
Sore itu. Stella pulang dan di antar oleh Toni hingga di depan rumahnya.
Terlihat Kairo sudah menunggu di teras depan, dan tatapannya mengarah kepada Toni dan Stella dengan sorot mata tajam.
"Stell! Aku pulang ya! Kayaknya Kairo marah deh!" Ucap Toni setengah berbisik.
Stella hanya tertawa menanggapi ketakutan Toni yang menurut Stella cukup lucu.
"Udah kayak macam aja ya?" Toni menambahkan dengan ekspresi takut yang sengaja di buat-buat. Dan hal itu semakin memperlihatkan kedekatan mereka yang memang bisa di bilang sangat akrab.
"Udah ah! Aku masuk ya. Kamu hati-hati dijalan. Sampai jumpa lagi" kata Stela menyudahi.
Toni pun pergi setelah berpamitan dengan motor bututnya yang biasa ia bawa saat bersama Stella.
"Mas! Sudah pulang?" Sapa Stella.
Bukannya menjawab, Kairo malah menarik tangan Stella dan membawanya masuk.
Stella sempat heran akan tingkah suaminya itu. Namun dirinya tetap menurut dan mengikuti langkahnya.
Bella dan Bu Shopia pun melihat betapa kasarnya Kairo menarik tangan Stella. Keduanya pun termangu menatap kedua orang itu.
Bella sebenarnya sangat sakit bila Stella ada di rumah ini. Namun dia belum menemukan solusi untuk mengusir wanita itu dari rumah suaminya.
Dirinya yang sebagai istri sah terabaikan, hingga berakhir mengenaskan dengan dinginnya malam-malam yang begitu usang dan sunyi.
Memikirkan nasibnya membuat tekad Bella untuk menghancurkan Stella semakin berapi-api. Dia pun berdiri setelah Kairo dan Stella sampai di lantai dua.
"Bell! Mau kemana?" Tanya mama Shopia.
"Bella mau ke kamar dulu ma" jawab Bella malas. Sungguh hatinya masih jengkel kepada mertuanya itu yang dengan mudah menerima kehadiran Stella setelah mengetahui bahwa Stella sedang mengandung anak Kairo.
__ADS_1
Di lantai atas. Lebih tepatnya di dalam kamar Stella.
"Ahh. Mas! Kau kasar sekali!" Pekik Stella yang mengaduh kesakitan.
Dengan sekali hentakan saja sudah membuat benda kokoh itu masuk dengan sempurna di goa surga kenikmatannya itu.
Kairo tetap melakukannya dengan hati yang begitu marah. Walaupun sang istri beberapa kali mengerang menahan sakit yang membuatnya meneteskan air mata.
"Mas! Apa yang kau lakuakan? Ahh sakit mas!" Rintih Stella yang terus memukul dada bidang Kairo yang sejak tadi dengan brutal menjamahnya tanpa ampun.
"Inilah hukuman untukmu yang sudah membuatku cemburu. Aku tidak akan melepaskan kamu begitu saja Stella. Aku akan memiliki mu selamanya!"
Stella menatap nanar wajah suaminya yang penuh dengan amarah. Entah setan apa yang sekarang merasuki suaminya itu. Stella merasa ada yang berbeda dari Kairo.
Pria yang begitu lembut dalam memperlakukannya, kini sudah seperti setan yang haus akan nafsu birahinya.
Tanpa terasa, sudut mata Stella memerah dan cairan bening itu pun meleleh begitu saja dari pipinya yang putih.
Lama setelah hening suara Stella yang sudah tidak terdengar, membuat Kairo menoleh ke arah sampingnya dengan wajah yang heran.
"Sayang! Stella kau baik-baik saja?" Tanya Kairo. Namun tidak juga mendapatkan jawaban dari Stella. Tubuh itu terlihat diam tanpa bergerak sedikitpun, membuat Kairo langsung khawatir dan bangun dari tidurnya.
Dilihatnya wajah istrinya itu lekat-lekat. Wajah sembab yang kini sudah tidak sadarkan diri.
Kairo panik dan segera beranjak dari tempat tidur untuk mengenakan kembali pakaian miliknya yang tadi sudah ia lepas.
Dan ketika dia sudah selesai. Ia berniat untuk mengenakan pakaian Stella.
Namun matanya seketika melebar sempurna. Wajahnya terlihat begitu panik dan khawatir.
"Sayang! Kau berdarah! Maafkan aku! Maafkan aku!"
__ADS_1
Kairo segera meraih tubuh istrinya yang sudah pingsan. Darah segar terlihat keluar begitu deras dari jalan rahimnya.
Tanpa berpikir panjang. Kairo mengambil kain sebagai penutup tubuh istrinya dan menggendongnya keluar.
"Sayang! Sadarlah! Maafkan aku sayang" racau Kairo dengan wajah yang sudah sembab.
Ada rasa menyesal karena sudah berbuat kasar kepada istrinya di atas ranjang.
Berulang kali pria itu menerutuki dirinya sendiri yang telah berbuat bodoh.
"Supir! Cepat bawa mobilnya!" Teriak Kairo menggema disana.
Semua orang sampai terkejut. Mama Shopia dan ayahnya sampai keluar mendengar keributan di luar kamar. Dan mereka terkejut melihat darah yang merembes keluar dari Arah Stella yang di gendong oleh Kairo menuju keluar.
Kedua orang itu pun juga ikut panik dan mengikuti langkah Kairo menuju mobil.
Sementara itu, Bella menyeringai licik. Menatap kegaduhan itu dengan hati yang begitu senang.
"Kairo! Kairo!. Ternyata aku tidak salah memberikan obat perangsang itu kepadamu. Hatimu yang begitu marah, tentu akan berbuat brutal di atas ranjang. Aku rasa sebentar lagi anakmu dan istri kesayangan mu itu akan segera mati. Dan kamu akan merasa bahagia melihat kesakitan mu itu. Karena selama ini kau sudah tidak pernah memperdulikan aku yang juga istrimu" Lirih Bella dengan seringai liciknya.
.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️
__ADS_1