
Malam itu, Semua orang begitu panik. Terlebih lagi kedua orang tua Kairo yang sangat khawatir akan keadaan Bella, menantunya. Tidak ada yang mengetahui kenapa wanita itu jatuh pingsan dan kesakitan seperti tadi. Wajah khawatir tergurat jelas di raut wajah masing-masing.
Stella yang juga ikut ke sana merasa heran. Tidak mungkin jika Bella menyakiti dirinya sendiri bukan? Jika Hanya demi untuk menarik semua perhatian keluarga Kairo, rasanya itu tidak akan pernah terjadi. Stella merasa curiga, pasti ada sesuatu yang salah telah terjadi.
Semua orang terlihat masih di dalam kekalutan. Semuanya begitu tegang, dan mereka dengan setia menunggu di depan ruangan UGD rumah sakit.
Tidak lama, seorang Dokter keluar. Dan hal itu pun langsung mengalihkan pandangan semua orang.
Mereka yang duduk di kursi rumah sakit, segera berdiri dan menghadap Dokter dengan wajah cemas.
"Dok gimana keadaan istri saya?" Tanya Kairo segera.
Stella merasa sakit ketika mendengar kata istri dari mulut Kairo, suaminya. Walaupun Bella adalah istri Kairo juga, namun rasa cemburu kerapkali menguasai dirinya.
"Maaf Tuan. Istri anda mengalami keguguran. Janinnya baru menginjak 2 bulan, kami tidak bisa menyelamatkan kandungnya. Kami juga terpaksa mengangkat rahimnya, jika tidak, nyawa Nona Bella yang akan menjadi taruhannya" Jelas Dokter.
Semua orang kaget mendengar kehamilan Bella. Terlebih lagi Kairo. Dia begitu syok kala mendengar kehamilan itu.
Sementara Stella, menatap kecewa kepada suaminya itu. Lagi-lagi suaminya berbohong kepadanya. Kairo bilang waktu itu, bahwa dirinya tidak pernah menyentuh Bella. Namun nyatanya dari mana Bella bisa hamil?
Namun pada kenyataannya, Stella sudah mengetahui malam panjang suaminya dan Bella di hari kematian ibunya waktu itu. Bella sengaja mengirim foto dan video kemesraannya di atas ranjang kepada Stella yang sedang berduka, sungguh hal itu membuat Stella sangat marah jika mengingatnya kembali. Apalagi memikirkan suaminya yang terus berbohong, mengira dirinya tidak tau apa-apa. Membuat Stella semakin marah dan membenci Kairo.
Sementara itu, Bella masih belum sadarkan diri. Karena pengaruh obat, dia masih terlelap di atas brankar rumah sakit.
"Stell,,,,aaa-ku" Kairo bicara tergagap.
Sementara Stella hanya menatap Kairo dengan begitu dingin, "Jangan jelaskan lagi Mas!" Ucap Stella dengan tatapan penuh kekecewaan.
__ADS_1
"Maaf Tuan Kairo. Silahkan tanda tangani surat ini! Dan segera lengkapi administrasi pasien. Karena pasien akan di pindahkan dari ruangan operasi menuju ruang inap" Suara seorang perawat yang datang, menghentikan niat Kairo yang mencoba untuk menjelaskan semuanya kepada Stella.
Kairo benar-benar tidak menyangka jika Bella bisa hamil karena malam panjang waktu itu di hotel. Dia pikir, jika hanya sekali melakukan, tidak akan membuat seseorang bisa hamil. Ternyata dugaannya itu salah, Walaupun hanya sekali berhubungan badan, ternyata bisa membuat seseorang bisa hamil. Tanpa memikirkan hal lain lagi, Kairo pun segera menandatangani surat yang perawat itu berikan. Lalu setelah itu dia pergi ke ruang administrasi di depan untuk melunasi pembayaran dan melengkapi data-data Bella.
Di tengah dirinya sedang berdiri di depan meja administrasi. Tiba-tiba, sesuatu yang keras menghantam wajahnya. Dia terhuyung dan jatuh oleh pukulan seseorang. Sudut bibirnya langsung mengeluarkan cairan merah pekat.
Bruakkkkkk! Akhhhhrg
"Kau apakan anak ku sampai masuk kerumah sakit?" Pekik Pak Gibran dengan wajah yang merah padam.
Kairo menoleh, dengan sedikit mengelap bibirnya yang berdarah. Lalu bangun dan berdiri disana.
"Apa maksud anda Pak Gibran?" Tanya Kairo.
