Ranjang Hangat Sang Pelakor

Ranjang Hangat Sang Pelakor
Bab 22 Hampir Ternodai


__ADS_3

Stella yang panik pun sontak berlari. Namun langkahnya tiba-tiba terhenti disaat pria itu mencekal pergelangan tangannya dengan kuat.


Stella meronta-ronta, berteriak meminta tolong. Namun tidak seorang pun datang menolongnya. Membuat Stella semakin ketakutan disaat pria itu menarik tangannya dan membawanya pergi.


"Tolong! Tolong! Siapapun tolong aku!" Teriak Stella kencang yang sudah menangis disana.


"Diam! Atau aku bunuh kamu disini!" Bentak pria itu yang membuat Stella seketika diam membeku dengan tubuh gemetar ketakutan.


Stella menangis dengan terus meronta, berharap seseorang datang menolongnya. Wajahnya tiba-tiba langsung pucat ketika pria itu membawanya kesebuah rumah tua. Dia sangat takut, entah apa yang akan terjadi kepadanya setelah ini.


"Cepat masuk! Kau harus melayaniku dulu" Perintahnya tanpa rasa malu.


Stella sangat panik. Matanya melebar dengan sempurna. Di dalam hati, dia sangat berharap seseorang bisa menolongnya dari preman itu yang tanpa rasa malu ingin menodai kesuciannya.


"Cepat masuk!" Pria itu terlihat sangat tidak sabaran. Dia mendorong tubuh Stella hingga tersungkur masuk ke dalam rumah kosong itu.


Preman itu menyeringai licik, Stella sangat ketakutan dengan wajah yang sudah sembab dan mata yang juga memerah.


"Kurang Ajar"


Bruakkkkkkk!


"Akrgggggggg"


Preman itu tersungkur, bersamaan dengan Stella yang terkejut disaat seseorang tiba-tiba masuk dan memukul preman itu dari belakang.


"Berani-beraninya kau ingin menyakiti istriku! Dasar bajingan! Enyahlah kau" Kairo memukul preman itu tanpa ampun. Wajahnya terlihat merah padam, bersamaan dengan rahangnya yang sudah mengeras.


Stella segera berdiri. Sementara Kairo masih memukul preman itu hingga babak belur.


Sampai pada akhirnya, preman itu terlihat sudah tidak berdaya, barulah Stella melerai Kairo yang terus memukul preman itu tanpa jeda.

__ADS_1


"Mas! Sudah! Dia sudah tidak berdaya" teriak Stella cepat. Jika dia menunda untuk melerai, mungkin preman itu akan benar-benar mati di pukul oleh Kairo.


Kairo dengan nafas yang masih terengah pun berhenti. Keringat juga terlihat sudah membasahi wajahnya.


Dia mendekati Stella. Lalu detik berikutnya, Stella pun menghamburkan pelukannya kepada Kairo dengan perasaan yang lega.


"Mas! Bagaimana kau bisa tau aku ada disini?" Tanya Stella yang masih memeluk erat tubuh Kairo.


"Aku melihat tas mu ketinggalan di tepi jalan, jadi aku singgah dan ternyata itu benar-benar tas kamu, lalu setelah itu aku mencari mu di sekitar sini" Jawab Kairo.


Stella ingat, tadi disaat dirinya di regang oleh preman itu, tas sempat terjatuh dan tidak sempat dia ambil kembali. Beruntung suaminya itu menemukan dirinya tepat waktu, jika tidak Stella tidak tai nasib buruk apa lagi yang akan menimpanya kali ini.


"Terimakasih Mas! Jika tidak ada kamu, aku tidak tau akan jadi seperti apa nantinya" Jawab Stella bersyukur.


Kairo tersenyum senang, "Aku akan selalu melindungi mu sayang!" Jawab Kairo.


Setelah beberapa saat, Kairo pun menelepon Sekertaris pribadinya Hans. Untuk datang ke lokasi kejadian istrinya di regang. Dia tidak akan membiarkan pria itu hidup dengan damai. Kairo akan menghukum siapapun yang berani menyakiti istrinya.


Setelah Hans datang. Kairo langsung memerintahkan Hans untuk mengurus segalanya. Dan memberikan pelajaran kepada preman itu sebelum dia di bawa ke kantor polisi.


Di dalam mobil.


Stella masih bersandar di bahu Kairo dan memeluknya mesra.


"Mas!" Seru Stella lembut.


"Ada apa sayang?" Tanya Kairo.


"Berapa uang yang kau perlukan untuk membayar gaji karyawan mu?" Tanya Stella.


Kairo melepaskan pelukannya, dia menatap Stella dengan kedua alis yang saling bertautan heran.

__ADS_1


"Kamu tau dari mana?" Tanya Kairo cepat dengan wajah yang heran. Seingatnya, dia belum menceritakan semuanya kepada Stella mengenai masalah perusahaannya ini.


"Aa-aku......" Stella bingung. Apakah dia harus bercerita kebenarannya? bahwa sebenarnya dia sudah menguping pembicaraan Kairo dan Bella di rumah sakit tadi.


"Katakan saja! Aku tidak akan marah" Ujar Kairo lembut.


Stella pun sedikit mendongakkan kepalanya ke atas, menatap wajah Kairo yang juga melihat wajahnya.


"Aku tidak sengaja mendengar percakapan Mas dan juga Bella di rumah sakit. Maafkan aku Mas!" Jawab Bella ragu dengan wajah tertunduk.


Kairo terlihat tersenyum biasa. Tidak marah atau apapun kepada Stella sedikit pun. Ia mengangkat dagu manis itu agar mendongak menatap wajahnya, manik mata tulus itu selalu bisa menyihir hati Kairo yang selalu membuat Kairo tidak bisa berpaling dari wanita cantik.


"Puaskan aku malam ini, maka aku akan memaafkan mu!" bisik Kairo mesum. Yang membuat Stella sedikit menggeliat geli.


Stella pun hanya bisa tersenyum malu. Wajahnya langsung memerah, karena perkataan Kairo membuatnya sangat malu di dengar oleh supir di depan mereka.


Tidak lama, mobil itu pun berhenti tepat di depan halaman rumah. Stella keluar, setelah di bukakan pintu oleh Kairo. Stella pun menggandeng lengan suaminya dengan mesra. berjalan masuk dengan wajah bahagia.


"Lihat tuh si wanita pelakor! Dimana-mana pelakor itu jahat banget ya? Tuan Kairo juga gak punya perasaan. Masak istrinya sakit dan keguguran anaknya dia senang-senang aja sama wanita simpanannya itu. Wanita itu memang gak punya malu" Ujar kepala pelayan kepada rekan kerjanya. Mereka terlihat berkumpul dengan bergosip tentang majikan mereka.


Mereka semua terlihat sangat membenci Stella. Karena sudah menjadi pelakor yang tidak tahu diri.


Pada kenyataannya, mereka hanya tidak mengetahui kebenaran tentang Bella. Dan hanya melihat sisi luarnya saja, dan menganggap Stella lah yang sudah menjadi duri dan menyebabkan kehancuran rumah Tangga Kairo dan Bella.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️


__ADS_2