
"Apa Stella berselingkuh?" Gumamnya dengan rahang yang sudah mengeras dengan mata yang kini sudah memerah dan penuh amarah.
Kairo berjalan mendekat dengan amarah yang menyelimuti hatinya, berteriak kencang meneriaki satu nama.
"Stella!" Pekiknya dengan amarah yang sudah menguasai dirinya.
Wanita itu terkejut bukan main. Stella langsung melepaskan pelukan Toni dan menoleh kepada Kairo yang kini berjalan ke arah dirinya.
Stella terlihat cemas sekaligus khawatir, pasalnya suaminya itu melihat dirinya sedang memeluk pria lain. Sudah dapat di pastikan Suaminya itu pasti sedang salah paham, begitulah pikir Stella.
"Mas! A-aku bisa jelaskan" Stella mencoba melerai amarah sang suami dan berniat untuk menjelaskan semuanya.
Bukannya mendengarkan dan meredamkan amarahnya, sebuah tamparan ia layangkan begitu saja di wajah Stella.
Stella terkejut. Terlebih lagi Toni yang merasa terperangah oleh pemandangan yang seperti ini.
Bulir kristal beningnya meluruh. Baru kali ini suaminya itu bersikap kasar kepadanya.
"Apa-apaan sih kamu Kairo! Dia tidak bersalah!" Ucap Toni membela Stella.
"Berani-beraninya kau mendekati istri ku Toni" Pekik Kairo tidak terima dengan menunjuk geram ke arah wajah Toni.
Stella terkejut. Pasalnya kedua pria itu sepertinya sudah mengenal sejak lama. Dia bingung melihat pertengkaran kedua pria tersebut. Setahunya, Kairo maupun Toni belum pernah bertemu. Lalu bagaimana mereka bisa saling mengenal?
"Stella kamu baik-baik saja kan? Sebaiknya kita pergi dari sini!" Toni terlihat sangat khawatir kepada Stella yang di tampar oleh Kairo tadi. Dia pun langsung membawa tubuh Stella ke sisinya. Dan hal itu pun membuat Kairo sangat marah dan menarik tangan Stella agar berada di sisinya saja.
__ADS_1
"Dia istriku. Kamu tidak berhak untuk membawanya, sini!" Kairo menarik tangan Stella, namun di waktu yang sama Toni juga tidak melepaskan genggaman tangannya kepada Stella.
Sementara Stella berada di antara dua lelaki yang kini tengah memperebutkan dirinya. Sungguh dirinya benar-benar bingung. Terlebih lagi dia tidak enak hati kepada Toni yang tuduh tidak-tidak oleh Kairo.
Lama setelah melihat kedua pria itu saling melempar tatapan tajam. Stella pun akhirnya membuka suara.
"Toni! Kamu jangan khawatir. Aku bisa atasi masalah ini" Ujar Stella.
"Kamu yakin mau sama pria kasar seperti dia? Dia udah nyakitin kamu tadi?" jawab Toni tidak terima.
Kairo yang mendengar pun sontak semakin geram, "Lepaskan istriku. Kalau tidak, aku akan buat kamu menyesal karena sudah berani mendekati istriku" Potong Kairo yang nampak juga tidak terima atas tindakan Toni.
Stella kembali melihat kedua pria itu yang saling menatap tajam. Mereka seperti seseorang yang saling membenci, namun Stella tidak tau apa masalah yang sebenarnya kepada mereka berdua.
Toni pun akhirnya mengalah, dan lebih mendengarkan ucapan Stella. Walaupun sebenarnya dia tidak rela melihat wanita yang dia cintai itu di sakiti di depan matanya sendiri saat ini.
Setelah merasa puas. Kairo pun menarik tangan Stella dan pergi menjauh dari sana meninggalkan Toni.
Sementara Toni masih menatap kepergian Kairo dan Stella yang sudah semakin menjauh. Hatinya tidak rela jika harus melihat wanita pujaannya itu harus hidup seperti itu. Apalagi bersama seseorang yang sangat dia benci. Yaitu keluarga Adijaya.
"Aku akan mengambil mu kembali Stella. Bagaimana pun caranya, kamu harus menjadi milikku. Aku tidak rela jika kamu harus bersama laki-laki kotor itu" gumam Toni geram dengan penuh tekad untuk merebut Stella dari Kairo.
Sementara itu, di dalam mobil. Stella dan Kairo terlihat saling diam. Mereka sempat bertengkar sebelum akhirnya memutuskan untuk saling diam. Stella sudah menjelaskan bahwa Toni adalah temannya. Sementara Kairo sama sekali tidak percaya akan hal itu.
"Bagaimana mungkin Stella memiliki teman seperti Toni? Stella bukan berasal dari kota ini dan dia juga bukan dari kalangan atas. Lalu bagaimana dia bisa mengenal Toni yang jelas-jelas jauh berbeda dengannya?" Batin Kairo berkecamuk memikirkan Stella istrinya.
__ADS_1
"Dasar laki-laki egois. Aku sudah mengatakan kebenaran, tapi dia tidak ingin mendengarkan." Batin Stella jengkel. Dia sangat kesal kepada Kairo yang terus menerus menaruh curiga kepadanya. Dan akhirnya pun dia lebih memilih diam dan tidak bicara apapun saat ini.
Sementara itu, Hans yang sejak tadi menyetir hanya bisa diam. Dia tidak tau apa masalah kedua orang tersebut. Ia hanya bisa menatap keduanya dari balik kaca spion mobil.
"Sebenarnya ada apa dengan tuan dan Nona Stella. Mereka bertengkar di dalam perjalanan dari dalam taman itu lalu sekarang harus saling diam. Kenapa cinta serumit itu?" Gumam Hans di dalam hatinya. Karena tidak mengetahui apa-apa dan situasi yang juga tidak baik-baik saja, Hans lebih memilih untuk diam dan tidak bertanya. Karena jika tidak, tuannya atau Nonanya itu akan ngamuk dan mungkin akan menyuruhnya turun dari dalam mobil.
Lama setelah di dalam perjalanan. Mobil yang mereka tumpangi pun berhenti di depan rumah mewahnya. Mereka turun tanpa saling menyapa atau menatap. Lalu pergi tanpa terlihat mesra seperti biasanya.
Sementara itu. Bella yang baru masuk ke dalam rumah sehabis dari taman pun melihat gelagat yang berbeda dari Stella dan Kairo. Dia tidak melihat kedua orang itu saling bersikap mesra. Terlebih lagi kedua orang itu memasuki kamar yang berbeda, dapat dia lihat dari lantai bawah, bahwa Kairo masuk ke dalam kamar miliknya dan bukan kamar Stella yang selalu menjadi tempat terakhirnya dan ternyaman Kairo untuk beristirahat setelah seharian bekerja.
"Apa mereka bertengkar?" Gumam Bella curiga.
"Wahhh. Ini bagus dong, aku bisa menggunakan kesempatan ini untuk membuat Stella cemburu" Lanjutnya dengan sejuta rencana liciknya.
.
.
.
.
Bersambung.
jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️
__ADS_1