajah istrinya yang terlelap. Bahkan genggaman tangannya samasekali tidak ia lepaskan dari tangan Stella.
Lagi-lagi mama Shopia menggelengkan kepalanya, sebenarnya dia sangat kasihan melihat anaknya. Namun tidak bisa berbuat banyak. Dengan langkah ragu, dia pun melangkah pergi meninggalkan Kairo.
Sementara waktu memang Kairo tidak masuk bekerja sejak kejadian naas istrinya. Semua masalah perusahaan dia serahkan kepada Sekertarisnya dan ayahnya yang kini kembali masuk bekerja setelah sekian lama mengambil cuti bekerja.
Kairo hanya ingin fokus kepada Stella tanpa memikirkan masalah pekerjaan.
__ADS_1
Setelah sesaat kepergian mama Shopia dari sana. Seorang perawat datang memeriksa, Kairo hanya bisa berdiri sembari menatap seorang suster yang mengganti air infus yang sudah akan habis. Serta memberi obat ke dalam infus tersebut.
"Tuan! Anda di panggil ke ruang Dokter" Ujar Suster.
Kairo pun hanya mengangguk, "Baiklah. Aku akan menyusul kesana!" Jawab Kairo mengiyakan.
Kairo sedikit menunduk, "Sayang! Aku akan pergi menemui Dokter. Aku tinggal sebentar ya!"
Cup!
Setelah sesaat kepergian perawat. Kairo pun pergi keluar menuju ruangan Dokter yang sedikit jauh dari ruangan rawat Stella.
.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️
__ADS_1