Ranjang Hangat Sang Pelakor

Ranjang Hangat Sang Pelakor
Bab 7 Balas Dendam


__ADS_3

Sesampainya di sebuah rumah minimalis sederhana. Stella masuk ke dalam rumahnya dengan tatapan dingin. Mengingat perkataan Pengacaranya tadi membuat Stella benar-benar sangat marah. Ia tidak habis pikir, hanya karena yang dia lawan adalah orang kaya, nyali pengacara itu akan sangat mudah menciut dan melupakan sumpahnya untuk membela kebenaran dan menghukum mereka yang salah.


Stella begitu geram, Dendam pun mulai menguasai hati dan diri Stella. Mulai dari dirinya yang mencintai Kairo, lalu Bella muncul merusak segala kebahagiaan itu dan membunuh ibunya tanpa rasa bersalah sedikit pun. Itu sudah sangat keterlaluan.


"Lihat saja Bella. Kau yang memulai perang ini. Aku sudah mencoba mengikhlaskan segalanya, tapi sepertinya kamu selalu saja mengusik ketentraman hidup ku. Jangan salahkan aku membalas semua perbuatan mu itu" Ujar Stella dengan penuh dendam dan kebencian.


Stella pun bertekad akan membalas dendam kepada Bella dengan menjadi pelakor sungguhan untuk menyakiti Bella dengan menggunakan Kairo. Selain itu, Stella juga sudah memikirkan harus dengan apa dia memberi pelajaran kepada Kairo yang sudah berbohong kepadanya.


"Aku akan merebut kebahagiaan mu Bella. Sama seperti kau merebut kebahagiaan ku Bella. Akan aku rebut segalanya, dan akan ku buktikan kesalahan mu kepada seluruh dunia. Hingga membuat mu menyesal karena telah melakukannya" Ujar Stella lagi dengan penuh tekad dan dendam yang membara.





Stella berpikir, bahwa tidak ada rencana yang lebih bagus dari pada menyakiti perasaan Bella. Stella tau, bahwa Bella sangat mencintai Kairo. Dengan begitu, Stella pun berpikir akan merebut Kairo kembali dan menjadi pelakor di dalam rumah tangga Bella dan membuat wanita itu menyesal karena sudah berurusan dengan dirinya.


Di bawah sinar matahari yang terik, Stella dengan penampilan berbeda, berdiri di depan gedung yang menjulang. Dengan kacamata dan masker hitam yang dia pakai, serta rambut yang di kuncir kuda dengan topi hitam dikepalanya, dia berpikir tidak akan ada yang mengenalinya serta mencurigai dirinya kini yang sedang memperhatikan sebuah gedung perusahaan dengan nama PT. Antarna Grup. Perusahaan yang dimiliki oleh Kairo.


Awalnya memang Stella tidak mengetahui dimana letak asli perusahaan milik Kairo. Karena Kairo selalu bisa berbohong kepadanya, dan bodohnya dulu dia selalu percaya bahwa suaminya itu pergi bekerja ke luar kota. Pada kenyataannya, Kairo pergi ke tempat istri sah nya yang berada di kota lain denganya.


"Jadi ini perusahaan milik kamu Mas?".


"Tunggu kedatangan ku segera. Aku akan membuat kejutan untukmu segera. Terutama untuk istri sah mu itu, aku akan membuat kejutan yang tidak terduga untuknya" Stella menyeringai licik dengan sedikit bibir yang sengaja di naikan ke atas.

__ADS_1


Stella pun berjalan menjauh dari perusahaan itu setelah mengetahui tempat perusahaan Kairo.


Stella berencana akan melamar pekerjaan disana, dan berpura-pura tidak mengetahui kalau itu adalah perusahaan milik suaminya sendiri.


Dan di sanalah, Stella akan memulai balas dendamnya kepada Bella dan menjadi pelakor di dalam rumah tangga Bella.


Stella akan mengobrak abrik perasaan Bella dan membuat wanita itu benar-benar kesakitan, sama seperti dirinya yang merasa sakit karena ulah Kairo dan Bella.


Tidak lama setelah di dalam perjalanan. Stella pun Sampai di depan rumahnya. Terlihat Toni sedang berdiri di depan pintu. Stella pun segera mendekat, "Toni! Kamu kesini? Kenapa tidak bilang?" Tanya Stella.


"Kebetulan tadi aku lewat jadi singgah deh! Aku sudah pindah tugas. Jadi aku akan bekerja di rumah sakit dekat sini" balas Toni dengan senyuman manisnya.


"Oh ya! Ini aku bawain buah-buahan untuk kamu. Ini bagus untuk kehamilan kamu, dimakan ya!" Lanjut Toni dengan memberikan sekantong besar yang isinya bermacam-macam buah-buahan.


Stella menatap haru, disaat seperti ini dirinya sangat membutuhkan sosok suami, dia membutuhkan sosok Kairo yang memberikan perhatian atas kehamilannya. Namun kenyataannya, Kairo tidak ada disana dan hanya ada Toni yang selalu ada untuknya dan membantu segala urusannya. Hingga Toni dengan ikhlas memberikan semua perhatiannya kepada dirinya, layaknya seorang suami yang sedang memperhatikan istrinya yang sedang hamil.


Air mata Stella jatuh begitu saja. Hal itu sontak membuat Toni menatap heran dan segera mendekati Stella.


"Kamu kenapa?" Toni bertanya dengan khawatir.


"Apa kamu sedang sakit? Atau apa yang sakit?" Tanya Toni lagi. Lelaki itu terus bertanya dan terlihat sangat khawatir. Dia pikir, Stella merasakan sakit. Karena dia tidak tau pasti apa yang membuat wanita itu menjadi sedih.


"Terimakasih Ton! Terimakasih untuk semua ini! Aku tidak akan melupakan kebaikan mu" Stella menghamburkan pelukannya kepada Toni.


Toni hanya diam dengan membalas pelukan dengan penuh kehangatan.

__ADS_1


"Aku melakukannya karena aku mencintaimu Stella. Tapi aku tidak punya berani untuk mengatakan perasaan ku yang sebenarnya. Aku tidak ingin karena perasaan ku ini, kau akan menjauhi aku" Batin Toni.


"Ton! