Ranjang Hangat Sang Pelakor

Ranjang Hangat Sang Pelakor
Bab 23 Kepulangan Bella


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu.


Kairo sama sekali tidak menjenguk Bella setelah kejadian beberapa hari yang lalu.


Bella yang sedang di jalan pulang, menatap keluar jendela dengan hati yang lara. Kehidupannya terasa begitu hampa. Serta Kesepian yang ada di hatinya begitu mendominasi.


Hatinya sangat sakit memikirkan suaminya yang lebih memperhatikan istri mudanya Stella di bandingkan dirinya yang sedang sakit. Semua itu ia ketahui dari seorang kepala pelayan yang ada di rumah. Bella tau, bahwa dari cerita yang ia dengar dari pelayan, semua keluarga Kairo kini mulai perhatian kepada Stella yang sudah jelas-jelas adalah seorang pelakor di rumah tangganya.


Begitu hening di dalam perjalanan. Bella hanya bisa meratapi nasibnya yang entah akan seperti apa nantinya.


Tidak lama setelah mobil melaju. Bella pun kini sudah sampai di rumah Kairo. Walaupun awalnya ayahnya melarang Bella untuk kembali kesana, namun Bella bersikeras untuk kembali kesana. Dengan semua kesakitan yang dia terima, Bella tidak akan membiarkan Stella dan Kairo hidup dengan bahagia di atas penderitaan yang sudah ia terima.


Bella masuk dan di sambut oleh Mama Shopia. Walaupun kini Bu Shopia sudah mulai menyukai Stella, namun di hatinya tetap Bella lah menantu yang ia sukai. Karena Bella merupakan seseorang yang sehati dan sejalan dengan dirinya yang tamak akan harta.


Selain itu juga. Bu Shopia tentunya juga sudah mendengar bahwa perusahaan mereka sedang berada di ujung tanduk kehancuran. Bella adalah harapan satu-satunya bagi dirinya untuk membantu keuangan perusahaan Kairo. Dibandingkan dengan Stella, tentu Bu Shopia lebih menyukai Bella karena Bella adalah anak orang kaya, sementara Stella tidak tau asal usulnya dari mana. Begitulah tanggapan Bu Shopia mengenai kedua menantunya itu.


"Bella? Kamu sudah kembali? Kenapa tidak menelepon jika ingin pulang?" Tanya bu Shopia yang langsung meraih tubuh Bella dan memapahnya masuk.


Bella hanya mendesis di dalam hati, gelagat mertuanya itu sepertinya Bella memang sudah menghapalnya.


"Kemarin saja marah-marah padaku karena tidak menjaga kandungan dengan baik. Sekarang setelah tau perusahaan Kairo bangkrut, baru baik-baik kan. Aku sudah tau maksud kebaikan mu ini mertua sialan" Gerutu Bella kesal yang menerutuki mertuanya itu di dalam hati.


"Bella! kenapa diam saja? Ayo masuk!" Tegur Bu Shopia. Bella kemudian tersadar, dan tersenyum tipis dan masuk dengan di papah mertuanya itu.


"Dimana Mas Kairo Ma?" Tanya Bella di dalam perjalanan masuk.

__ADS_1


"Dia di kantornya. Kenapa?" Tanya Bu Shopia balik. Lalu mendudukkan tubuh Bella setelah sampai di ruang keluarga.


"Pelayan! Siapkan makanan untuk Bella. Jangan yang pedas-pedas ya! Bikin bubur ayam saja" Perintah Bu Shopia setelahnya sebelum menerima jawaban dari Bella.


"Kalau Stella kemana?" Tanya Bella lagi. Kini wajah Bu Shopia beralih menatap menantunya yang sedang duduk di hadapannya.


"Stella ikut ke kantor. Kata Kairo, Stella memang bekerja di sana, jadi Stella juga ikut" Jawab Bu Shopia.


Bella hanya tersenyum getir. Kini ia berdiri dan menaiki anak tangga dengan hati yang marah.


"Bella! Kamu gak makan dulu?" Teriak Bu Shopia setelah menyadari kepergian Bella.


Bella tidak berniat jawab. Dia terus melangkahkan kakinya pergi menjauh dari sana.


Bu Shopia hanya menggelengkan kepalanya, menatap kepergian Bella yang terlihat tidak bersemangat.


"Atau jangan-jangan, dia marah karena Stella mengikuti Kairo ke kantor?"


Bu Shopia nampak berpikir keras, "Ah mungkin dia kecapean saja" Namun detik berikutnya, Bu Shopia memilih untuk tidak perduli dan juga ikut pergi dari sana.


Sementara di tempat lain. Lebih tepatnya di kantor Kairo.


Stella terlihat terus menatap wajah suaminya itu yang sibuk bekerja. Ada rasa kasihan melihat suaminya bekerja sekeras ini, "Apa aku minta bantuan saja sama Toni ya untuk membantu Mas Kairo?" Batin Stella menimbang-nimbang.


Toni adalah sahabatnya masa kecil. Dari dulu hingga sekarang, pria itu terus membantu Stella dalam keadaan apapun. Selain bekerja sebagai perawat, Toni ternyata merupakan seorang pengusaha dan pemilik kebun Teh di kampungnya. Pikir Stella, mungkin dengan meminta bantuan kepada sahabatnya itu akan meringankan pekerjaan suaminya saat ini.

__ADS_1


Tidak lama setelah berpikir panjang. Akhirnya Stella pun memutuskan untuk bicara kepada Toni tentang masalah yang dia hadapi.


Stella pun berdiri yang membuat Kairo langsung melepaskan berkasnya dan menoleh kepada Stella.


"Mas! Aku ingin keluar sebentar. Gak apa-apa kan?" Ucap Stella.


"Aku temani ya!" Jawab Kairo yang sudah akan berdiri menyusul Stella. Namun suara Stella sudah lebih dulu melerainya dan menghentikan langkah suaminya itu.


"Jangan Mas! Aku bisa sendiri kok. Lagipula gak jauh-jauh kok cuma jalan-jalan sekitar kantor aja. Aku merasa bosan di ruangan terus" Ujar Stella berbohong.


Kairo pun percaya, dan kembali duduk.


"Ingat jangan jauh-jauh lagi ya! Aku takut kamu kenapa-kenapa dan di gangguin sama preman-preman itu lagi" Ujar Kairo memperingati.


Stella hanya mengangguk dengan senyuman manisnya, "Ok mas, aku akan hati-hati kok. Aku pergi ya!" Pamit Stella setelahnya. Ia pun pergi dan Kairo masih menatap kepergian istrinya itu dengan wajah khawatir. Dia takut jika Istrinya itu akan kenapa-kenapa di jalan.


Seketika, pandangan Kairo beralih kepada sebuah dompet yang tergeletak di atas kursi tempat Stella duduk sebelumnya. Kairo mengira itu adalah dompet Stella yang tertinggal, dia pun kembali berdiri dan mengambil dompet itu sebelum pergi menyusul sang istri.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️


__ADS_2