
Di jalan. Kairo sampai mendecah saking kesalnya. Dia menerutuki dirinya sendiri yang tidak bisa menjaga diri dari rencana busuk istri sahnya tersebut. Seharusnya dia dari awal sudah mencurigai Bella, namun melihat Bella yang terlihat sangat cuek dan tidak pernah ikut campur di dalam urusannya bersama Stella membuat Kairo tidak menaruh curiga sedikitpun kepada Bella.
"Sial! Aku akan membuat perhitungan kepadamu Bella!" Geram Kairo yang mungkin sudah beberapa kali merasa geram bila memikirkan Bella.
Tidak lama, mobil yang di kendarai Hans pun sampai di depan rumah. Kairo segera turun dengan langkah tergesa-gesa dan besar.
"Bella! Bella! Dimana kamu Bella!" Teriak Kairo marah dan mencari keberadaan Bella kesana kemari.
Mama Sonia yang berada di dapur pun sampai heran sekaligus bingung melihat kemarahan Kairo.
"Ada apa Kairo? Kenapa kamu berteriak seperti ini?" Tanya mama Sonia.
Kairo tidak menjawabnya, dia terus berteriak memanggil nama Bella, hingga akhirnya Bella keluar dari kamarnya dan menatap Kairo dengan wajah bingung.
"Ada apa Mas?" Tanya Bella. Kairo pun segera menaiki tangga dengan setengah berlari setelah melihat Bella di lantai atas.
Bella masih diam di tempatnya dengan wajah yang bingung, sampai saatnya Kairo sampai di dekatnya, Bella tiba-tiba meringis kesakitan. Kairo tanpa ampun menarik rambut Bella menuruni anak tangga, hingga wanita itu berteriak dan meringis kesakitan.
Mama Sonia yang melihat itu sangat panik, dia pun mencoba melerai namun ditahan oleh sekertaris Hans.
__ADS_1
Kairo menampar wajah Bella tanpa ampun. Hingga wanita itu berulang kali terpental dengan darah segar mengalir di balik bibir tipisnya.
"Kairo! Kenapa kau memukulnya? Kairo berhenti!" Teriak Mama Sonia namun tidak di dengar oleh Kairo.
Kairo terus menghajar Bella dengan tamparan bertubi-tubi. Hingga wanita itu lemas dan tak berdaya.
"Tamparan ini tidak akan cukup untuk membayar semua kesalahan mu Bella!" Geram Kairo dan ingin kembali memukul Bella. Namun teriakan ayahnya dari atas membuat Kairo menghentikan langkahnya.
"Berhenti Kairo!"
Kairo menoleh ke sisi kirinya yang memperlihatkan papanya yang menuruni anak tangga.
"Apa yang kau lakukan Kairo? Kau bisa saja membunuhnya!"
"Tuan! Polisi sudah datang! Sebaiknya jangan memukulnya lagi!" Ujar Hans memperingati.
Bella terlihat beringsut mendekati Kairo, "Aku minta maaf Kairo! Jangan berikan aku ke polisi!" Mohon Bella di sisa-sisa tenaganya.
Kairo tidak menggubrisnya dan malah menendang tangan Bella yang mencoba memegang kakinya.
__ADS_1
"Aku jijik melihatmu Bella. Sekarang, kami harus bertanggung jawab atas apa yang telah kamu lakukan kepada Stella."
"Selamat Sore pak Kairo!" Seru seorang polisi yang merupakan pimpinan beberapa polisi yang mengikutinya.
"Tangkap saja dia pak! Dan bawa dia pergi dari sini!" Perintah Kairo.
Polisi itu pun tidak banyak tanya, dia hanya menuruti dan pergi membawa Bella untuk di tahan di kantor polisi.
Mama Sonia sampai menangis melihat Bella di tarik paksa oleh polisi sementara dirinya tidak bisa berbuat apa-apa saat ini.
"Jangan tangisi wanita busuk itu Ma! Yang harus mama tangisi adalah Stella yang telah menderita selama ini karena Bella. Dia kehilangan anaknya karena Bella dan sekarang dia harus menyembuhkan lukanya seorang diri dan berpikir bahwa kita adalah orang jahat, dan itu semua karena Bella. Kalau memang Stella membenciku, mungkin kejadian waktu itu sudah dia laporkan ke polisi dan aku tidak akan berada disini. Tapi dia tidak melakukannya, dia hanya ingin aku menjauhinya. Tapi itu membuatku sangat tersiksa!"
Mendengar ucapan sang anak, membuat mama Sonia tidak tahan melihat penderitaan Kairo yang berjauhan dengan Stella. Dia pun ikut menangis dan memeluk tubuh anaknya yang sudah bergetar karena merasa bersalah atas penderitaan Stella.
.
.
.
__ADS_1
Beraambung
Jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️