
Stella pun pergi ke pesta bersama Kairo dengan sebuah mobil mewah disana.
Stella pun terlihat tersenyum puas menyaksikan wajah Bella tadi. Melihat Bella yang tersakiti membuatnya semakin menikmati perannya sebagai seorang pelakor. Namun untuk masalah perasaannya kepada Kairo, Stella masih bingung. Cinta dan benci masih bersarang di hatinya.
Tidak lama setelah di dalam perjalanan. Sebuah mobil mewah dengan warna hitam pekat itu pun terparkir di depan sebuah gedung hotel berbintang. Dan disinilah tempat dimana Kairo mengadakan pesta tahunan perusahaan mereka.
Semua orang terlihat sudah memenuhi ruangan Pesta. Orang-orang penting tentunya juga ikut di undang disana.
Di pesta. Semua orang terkejut, melihat Kairo membawa Stella ke acar pesta. Semua mengetahui bahwa Stella adalah seorang pelakor. Setelah masuk, beberapa menyambut kedatangan Kairo. Namun mereka sedikit terheran melihat wanita asing bersama tuannya itu. Mereka bertanya-tanya, kemana Bella? Biasanya setiap acara pesta besar, Bella yang akan hadir bersama Kairo. Namun kini bukanlah Bella yang bersama Kairo, melainkan Stella yang sebagian orang mengetahui bahwa Stella adalah istri kedua. Namun walaupun begitu, itu tidak membuat Stella merasa malu atau terasingkan. Karena disini lah dia akan memperlihatkan perbedaan antara dirinya dan juga Bella.
Bella yang terbilang sangat arogan dan sombong, tentu mempunyai nilai tersendiri untuk mereka yang tidak menyukai sifat Bella. Dan Stella akan memperlihatkan betapa ramahnya dirinya kepada orang-orangnya. Dan perhatian dirinya kepada Kairo melebihi dari perhatian yang Bella berikan.
"Gak malu banget jadi wanita. Masak iya datang ke acara pesta, sedangkan dia hanya istri kedua"
"Iya ya! Kenapa dia yang ikut buka Bu Bella"
"Atau jangan-jangan, Bu Bella melakukan kesalahan? Itu sebabnya Pak Kairo tidak membawanya dan malah membawa istri siri nya"
Terdengar beberapa orang mulai mencibir, namun Stella samasekali tidak marah. Dia hanya fokus kepada pesta suaminya itu.
__ADS_1
"Pak! Boleh kita bicara?" Hans mendekat dengan sedikit berbisik.
"Pergilah, aku akan menyusul" Jawab Kairo pelan. Dan hans pun hanya mengangguk mengiyakan.
Setelah kepergian Hans. Kairo pun menoleh kepada Stella yang nampak sangat menikmati pesta. Namun detik kemudian, suaranya yang menyeru ternyata telah mengalihkan perhatian Stella.
"Stella!"
"Hmm. Iya mas! Kenapa?" Tanya Stella.
"Mas keluar sebentar. Kamu tunggu disini dulu ya!" Ucapan Kairo pun hanya di balas anggukan kepala oleh Stella.
Setelah berpamitan, Kairo pun pergi menyusul Hans keluar. Tanpa dia sadari bahwa Stella ternyata mengikutinya dari belakang.
"Maaf tuan. Bukannya saya ingin ikut campur masalah kehidupan tuan. Hanya saja saya ingin mengingatkan, bahwa peraturan perusahaan hanya membolehkan untuk membawa istri sah ke acara besar perusahaan. Jika tuan membawa Nona Stella, sama saja itu akan mempengaruhi popularitas tuan, dan itu sangat berakibat fatal untuk perusahaan kita Tuan. Berita miring tentang tuan dan Nona Stella akan mempengaruhi omset penjualan perusahaan kita. Saya harap tuan bisa memikirkannya lagi" Ujar Hans panjang lebar mengingatkan.
Namun Kairo tidak perduli akan perkataan orang-orang tentangnya. Bahkan jika dirinya di cap sebagai pencemaran nama perusahaan, Kairo sama sekali tidak perduli.
"Terimakasih atas saran mu itu Hans. Saya sangat menghargainya. Namun saya ingin semua orang mengetahui bahwa Stella adalah istri saya. Di dunia ini tidak akan ada lagi yang bisa membawa Stella pergi dari ku, aku ingin di di akui sebagai istri dari seorang Kairo, aku tidak ingin karena posisinya yang menjadi istri kedua, membuat dia tidak di hargai sebagai seorang istri. Lagipula, dia juga istriku, tidak masalah jika dia ikut ke pesta" terang Kairo dengan tegas.
__ADS_1
Sementara itu, Stella yang berada di balik pintu menahan tangisnya. Dia memang juga sangat marah kepada Kairo dan ingin membuat Kairo pun merasakan sakit yang dia rasa, namun mendengar perkataan Kairo tadi membuat hatinya menjadi goyah.
Sementara itu di tempat lain. Lebih tepatnya di dalam kamar Bella.
Bella dengan sangat marah menangis di dalam kamarnya dan menghancurkan semua barang demi melampiaskan rasa sakit hatinya dengan menghancurkan semua barang.
"Kurang ajar. Hahhhhhh" Bella mengamuk dan menghancurkan semua barang dengan brutal. Bahkan dia tidak bisa lagi merasakan sakit di tubuhnya karena pecahan beling yang berserakan hancur di lantai yang mengenai kakinya.
Wajah Bella seketika merah padam, nafasnya memburu dengan sangat cepat. Amarahnya terlalu mendominasi dan membuat darahnya seakan mendidih. Memikirkan Stella, membuat wanita itu semakin yakin untuk melenyapkan Shella secepat mungkin.
"Aku akan membunuh mu Stella. Akan membunuh mu" Teriak Bella histeris dengan tangis yang sulit ia tahan.
Amarahnya begitu menggebu, sehingga membuatnya begitu bertekad untuk membunuh Stella sebelum dirinya benar-benar masuk penjara dan di benci oleh Kairo.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.