Ranjang Hangat Sang Pelakor

Ranjang Hangat Sang Pelakor
Bab 28 Pelajaran Kecil


__ADS_3

Siang itu seperti biasa. Kairo dan Stella sudah berangkat ke kantor. Begitupun dengan Bella yang juga sudah pergi meninggalkan rumah. Setelah beberapa hari ia tidak melihat butik miliknya, rasanya sudah berapa bulan dan Bella sangat merindukan mahakaryanya tersebut. Usaha yang dia tekuni sendiri selain dari perusahaan yang dimiliki keluarganya.


Di kantor.


Stella bekerja seperti biasa sebagai sekertaris cadangan dari Hans. Sebenarnya, Kairo samasekali tidak mengijinkan Stella untuk bekerja, namun karena kegigihannya yang tidak mau di bantah, membuat Kairo sedikit mengalah. Toh istrinya itu masih bekerja di dalam lingkup perusahaan miliknya.


Sejak pagi, Stella dan Kairo masih sama-sama saling diam. Bahkan keduanya belum membahas masalah Toni sore itu yang memeluk Stella. Selain tidak ingin membuat keributan, Kairo sendiri sedang mencari momen yang pas untuk saling bertukar cerita kepada istrinya itu. Sementara Stella sendiri juga belum bicara apapun selama suaminya itu tidak bertanya apapun kepadanya.


Sementara di tempat lain, Toni terlihat duduk bersantai sembari makan siang di sebuah restoran. Selain makan siang, dia juga menunggu seseorang datang menemuinya.


Tidak lama, seseorang yang di tunggu pun datang.


"Maaf telah membuatmu menunggu. Perkenalkan saya Bella" Ujarnya cepat dan langsung duduk tanpa di persilahkan terlebih dahulu oleh Toni.


Toni hanya tersenyum meremehkan, "Tanpa perkenalan pun, saya sudah tau siapa kamu" Jawab Toni sarkas.


Bella mendelik tidak suka atas respon yang diberi oleh Toni kepadanya.


"Pantas saja kenapa Kairo membenci pria ini, ternyata dia sangat sombong" Batin Bella menghina.


Wajahnya yang awalanya tertekuk karena kesal, kini memaksakan bibirnya untuk tersenyum.

__ADS_1


"Ahh tidak di sangka, orang seperti Pak Toni bisa mengenal saya." Jawab Bella dengan terkekeh kecil.


"Katakan apa mau mu ingin bertemu. Waktuku sudah hampir habis!" Ujarnya Toni yang melihat jam yang terpasang di pergelangan tangannya. Yang menandakan bahwa waktunya tidak banyak.


Bella pun mengatakan maksud kedatangannya tersebut dan meminta pertemuan ini bersama Toni sebelumnya.


"Saya ingin kita melakukan kerjasama. Saya tau anda menyukai Stella. Karena itu saya ingin kita bekerjasama, dan anda harus membantu saya untuk memisahkan Stella dan Kairo suami saya!"


"Apa untungnya bagi saya membantu anda?" Tanya Toni.


"Tentu saja itu sangat menguntungkan untuk anda pak Toni. Semakin besar kesalahpahaman yang terjadi antara Stella dan Kairo, maka semakin besar juga peluang untuk anda mendapatkan Stella seutuhnya tanpa harus ada Kairo di dalamnya. Dan saya juga bisa mempertahankan pernikahan saya dan juga suami saya" Jelas Bella dengan tersenyum penuh makna.


Toni terlihat diam dengan sedikit berpikir. Melihat Bella yang begitu licik untuk menyingkir Stella dari kehidupan Kairo, membuat Toni merasa Stella berada di tempat yang tidak aman. Apalagi melihat Kairo yang bersikap kasar kepada Stella waktu itu, juga membuat hati Toni menjadi tidak menentu memikirkan nasib sahabat masa kecilnya itu.


Toni sedikit menoleh dengan tatapan dinginnya. Lalu Dia berdiri dengan tatapan yang masih mengarah kepada Bella, "Aku rasa kau salah orang untuk melakukan kerjasama. Saya adalah sahabat Stella, dan seorang sahabat tidak akan mengkhianati sahabatnya sendiri" Ujar Toni dingin, lalu pergi meninggalkan Bella sendiri disana.


Bella mendecah kesal. Bahkan ia sampai memukul meja itu hingga mengeluarkan suara piring yang saling berbenturan.


"Sial! Ternyata pria itu tidak mudah untuk di ajak kerja sama" Gerutunya kesal.


Bella pun juga ikut berdiri dan hendak pergi, hatinya begitu kesal dan marah karena rencananya selalu saja gagal untuk menjatuhkan Stella.

__ADS_1


"Mbak! Mbak! Berhenti! Tolong bayar dulu, makanannya belum di bayar" Ucap seorang pelayan yang berlari ke arahnya. Bella menatap pelayan itu dengan wajah yang kesal, "Bukan aku yang makan di situ! Pria tadi yang makan" jawab Bella.


"Saya tidak peduli ya mbak! Anda yang Terakhir kali berada di meja tersebut. Kalau gak mampu bayar, gak usah makan disini. Sekarang cepat bayar! Atau mau saya panggilkan polisi?" Ancamnya yang membuat Bella langsung menganga tidak suka. Beberapa orang pun terlihat menatapnya dengan tatapan meremehkan, hal itu membuat Bella kehilangan muka karena sudah seperti seseorang yang begitu miskin.


"Berapa?" Tanya Bella ketus pada akhirnya.


"Tujuh ratus lima puluh ribu!" Jawab pelayan itu.


Tanpa menjawab, Bella mengeluarkan uang lembaran 100 dari dalam tasnya, "ini delapan ratus. Ambil saja kembaliannya, ingat ya! Saya bukan orang miskin" tegas Bella dengan nada kesal penuh penekanan. Ia pun berlalu pergi meninggalkan restoran itu dengan membawa hati yang begitu kesal.


"Dasar pria brengsek! Bisa-bisa nya dia mempermalukan aku seperti ini. Katanya kaya, tapi bayar makanan saja tidak bisa" gerutu Bella sepanjang perjalan. Ia terlihat memaki-maki Toni sebagai pelampiasan hatinya yang kesal karena ulah pria tersebut.


Sementara itu, ditempat lain. Toni terlihat tertawa jahat! Melihat Bella yang begitu kesal karena membayar makanan miliknya tadi, membuat pria itu merasa puas telah memberikan pelajaran kecil untuk wanita yang ia anggap adalah pembawa masalah untuk Stella.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️


__ADS_2