Ranjang Hangat Sang Pelakor

Ranjang Hangat Sang Pelakor
Bab 42 Salah Paham


__ADS_3

Hari berlalu begitu saja.


Sudah dua minggu sejak kejadian waktu itu. Kini Stella sudah sedikit tenang dan ikhlas atas kepergian anaknya.


Kini tugasnya adalah menata masa depannya. Walaupun masih terlihat suram dan tanpa cahaya, setidaknya Stella masih memiliki sedikit harapan untuk bertahan, yaitu Toni.


Toni adalah satu-satunya orang yang saat ini dapat dia percayai sebagai seorang keluarga untuknya.


"Kau ingin pergi keluar?" Suara Toni dari arah belakangnya, membuat Stella berbalik badan.


Dia tersenyum ke arah Toni, "Kemana?" Tanya Stella.


"Kemana saja! Asalkan kamu bisa bahagia" jawab Toni.




Di tengah jalan, Stella pergi bersama Toni untuk mencari hiburan. Keduanya terlihat berjalan berdampingan. Mereka berdua juga terlihat tertawa bersama disaat Toni membuat lelucon yang membuat Stella tertawa lucu.


"Ternyata ini ya pekerjaan kamu Stella? Ini kenapa aku tidak merestui hubungan mu bersama anakku! Itu karena kamu adalah wanita murahan!"


Stella dan Toni seketika menghentikan langkahnya. Seorang wanita paruh baya terlihat sangat marah dan memaki Stella tanpa ampun.


"Ma! A-aku...." Stella tergugu. Mencoba mendekat dan ingin menjelaskan, namun tangan Toni langsung menghentikan langkahnya.

__ADS_1


Melihat itu, membuat mama semakin marah. Darahnya seakan mendidih melihat kekurangajaran pria itu terhadap menantunya.


"Sudah lama sekali tidak bertemu Tante!" Ujar Toni tersenyum ke arah Mama Sonia.


Sonia terlihat menatapnya sinis, "Jangan sok kenal denganku. Berani-beraninya kamu berselingkuh bersama menantu kurang ajar itu!" Bentaknya geram.


"Siapa menantu kurang ajar mu itu? Aku hanya melihat seorang bidadari yang sangat cantik di sampingku! Sepertinya tante memang sudah melupakan keponakan mu tante!" Jawab Toni dengan seringai liciknya.


Stella menatap Toni dengan kening berkerut. Matanya mengisyaratkan kebingungan penuh pertanyaan.


"Kau...! Kau Toni?" Terka Mama Sonia, yang hanya di balas dengan senyuman menyeringai oleh Toni.


"Syukurlah! Ternyata tante tidak melupakan aku!"


"Apa yang kamu lakukan bersama dia?" Tanya Mama Sonia lagi dengan sinis.


"Kami sangat cocok bukan? Tidak seperti anakmu itu yang bisanya hanya menyakiti seorang wanita!" Lanjut Toni meremehkan.


"Dasar anak kurang ajar! Jadi ini alasan kenapa Kairo murung akhir-akhir ini? Ternyata kamu sudah menduakan dia!" Teriak Mama Sonia marah.


"Ma! Sebenernya....."


"Sudahlah Stella. Tidak perlu kamu jelaskan lagi kepada mereka yang jelas-jelas sudah membuat mu menderita!" Cegah Toni, dengan terus menggenggam tangan Stella.


"Dasar tidak tahu malu! Masih berani kamu menampakan wajahmu didepan saya? Anak saya jauh lebih berharga dari wanita murahan itu..silahkan kamu ambil saja! Dan, kamu, ahhh....." Mama Sonia menunjuk wajah Stella dengan geram, lalu akhirnya membanting tangan dengan perasaan kesal. Lalu dia melangkah pergi begitu saja meninggalkan Toni dan Stella disana.

__ADS_1


Sementara, Stella hanya bisa menatap sendu ibu mertuanya yang pergi dan salah paham mengenai hubungannya bersama Toni.


"Stella!" Seru Toni.


Stella segera menoleh dengan mata berkaca-kaca menahan tangis.


"Sepertinya, mertuaku sedang salah paham. Aku harus menjelaskan nya!" Ujar Stella dan ingin segera pergi menyusul mama mertuanya.


Namun, sekali lagi, Toni menarik tangan Stella dan menghentikannya.


"Jangan! Kamu tidak perlu melakukan itu lagi Stella! Apa untungnya jika kamu menjelaskannya? Toh, dia akan selalu menganggap kamu salah dan akan membela anaknya yang sudah menyebabkan kehilangan bayimu itu!" Ucap Toni menghentikan.


Stella menghentikan langkahnya, "Ayo kita pergi!" Ajak Toni. Dan Stella hanya bisa menurut dan mengikuti langkah Toni membawanya.


Sementara itu, sepanjang perjalanan. Mama Sonia masih menggerutu dalam hati. Dia sangat marah ketika melihat Stella menduakan cinta anaknya.


Dia merasa juga tidak terima atas perlakuan Stella. Wanita miskin seperti Stella bukanlah tipe yang dia inginkan dari awal. Rasa sesal telah menyukai Stella saat hamil anak Kairo pun muncul di hatinya.


"Seharusnya aku tidak mempercayai wanita murahan itu! Aku sangat menyesal! Aku tahu kalau hanya Bella lah menantu paling sempurna untuk anakku. Tapi sayang, sekarang, dia tidak bisa memberikan aku seorang cucu lagi. Apa perlu aku mencarikan menantu lain? Aku tidak ingin jika nantinya anakku tidak memiliki penerus!" Gumamnya sendiri di dalam mobil. Mulai merencanakan sesuatu untuk anaknya, Kairo.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️


__ADS_2