
"Kalau begitu saya mohon undur diri dulu. Maafkan saya Bu Stella!" Ucap Cindy cepat-cepat mengakhiri pembicaraan. Dia dan teman-temannya itu pun pergi dengan tergesa-gesa meninggalkan Hans dan juga Stella di tempatnya. Stella hanya tersenyum memperhatikan kepergian Cindy dan teman-temannya, "Ternyata mereka takut kepada Hans, tapi masih ingin menghinaku selama ini. Dasar ya,,,Kenapa coba mencari masalah untuk diri sendiri" gumam Stella di dalam hari yang merasa heran atas tingkah karyawan yang ada disana.
"Hans! Apa kau masih ingin menetap disini?" Tanya Stella.
Hans terkejut. Ia meringis dengan senyuman tipisnya.
"Sepertinya aku juga akan pulang. Ehh, maksudnya akan pergi dari sini. Selamat bekerja Nona Stella" Ujar Hans cepat dengan wajah malu. "Kenapa juga aku bilang mau pulang? Ahh dasar" gumam Hans kesal di dalam hatinya. Kemudian Dia menunduk hormat, sampai pada akhirnya ia pergi begitu saja dari sana. Sementara Stella hanya tersenyum melihat tingkah konyol pria itu dengan menggelengkan kepalanya.
Setelah kepergian Hans pun, Stella juga kembali ke meja kerjanya. Melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.
Tidak lama. Sebuah notif pesan masuk ke handphone miliknya. Dia yang sedang bergelut dengan sebuah Laptop sedikit menggeser pandangannya dan menoleh kepada benda pipih kesayangannya itu.
"Toni!" Lirihnya. Lalu meraih handphonenya dan membuka pesan itu.
"Kamu lagi apa? Apa Kairo masih marah kepadamu? Kau tidak memberiku kabar setelah di taman waktu itu. Apakah kau baik-baik saja?" Toni.
Stella sedikit mengulas senyum. Dapat dia tangkap dari isi pesan itu, bahwa sahabatnya kini sedang mengkhawatirkan dirinya. Ya, tidak di pungkiri, Toni adalah seorang pria yang sangat perhatian. Sayangnya, mereka hanyalah sebatas sahabat dan Stella hanya mencintai Kairo dan bukan Toni.
Stella pun mulai mengetik beberapa kata untuk sahabatnya itu.
"Aku baik-baik saja. Maaf! Aku lupa memberikan pesan untukmu. Sekarang Kairo sudah tidak marah. Dan dia sudah tau kalau kita bersahabat! Kamu jangan khawatir, dia tidak marah lagi" Balasan Pesan Stella.
Stella pun terlihat menunggu balasan dari sahabat Toni. Dan benar saja, tidak lama setelah pesannya terkirim, Toni sudah kembali membalasnya dengan cepat.
"Apa Kairo mengatakan yang sebenarnya siapa aku?" Toni.
Stella yang membaca pesan itu menyernyit heran, "Mengatakan apa?" Balas Stella.
"Kalau begitu aku ingin bertemu denganmu, bisa?" Toni.
Stella terlihat ragu. Dia takut jika pertemuannya kali ini akan kembali membuat Kairo salah paham. Namun mengingat kata-kata pesan Toni tadi membuat Stella juga merasa penasaran. Sebenarnya apa yang Toni sembunyikan darinya?
__ADS_1
"Maaf Ton. Mungkin hari ini aku gak bisa. Tapi aku usahin besok bisa ketemu sama kamu ya!"
Setelah mengatakan itu. Tidak ada jawaban lagi dari Toni. Membuat Stella sedikit merasa bersalah menolak pertemuan yang di inginkan Toni.
"Apa dia marah padaku?" Gumam Stella bertanya-tanya.
Sementara itu, Kairo terlihat menatap layar laptopnya dengan wajah yang serius. Hans datang, lalu menyapa tuannya itu dengan penuh hormat, "Tuan! Cctv yang tuan inginkan sudah siap!" Ujar Hans.
Kairo menghentikan pekerjaannya, lalu menatap Hans, "Baik. Apa kau sudah menyuruh orang untuk menyadap handphone istriku?" Tanya Kairo serius.
"Sudah taun! Saya juga sudah menyiapkan handphone lain untuk tuan mengecek aktivitas di handphone milik Nona Stella. Ini dia handphonenya tuan" Jawab Hans dengan menyerahkan sebuah handphone di meja Kairo.
"Sekarang kamu boleh pergi!" Ucap Kairo. Hans pun menunduk hormat, lalu pergi meninggalkan tempatnya.
Kairo terlihat menatap handphone itu yang kini sudah di setel oleh Hans untuk melihat segala aktivitas dari handphone milik Stella. Apapun yang Stella buka dan berhubungan dengannya melalui handphone, itu semua juga akan masuk ke handphone yang kini sudah berada di tangan Kairo.
Sebenarnya dia ragu untuk melakukan ini. Namun melihat kedekatan Toni kepada istrinya itu membuat Kairo curiga bahwa Toni memiliki maksud lain kepada istrinya.
Kairo terkejut ketika seseorang tiba-tiba masuk.
Dengan sigap dia meraih handphone itu dan menyembunyikannya.
"Apa yang kau sembunyikan itu, Mas?" Tanya Stella curiga melihat gelagat suaminya yang berbeda.
"Tidak ada sayang. Itu hanya sampah kok, jadi aku membuangnya" Kata Kairo.
"Oh begitu!" Jawab Stella percaya begitu saja. Dan benar saja, saking gugupnya Kairo benar-benar memasukan handphone itu ke dalam tempat sampah ketika istrinya itu tiba-tiba masuk ke dalam ruangannya.
Stella pun menghampiri suaminya itu dan duduk di pangkuan Kairo dengan sangat manja.
"Ada apa? Kau sangat manja hari ini?" Tanya Kairo dengan mengalungkan tangannya di pinggang ramping istrinya.
__ADS_1
"Aku sangat lelah dan bosan. Kenapa kita tidak jalan-jalan? Aku juga ingin makan sesuatu" Jawab Stella dengan sangat manja.
Kairo hanya tersenyum melihat tingkah istrinya, "Baiklah! Kamu tunggu aku di mobil. Aku akan mengurus berkas ini sebentar dan menyuruh Hans untuk mengurusnya" Jawab Kairo. Yang langsung di balas senyuman manis oleh Stella.
"Ok siap. Aku tunggu ya di mobil" Jawab Stella dan langsung bangun dan beranjak dari sana.
Setelah kepergian Stella. Kairo pun menelepon Hans dengan telepon kantor.
"Hans! Pergi keruangan ku segera"
Setelah mendapatkan jawaban. Kairo pun mematikan teleponnya.
Tidak lama setelah menelpon. Hans pun datang, "Tuan!" Serunya.
Kairo pun berdiri, "Hans! Tolong urusi berkas-berkas ini ya. Aku akan pergi sebentar bersama istriku"
"Baik tuan" jawab Hans.
"Oh ya. Tolong ambil Handphone tadi di dalam tempat sampah ya! Dan jangan lupa bersihkan kotorannya" setelah mengatakan itu, Kairo pun pergi meninggalkan Hans yang nampak masih mematung dengan wajah yang sulit di artikan.
"Kenapa tuan membuangnya, tapi menyuruhku mengambilnya lagi?" Gumam Hans bingung.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️