Ranjang Hangat Sang Pelakor

Ranjang Hangat Sang Pelakor
Bab 41 Kepikiran


__ADS_3

Sementara, di tempat lain. Kairo terlihat berdiri, sembari menatap keluar dinding kaca gedung yang terlihat transparan. Tatapannya terlihat begitu kosong dan sedang memikirkan sesuatu.


Kairo terus saja memikirkan Stella. Bahkan, di tempat kerjanya pun, dia selalu memikirkan istrinya itu, dan hanya Stella lah wanita satu-satunya yang ada di dalam pikirannya saat ini.


"Maafkan aku Stella. Aku tidak bermaksud menyakiti mu dan anak kita. Aku sangat menyesal, aku lah penyebab kematian anak kita. Mungkin, aku, memang pantas untuk di benci!" Ucapnya seorang diri. Menyesali apa yang telah terjadi diantara dirinya dan Stella.


Pikiran Kairo tidak henti-hentinya memikirkan Stella. Walaupun di dalam hatinya sangat merasa bersalah atas apa yang terjadi kepada mereka.


Tidak ingin terus memikirkan Stella. Kairo pun memutuskan untuk pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan istrinya.


Setelah dia sampai di rumah sakit. Kairo terlihat menghentikan langkahnya yang sedang berjalan di koridor.


"Apaan sih? Kamu ada-ada aja deh" suara seorang wanita yang begitu familiar berhasil mengalihkan atensinya ke sisi koridor lainnya yang berada di sebelah koridor tempatnya berdiri.


Toni terlihat mendorong kursi roda seorang wanita yang tidak lain adalah Stella.


Keduanya terlihat tertawa bahagia bersama di sepanjang perjalanan di koridor, bahkan kehadiran Kairo di sisi lain koridor tersebut pun tidak mereka sadari.


Ada rasa nyeri yang menjalar tak tertahankan di hati Kairo melihat istrinya bersama lelaki lain. Namun dirinya tak berdaya untuk melarangnya.

__ADS_1


"Kamu terlihat begitu bahagia bersamanya Stella. Apakah bersamaku kamu benar-benar tidak bahagia? Bahkan bersamaku, kamu tidak pernah tertawa sebahagia itu!" Gumam Kairo tertunduk sedih.


"Hahahaha! Kita pulang sekarang ya! Beruntung dokter bilang, kamu sudah bisa pulang sekarang" Toni terlihat tersenyum ke arah Stella. Sebelah tangannya membelai lembut pucuk kepala Stella dengan menyingsing sedikit rambut yang menutupi wajah Stella.


Sementara itu, Kairo, terlihat masih menatap mereka berdua dari kejauhan dengan wajah sedihnya.


Sakit, memang sakit. Istri yang begitu ia cintai, kini di perhatikan oleh pria lain.



Di tempat lain. Kini Kairo sudah kembali ke kantornya. Jalannya terlihat begitu gontai. Tidak ada semangat yang terlihat di wajahnya.


Setelah sampai di dalam ruangannya. Kairo pun beralih dan duduk di kursi kerjanya. Tidak lama setelah dia duduk, terdengar suara ketukan pintu dari arah luar ruangan kerjanya.


"Masuk!" Seru Kairo. Tidak lama, sekertarisnya pun masuk.


Hans menunduk memberi hormat, "Tuan! Saya ingin melaporkan, pelayan di rumah menemukan sebuah obat di tempat sampah. Saya juga sudah mengecek obat tersebut di Dokter Hendra. Dia bilang kalau obat tersebut adalah sebuah obat perangsang!" Jelas Hans.


Kairo mendengarkan dengan kening mengkerut, "Siapa yang menggunakan obat tersebut?" Tanya Kairo di sela kebingungannya.

__ADS_1


"Tuan! Apa perlu saya melihat cctv?" Tanya Hans.


Sejenak, Kairo terlihat masih diam. Keningnya mengkerut bebas. Pikirannya masih begitu kacau, dan di tambah lagi dengan laporan Sekertarisnya itu, membuat Kairo merasa sesuatu yang salah telah terjadi.


"Kamu cek saja cctv di rumah. Dan lihat, siapa yang telah memakai obat perangsang ini!" Perintah Kairo, setelah sejenak berpikir.


"Baik tuan!" Jawab Hans. Lalu Hans pun menunduk hormat dan pergi meninggalkan Kairo disana.


Sementara itu, Kairo masih diam di dalam pikirannya sendiri. Dia memikirkan tentang obat yang di temukan oleh Hans.


"Siapa yang memakai obat itu? Jika itu Bella, dengan siapa dia melakukannya? Seingatku, aku tidak melakukan apa-apa kepadanya. Lagi pula, aku berada di rumah sakit beberapa hari yang lalu." Gumam Kairo sendiri di ruang kerjanya.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️


__ADS_2