
Di tempat lain. Stella dan Kairo sedang makan siang bersama di kantor. Kini keadaan perusahaan miliknya sudah cukup stabil. Beruntung dia mendapatkan pinjaman uang dari sahabat ayahnya.
Jika saja sampai hari ini dia tidak mendapatkan pinjaman, maka sudah dapat di pastikan perusahaan miliknya mengalami kebangkrutan dan rugi besar.
Suasana begitu hening. Kairo ataupun Stella terlihat saling diam. Mungkin Kairo masih marah masalah kemarin, begitulah pikir Stella. Dan ia pun tidak ingin merusak moments dengan membahas masalah kemarin sampai suaminya itu benar-benar sudah meredakan amarahnya.
Stella pun makan dengan lahap. Biasanya kebanyakan ibu hamil akan mengalami mual dan susah makan di trimester pertama kehamilan. Namun kali ini berbeda dengan Stella, dia nampaknya sangat berselera untuk makan apapun yang ada di hadapannya sekarang. Hal itu pun tidak di pungkiri dengan postur tubuhnya yang sudah mulai menggemuk.
Kairo cukup senang. Terlihat ia mengulas senyum di saat memperhatikan Istrinya itu yang sangat lahap makan. Bahkan dia tidak memikirkan tubuh Stella yang sudah mulai berubah karena proses kehamilannya itu.
"Stella!" Seru Kairo setelahnya. Terlihat Stella menoleh dan juga sudah menghabiskan makanannya.
"Iya Mas! Kenapa?" Tanya Stella dengan mata yang terfokus memperhatikan suaminya.
Kairo sedikit diam dengan balas menatap Stella, "Sejak kapan kau mengenal Toni?" Tanya Kairo pada akhirnya.
"Kita sudah kenal sejak kecil. Dia Adalah sahabat ku" Jawab Stella.
__ADS_1
Kairo terlihat menaikan sebelah alisnya. Ekspresi terlihat masih belum percaya, karena setahunya Toni bukanlah dari kalangan biasa, mana mungkin memiliki sahabat seperti Stella. Begitulah pikir Kairo.
"Apa kau tau siapa Toni?" Tanya Kairo lagi.
"Tentu saja Aku tau Mas. Dia adalah seorang perawat yang kebetulan bertugas di kota ini. Sejak lulus SD, dia sudah lama pindah untuk menempuh pendidikannya. Tapi dia selalu memberi kabar kepadaku dan sampai sekarang kami masih berteman baik" Jelas Stella.
Terlihat raut wajah Kairo berubah tajam. Ia terlihat tidak menyukai atas pernyataan Stella yang mengatakan bahwa Toni selalu memberi kabar kepada istri tercintanya itu. Terlebih lagi, ternyata Toni tidak mengatakan identitas aslinya kepada Stella. Begitulah yang Kairo cerna dari perkataan Stella.
"Apa kamu pernah pergi ke rumah sakit tempat dia bekerja?" Tanya Kairo.
Stella terlihat menggeleng, pertanda bahwa sebenarnya dia belum pernah pergi kesana. Kairo pun semakin yakin, bahwa memang Toni sedang menyembunyikan identitasnya kepada Stella. Itu sebabnya istrinya itu tidak mengetahui kalau sebenarnya Toni adalah seorang pengusaha kaya. Namun ada sesuatu yang membuat Kairo penasaran. Kenapa Toni menyembunyikan identitasnya? Padahal dari cerita istrinya itu, mereka sudah bersahabat sejak kecil.
Stella pun sejenak menatap suaminya dalam-dalam. Mungkin inilah saatnya dia bercerita siapa Toni, agar kesalahpahaman di antara mereka cepat menghilang. Toh, dia juga tidak sanggup jika berlama-lama saling berdiam diri bersama Suaminya itu.
"Dulu Kita tinggal satu kampung Mas! Dia tinggal bersama kakeknya di kampung. Kakeknya itu pemilik kebun teh disana. Terus kedua orang tuanya juga pergi merantau. Kita berteman baik sejak itu. Tapi sejak lulus SD, dia pergi ke kota, katanya dia di bawa oleh kedua orang tuanya, jadi kami berpisah dan tidak pernah bertemu lagi. Dan sejak ibu meninggal, dia datang menemui ku dan saat itu juga kita bisa berteman seperti sekarang. Dia hanya sebatas sahabat dan juga saudara untuk ku," jelas Stella panjang lebar. Berharap bahwa suaminya itu bisa mengerti tentang Toni di hatinya.
Kairo pun mulai mengerti sekarang, namun dia tetap memperingatkan bahwa dia tidak menyukai bila ada laki-laki lain memeluk Stella dengan Bebas.
__ADS_1
"Aku mengerti mas! Aku minta maaf!" Jawab Stella setelah di peringati oleh Kairo.
Kairo pun tersenyum dengan menganggukkan kepalanya. Sebenarnya Kairo masih janggal atas kehadiran Toni. Apalagi mengingat dirinya yang bermusuhan bersama pria itu. Kairo pun memilih untuk tidak menceritakan masalahnya bersama Toni kepada Stella. Karena Kairo ingin tau, apa tujuan Toni mendekati Stella hingga berani memeluk istrinya itu di tempat umum.
Kairo curiga, bahwa Toni memiliki maksud lain untuk menghancurkan keluarganya dengan menggunakan Stella. Karena itu, Kairo membiarkan Stella untuk terus berteman bersama Toni sampai dia mendapatkan bukti kalau Toni tidak memiliki maksud lain.
"Tapi ingat! Jaga batasan jika berteman dengan laki-laki. Apalagi kamu sudah menikah, itu tidak akan baik untuk pernikahan kita dan juga pandangan orang lain terhadapmu" Kata Kairo lagi mengingatkan.
"Iya sayang! Aku akan ingat kata-kata mu!" jawab Stella dengan tersenyum sumringah.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.
Jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️