
Terlihat Bella tersenyum puas, "Tinggalkan Stella dan jadikan aku istrimu satu-satunya"
Bella sengaja menggunakan kesempatan ini untuk membuat Kairo patuh padanya. Ia membuat kesepakatan untuk meninggalkan Stella jika dia membantu keuangan perusahaan Kairo.
Kairo terlihat masih diam. Dia bimbang untuk memilih. Stella dan perusahaan keluarganya sama pentingnya baginya. Lalu bagaimana dia bisa memilih di antara kedua itu?
"Bagaimana Mas? Kamu setuju dengan syarat yang aku ajukan?" Tanya Bella lagi yang masih memperlihatkan senyuman liciknya.
Kairo kini menatap Bella dengan bingung, kedua orang itu pun saling berpandangan cukup lama. Terlihat dengan jelas bahwa Kairo sangat berat memutuskannya sekarang. Namun Bella tidak peduli. Yang dia inginkan kali ini adalah keputusan Kairo mengenai pinjaman uang itu jika Kairo bersedia menerima syarat darinya.
Sementara, di balik pintu. Kini Stella sedang berdiri, mendengarkan percakapan antara Bella dan juga Kairo.
Tadi, Stella yang sedang ingin mengecek kandungan tidak sengaja melihat Kairo datang. Lalu Stella berniat mengikuti, dan tanpa sengaja dia mendengarkan percakapan antara Kairo dan juga Bella.
Sebenarnya, Stella cukup penasaran akan keputusan Kairo mengenai permintaan Bella itu bersedia untuk meninggalkan dirinya jika mau di pinjamkan uang. Cukup Stella akui, Bella memang sangat licik dan selalu memanfaatkan situasi yang ada untuk menekan lawannya. Namun Stella tidak khawatir, walaupun nantinya Kairo lebih memilih Bella dibandingkan dirinya, wanita yang tidak ada artinya bagi siapapun.
"Maaf Bella. Sepertinya aku tidak setuju akan syarat yang kamu berikan"
"Aku mencintai Stella. Dan aku tidak akan membiarkan dia pergi dari ku. Aku pikir, kamu akan membantuku sebagai suami kamu, tapi ternyata aku lupa, ternyata kamu masih seperti dulu. Meminta balasan untuk apa yang sudah kamu berikan" lanjut Kairo kecewa.
Stella yang masih terlarut di dalam pikirannya yang kacau sangat terkejut, kini ia beralih menatap wajah Kairo dari balik kaca dengan wajah yang sudah berkaca-kaca. Ia tidak menyangka suaminya itu akan memilih dirinya dan tetap ingin mempertahankan pernikahan mereka.
__ADS_1
"Aku tidak peduli Mas! Kamu yang sudah membuat aku seperti ini. Jika saja kau menerima ku seutuhnya sebagai istrimu, aku tidak akan seperti ini" teriak Bella yang sangat marah.
"Gila! Kamu Gila Bella. Kamu egois. Dari awal yang menginginkan pernikahan ini adalah kamu sendiri dan memaksaku menikahi kamu juga kamu. Seharusnya kamu tau bahwa aku tidak pernah mencintai kamu selama ini, tapi kamu selalu mendesak ku dan menginginkan sesuatu yang tidak pernah aku inginkan.... Seharusnya kamu berpikir lebih panjang sebelum kamu memutuskan sesuatu. Sekarang, kamu malah menyalahkan aku, yang sudah jelas-jelas kesakitan ini kamu sendiri yang menciptakannya" Balas Kairo yang tidak kalah marahnya.
Ya memang dari awal menikah, yang menginginkan pernikahan ini adalah Bella. Bella berpikir bahwa dia bisa mendapatkan apapun di dunia ini dengan mudah, termasuk hati Kairo. Tidak disangka, bahwa untuk mendapatkan cinta Kairo sama saja sangat mustahil baginya.
Kairo pun berlalu meninggalkan Bella yang menangis. Bukannya tidak kasihan melihat Bella yang sedang sakit, namun sikap Bella yang tidak pernah berubah lah yang membuat Kairo menjadi muak dan semakin membenci kehadiran Bella.
"Kairo! Aku akan memberikan mu pinjaman" teriak Bella lagi yang membuat Kairo menghentikan langkahnya.
"Aku akan memberikan apapun yang kamu mau. Tapi aku mohon! Jangan tinggalkan aku sendirian! Aku sangat kesepian Mas! Aku membutuhkan dirimu disini. Aku mohon!" Pinta Bella yang terdengar memilukan dan sangat memelas.
Kairo terlihat memejamkan matanya, hatinya sudah terlanjur kecewa. Jika saja tadi Bella tidak memintanya untuk meninggalkan Stella, mungkin dia akan tetap disini bersama Bella dan sedikit membuka hatinya untuk menerima Bella sebagai istrinya. Namun keadaan sudah berubah, hatinya sudan kembali membeku untuk Bella.
Sementara itu, Stella yang melihat Kairo yang akan keluar, kini sudah bersembunyi di balik pintu.
Setelah Kairo benar-benar pergi. Stella melihat Bella benar-benar terpukul oleh sikap Kairo yang selalu mengabaikannya. Ada rasa kasihan yang Stella rasakan melihat keterpurukan Bella, namun mengingat Bella adalah orang yang sangat jahat, apakah rasa kasihan itu pantas di berikan untuknya? Sementara Bella sendiri tidak pernah memiliki belas kasihan kepada orang lain.
Tidak lama, Stella pun juga ikut pergi dari sana meninggalkan ruangan Bella yang penuh kehampaan.
Stella yang sudah berada di luar rumah sakit pun, berjalan menyusuri jalanan setapak khusus pejalan kaki.
__ADS_1
Ia terlihat termenung menyusuri setiap jalan dengan langkah yang pasti. Dia masih memikirkan niat awal dia datang kerumah Kairo, yaitu untuk membalaskan dendam untuk Bella. Namun semakin kesini, Stella merasa semakin terjebak oleh keadaan. Cintanya kepada Kairo semakin besar, dan mengenai kesakitan yang Bella rasakan saat ini, Stella merasa sudah cukup pantas untuk Bella yang selalu bersikap licik.
"Berhenti! Serahkan barang-barang berharga milikmu"
Stella tiba-tiba tersentak. Lamunannya yang sejak tadi menguasai pikirannya, kini teralihkan dengan seorang pria bertubuh kekar yang menahan dirinya.
Melihat di sekeliling, ternyata Stella baru menyadari bahwa dirinya sedang berada di jalanan yang sepi. Dan yang ada di depannya ini, adalah seorang preman yang sangat menyeramkan.
"Serahkan barang-barang mu atau kamu mau mati di tanganku?"
Stella sangat panik, dia tidak tau harus berbuat apa di dalam situasi seperti ini. Berteriak Meminta tolong pun rasanya begitu percuma. Langkah Stella seketika mundur perlahan dengan wajah ketakutan disaat pria itu berjalan maju dan mulai mendekatinya.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
jangan lupa untuk like dan komen ya ☺️