
Lama setelah melihat Bella melayani Kairo makan. Sesaat kemudian, Stella duduk dan berbicara sangat lembut, "Mas! Sepertinya aku ingin susu hangat. Tapi aku pengennya Bella yang membuatkan susu untukku" Pinta Stella dengan manja.
Mendengar itu, Bella langsung menolaknya, "Enak saja, kamu punya kaki dan tangan kan? Bikin saja sendiri. Aku bukan pembantu mu ya" Ucap Bella ketus.
"Mas! Aku beneran lagi pengen susu hangat. Tapi harus Bella yang bikinin nya. Kamu gak kasihan sama calon bayi kita? Aku sedang hamil loh" Ucap Stella yang segera memotong perkataan Bella.
Semua orang terkejut. Terlebih lagi Bella yang amat sangat terkejut mendengar pernyataan Stella barusan.
"Sayang! Kamu beneran hamil?" Tanya Kairo dengan tersenyum senang mendengar kabar kehamilan Stella.
"Iya mas, aku hamil!" Jawab Stella dengan anggukan kepala.
Kairo semakin merasa bahagia, lalu seperdetik kemudian, dia memerintahkan Bella untuk membuat susu hangat untuk Stella.
"Bella! Kamu bikinkan Stella susu ya! Kasihan anakku pasti sangat kehausan" Ujar Kairo memerintah.
"Mas! Aku gak mau! Suruh pembantu saja sana!" Jawab Bella malas.
"Bella! Suaminya menyuruh mu, kenapa tidak mau? Cepat bikinkan susu hangat sana!" Perintah Kairo dengan suara yang meninggi.
"Kairo jangan kasar-kasar! Bella coba kamu bikinkan sebentar, gak apa-apa kok dari pada Kairo marah" Ujar Mama Shopia.
Bella menautkan kedua alisnya, menatap mereka semua dengan sangat kesal. Dengan hati yang berat dan terpaksa, Bella pun berdiri dan beranjak ke meja dapur untuk membuat susu hangat untuk Stella.
"Awas saja kamu Stella. Aku akan buat perhitungan kepadamu, lihat saja nanti" Batin Bella geram. Terlihat Dia yang sedang mengaduk susu dengan tidak berperasaan dan penuh emosi, sontak terkaget ketika air panas tumpah begitu saja ke tangannya yang sedang mengaduk susu.
"Awwwwhhh" Bella meringis, namun tidak ada yang peduli atau sekedar bertanya, membuat Bella sangat sakit hati.
__ADS_1
Dia pun membawa susu yang dia buat itu dan di letakan di depan Stella.
"Ini susunya!"
Bella pun kembali duduk di samping Kairo dengan wajahnya yang terlihat gusar.
"Sayang! Apa kau tidak ingin duduk di samping ku?" Tanya Stella lembut yang membuat Bella langsung menatap Stella dengan tajam.
"Disini saja Mas. Kau berjanji hari ini hanya bersamaku" Ucap Bella cepat yang tidak terima akan permintaan Stella.
Namun apa yang dia dengar dari mulut Kairo, ternyata telah melukai hatinya.
"Bell, kamu pindah ya! Aku ingin membelai anak ku" Ucap Kairo, tanpa berpikir menyuruh Bella untuk pindah karena ia ingin membelai calon anaknya.
"Mas! Kau sudah janji sama aku?" Pekik Bella.
Bella sangat kesal, dia kembali harus menuruti keinginan Stella. Dengan hati yang terpaksa, Bella pun pindah dari duduknya dan dan digantikan oleh Stella yang duduk di samping Kairo.
"Mas! Mau di suapin dong!" Pinta Stella yang sengaja membuat hati Bella semakin panas.
"Iya sayang! Akkk" Kairo pun menyuapi Stella dengan roti yang tadi sempat Bella buatkan untuk dirinya. Hal itu pun sontak membuat Bella semakin geram atas perlakuan Kairo. Makin kesini, Bella merasa Stella semakin keterlaluan.
Sementara itu, Kedua orang tua Kairo pun juga cukup senang, karena mereka juga mendambakan seorang cucu.
"Makan yang banyak ya Stella. Ini buah-buahan untuk kamu agar bayi mu semakin sehat" Ujar Papanya Kairo.
"Iya om!" Jawab Stella dengan tersenyum manis.
__ADS_1
"Jangan om dong. Panggil papa aja, kamu kan sudah menikah bersama Kairo"
Bella menganga tidak menyangka, baru satu hari Stella berada disana sudah bisa mengambil hati papa mertuanya.
"Mas!" Bella ingin bicara namun segera di potong oleh Stella.
"Mas! Aku pengen buah apelnya. Ambilkan ya!" Potong Stella cepat. Bahkan untuk bicara pun, Bella sudah tidak memiliki kesempatan.
Mood Bella pun menjadi sangat buruk. Apalagi melihat kedua orang tua Kairo yang sangat antusias perhatian setelah mendengar kehamilan Stella. Bella benar-benar merasa terasingkan di keluarga ini.
"Ma! pa! Aku pergi dan gak jadi makan" Ucap Bella.
"Iya Bell. Gak apa-apa" Bella kembali terdiam dengan hati yang sangat terluka. Mama mertuanya yang selalu tidak bisa melihatnya tidak sarapan pagi, kini bersikap acuh, membuat Bella merasakan perubahan mereka.
Sementara itu, Stella hanya menatap kebingungan Bella dengan senyuman liciknya. Sekali lagi Stella menang dan berhasil membuat Bella terasingkan.
"Itulah akibatnya jika kau berani mengusik hidupku Bella. Rasakan lah kesakitan ini" Batin Stella senang dengan seringai liciknya.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
jangan lupa untuk like dan komen ya ☺️