
Hari demi hari berlalu. Tidak pernah lagi Stella mendengar kabar suaminya, Kairo.
Dia merasa sangat merindukan Kairo saat ini. Entah mengapa, hatinya masih menginginkan Kairo kembali walaupun suaminya itu sudah membuat luka di hatinya.
Sesaat, Stella merasa sangat bosan berada di dalam kamarnya. Namun tiba-tiba, semua orang mengejutkan dirinya dengan sebuah Party Popper yang langsung meletup ke atas kepalanya. Stella sangat terkejut oleh kehadiran semua orang yang membawakan kue ulang tahun serta ucapan selama yang di bawa oleh orang-orang Toni.
"Selamat ulang tahun Stella!" Ujar Toni yang seketika membuat Stella tersenyum bahagia. Laki-laki yang dia anggap sahabat ini selalu saja bisa membuat senyum di bibirnya.
Stella mendekat dengan kedua tanganya meraih bunga buket mawar yang di bawakan oleh Toni. Mawar putih adalah bunga kesukaannya, dan Toni membawakannya bunga itu, tentu hatinya sangat bahagia saat ini.
"Stella! Aku tau kejutan ini mungkin tidak seberapa untukmu. Tapi ini semua aku yang menyiapkannya agar kamu merasa bahagia" ujar Toni lagi.
"Terimakasih banyak Toni. Kamu memang laki-laki yang sangat baik! Aku sudah sangat bahagia karena aku di kelilingi oleh orang-orang baik seperti kalian!" Jawab Stella.
"Stella!" Seru Toni ragu. Stella pun menoleh kepadanya. Nampak Toni sangat gugup, membuat Stella sangat heran atas tingkah sahabatnya itu. Tidak seperti biasanya Toni seperti ini.
__ADS_1
"Toni! Ada apa? Apa ada masalah?" Tanya Stella.
Toni pun mengangkat wajahnya, "Stella! Sebenarnya aku sudah lama merasakan ini. Hubungan antara kita, sungguh membuat aku jatuh hati. Tapi aku sangat takut mengungkapkan semuanya kepadamu. Aku takut, maksudku, aku sangat takut persahabatan kita hancur karena ini. Namun, aku juga tidak bisa memendam ini semua seorang diri!" Jelas Toni dengan sangat gugup. Keringat dingin di wajahnya pun terlihat sudah membasahi wajahnya.
Stella masih diam dengan menautkan kedua alisnya kedepan, mencoba mencerna apa yang sebenarnya ingin sahabatnya itu sampaikan kepadanya. Sungguh! Dia tidak mengerti apa pun yang di katakan oleh Toni saat ini.
"Maksud kamu apa?" Tanya Stella pada akhirnya.
Toni menarik nafas dalam, lalu menghembusnya perlahan, "Aku mencintai mu Stella. Itulah kebenarannya! Maukah kamu menikah bersamaku?" Ungkap Toni yang membuat Stella sampai melebarkan matanya terkejut.
"To-toni! Kamu lagi bercanda kan? Kamu hanya pura-pura kan?" Tanya Stella, mencoba memastikan bahwa apapun yang di katakan Toni tadi adalah kebohongan.
"Aku serius Stella. Aku mencintaimu! Aku menyukaimu sejak kita pertamakali bertemu!" Ujar Toni lagi meyakinkan Stella.
"Aku tidak ingin membuat mu menjauh dariku karena perasaan ini Stella. Aku membiarkan mu menikahi Kairo, itu karena aku ingin kamu bahagia. Tapi aku tidak bisa melihatmu terluka dan aku juga tidak bisa memendam ini lagi!"
__ADS_1
"Stella! Aku janji tidak akan menyakitimu! Aku akan mencintaimu sampai kita tua. Aku janji Stella. Aku mohon menikahlah dengan ku! Aku sangat mencintaimu Stella!" Lanjut Toni yang terdengar seperti pemaksaan. Namun Stella masih sangat ragu dan lidahnya seakan kelu hingga dia tidak bisa lagi mengeluarkan kata-katanya.
"Kita akan menggelar pernikahan yang sangat besar! Kita juga akan berlibur dia luar negeri. Aku berjanji akan membuatmu merasa sangat bahagia. Bagaimana? Apa kamu setuju?" Tanya Toni lagi penuh harap. Sementara Stella masih diam dengan tatapan yang sulit di artikan. Dia begitu ragu harus menjawab seperti apa saat ini, baginya Toni masihlah seorang sahabat untuknya. Dan pernyataan ini sangat tiba-tiba untuknya.
"Stella! Kenapa diam? Tolong jawablah Stella. Menikahlah denganku!"
.
.
.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️
__ADS_1