Ranjang Hangat Sang Pelakor

Ranjang Hangat Sang Pelakor
Bab 11 Keterkejutan Bella


__ADS_3

Sore itu, Kairo membawa pulang istrinya Stella ke rumah utama keluarga besarnya. Tidak ada lagi yang dapat Kairo pikirkan selain untuk hidup bersama dengan Stella. Walaupun keluarga besarnya menentang hubungan mereka, Kairo tidak akan goyah dan terus memperjuangkan cintanya kepada Stella.


Ketika pulang, mobil Kairo pun terparkir di halaman rumahnya. Seorang pengawal datang membuka pintu untuk Kairo. Lalu Kairo memerintahkan pengawal itu untuk mengambil barang-barang di belakang.


"Tolong bawakan barang-barang istriku di belakang" perintah Kairo.


"Baik tuan!" Jawab pengawal itu sopan.


Kairo pun membuka pintu mobil, "Ayo sayang"


Pengawal itu seketika berbalik menoleh, ia terkejut mendengar kata sayang yang Kairo ucapkan kepada wanita asing itu. Wanita yang tidak mereka kenali sama sekali. Sedangkan mereka tau, bahwa istri Kairo adalah Bella. Lalu wanita itu?


Kehadiran Stella di rumah Kairo pun menjadi sorotan mata semua pelayan dan pekerja di sana. Apalagi melihat Stella yang menggandeng mesra tuan mereka itu, tentu hal itu di luar dugaan mereka. Bagaimana jika nona Bella tau? Begitulah pikir semua orang.


Di ruang keluarga. Kairo menyapa kedua orang tuanya yang sedang menonton televisi, yang membuat Atensi mereka semua beralih kepada Kairo yang baru sampai. Semua orang terkejut, termasuk Bella ketika melihat Kairo membawa pulang pelakor ke dalam rumahnya.


Bella tidak terima dan langsung protes atas tindakan Kairo kali ini, "Mas! Apa yang kau lakukan? Kau membawa pulang wanita murahan ini kerumah kita?" Teriak Bella tidak terima.


"Ehh, kamu! Kamu wanita yang benar-benar tidak tau diri. Kamu sudah merebut suami saya, apa kamu tidak malu? Bisa-bisanya kamu kesini. Pergi kamu dari sini, cepat pergi!" Usir Bella dengan mendorong tubuh Stella keluar.

__ADS_1


Kairo menghentikan Bella, lalu Stella memeluk tubuh Kairo seakan merasa takut atas tindakan Bella.


"Mas! Dia sudah menghancurkan rumah tangga kita! Kenapa kamu selalu menghalangi aku?" Teriak Bella lagi yang tidak terima di hentikan oleh Kairo.


Kairo merasa sangat marah, setelah melihat Stella yang terlihat ketakutan melihat aksi Bella yang mengusirnya. Sementara semua pelayan tidak berani mendekat, mereka hanya melihat dari kejauhan tanpa berani ikut campur.


"Wanita tidak tau diri! Pergi kamu"


"Bella! Hentikan!" Pekik Kairo menggelegar. Membuat Bella terhenti. Wajahnya penuh kekecewaan, lagi-lagi Kairo membentaknya yang membuat hati seorang istri sangat terluka. Sementara, dibalik ketakutan yang terlihat di wajah Stella, ada rasa puas dan senang melihat kehancuran Bella.


"Dia istriku. Kami menikah sah secara agama. Jadi dia juga berhak untuk berada disini dan tinggal di rumah ini" tegas Kairo.


Air mata Bella meluruh, dia tidak percaya bahwa Kairo akan menyakitinya sedalam ini.


"Kairo! Mama tidak setuju jika kamu melakukan ini sama Bella. Kamu harus memikirkan perasaan Bella dong. Dia istri sah kamu Kairo. Lagi pula siapa wanita ini yang berani masuk kesini? Wanita jalanan seperti dia tidak pantas kamu pungut" Ujar Bu Shopia.


"Kairo! Papa juga tidak setuju jika kamu berlaku seperti ini sama perempuan. Apalagi Bella adalah anak rekan bisnis kita. Papa malu jika kamu seperti ini" Sambung Pak Wirasta Adijaya. Ayah kandung Kairo.


"Jika bukan karena kalian yang menjodohkan aku untuk menikahi Bella, aku tidak akan seperti ini Pa! Kalian lah yang telah membuat masalah ini terjadi. Aku mencintai Stella, dia adalah istriku. Mau atau tidak, dia akan terus bersamaku. Jika tidak, jangan salahkan aku pergi dari rumah ini" Ancam Kairo serius.

__ADS_1


Kedua orang tua Kairo pun saling melempar tatapan bingung. Mereka merasa bimbang. Di satu sisi, mereka tidak ingin membuat Bella terluka karena mereka membiarkan Stella tinggal disana. Namun disisi lain, mereka juga tidak ingin jika Kairo pergi dari rumah. Jika bukan Kairo yang mengelola perusahaan, harus siapa lagi yang harus mereka perintahkan untuk mengelola perusahaan mereka. Jika Kairo pergi maka siapa yang akan mengurus perusahaan? Begitulah pikir keduanya.


"Nak! Bisakah kau jangan membuat kami bingung? Kamu anak kami satu-satunya, jika bukan kamu yang kami harapkan, lalu siapa lagi?" Ucap Papanya bimbang.


"Aku sudah membuat pilihan Pa! Jika tidak aku akan benar-benar pergi"


Pak Wirasta terlihat menatap istrinya dengan bingung. Bu Shopia pun juga tidak bisa berbuat apa-apa.


Sementara, Bella menangis dengan menggeleng tidak percaya akan keraguan kedua mertuanya itu.


"Bella maafkan kami. Sekali ini, ijinkanlah Stella tinggal disini. Kami juga tidak mau Kairo pergi" Pinta Pak Wirasta pasrah.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


jangan lupa untuk like dan komen ya ☺️


__ADS_2