"Aku sudah diam setelah mendengar bahwa kau telah menduakan anakku. Tapi aku tidak terima jika anakku sampai masuk rumah sakit seperti ini" Pekik Pak Gibran lagi.
Kairo terdiam, dia tidak tau harus menjelaskan seperti apa kepada papa mertuanya itu. Terlebih lagi, mertuanya itu adalah teman baik papanya sendiri.
"Dasar baj\*ngan! Jika terjadi sesuatu kepada anakku, terima saja akibatnya nanti" Ujar Pak Gibran geram yang kini sudah berjalan pergi menuju ruangan UGD.
Sebelum kedatangan Pak Gibran. Bu Shopia lah yang telah menelpon dan memberitahukan keadaan Bella saat ini kepada Pak Gibran sebagai selaku ayah dari Bella. Walau bagaimana pun, ayahnya harus mengetahui keadaan Bella saat ini.
Sementara itu, Kairo masih mematung di tempatnya. Dia benar-benar pusing saat ini. Semuanya begitu kacau. Memikirkan Stella yang marah kepadanya, Bella yang sakit dan juga mertuanya yang juga sangat marah kepada dirinya.
Sementara itu. Tepatnya di rumah utama keluarga Adijaya. Seorang pelayan nampak begitu panik. Dia adalah Inem. Wanita yang di tugaskan Bella untuk mengantar makanan untuk Stella. Awalnya Bella sudah mengatakan bahwa makanan itu sudah tercampur dengan sebuah obat yang bisa membuat seseorang mati. Bella juga sudah memperingatkan bahwa jangan sampai tertukar. Tidak disangka, bahwa pelayan itu memberikan makanan itu kepada Bella, bukannya kepada Stella. Dengan wajah yang panik, dia bergegas pergi dengan membawa barang-barang miliknya melalui jalan belakang rumah. Dia tidak ingin jika harus masuk penjara karena masalah ini. Dan kabur dari sana adalah jalan terbaik baginya.
Di tempat lain. Bella sudah sadarkan diri. Dia menangis mendengar cerita dari mertuanya bahwa dia sudah keguguran dan rahimnya di angkat oleh Dokter. Karena hal ini, Bu Shopia memarahi Bella, karena tidak menjaga bayinya dengan baik, "Kamu itu perempuan macam apa Bella. Masak menjaga bayi aja gak bisa sih? Nah sekarang malah gak bisa punya bayi lagi karena rahimmu sudah di angkat oleh Dokter. Kalau seperti ini, hanya bayi yang ada di rahim Stella lah yang akan menjadi penerus keluarga Kairo" Ucap Bu Shopia tanpa perasaan.
__ADS_1
Pak Gibran yang mendengar pun tidak terima, dan terjadilah pertengkaran disana.
"Bu Shopia! Saya tidak terima ya! Jika seperti itu sama saja ibu membuang anak saya dong?" Ujar Pak Gibran.
"Ya mau gimana lagi? Toh Bella sudah gak bisa memberikan keturunan lagi buat Kairo" Jawab Bu Shopia ketus.
Bella merasa sangat menyesal. Tak disangka, Ternyata dirinya sedang hamil setelah malam panjang waktu itu. Dirinya juga tidak menyangka, jika pelayan itu malah memberikan makanan penggugur kandungan itu kepada dirinya.
Di dalam hati, Bella menerutuki pelayan itu dan juga Stella yang selalu bernasib baik setiap dirinya ingin mencelakai Stella.
"Awas kau Inem. Aku akan membunuh mu" Batin Bella geram.
"Sudah Pa stop! Aku baik-baik saja, biarkan saja mereka!" Ucap Bella kemudian yang membuat Pak Gibran langsung menatap anaknya dengan penuh kasihan. Walaupun hatinya sangat sakit melihat anaknya yang terbaring sakit, dia memilih menuruti ucapan sang anak. Karena dia tidak ingin membuat Bella semakin sedih dan terpuruk.
Sementara itu, Kairo masih di luar ruangan. Mencoba menjelaskan semuanya kepada Stella. Tentang kejadian malam itu. Namun Stella sudah tidak mau lagi mendengar semuanya. Stella bersikap seakan sangat marah kepada Kairo karena sudah berbohong. Namun nyatanya dia sangat marah karena mengingat kembali kejadian dimana suaminya asik bercinta dengan wanita lain di saat ibunya sedang meninggal dunia. Dunia nya terasa hancur jika kembali mengingat kesakitannya kehilangan sang ibu.
.
.
.
.
Bersambung.
jangan lupa untuk like dan komen ya ☺️
__ADS_1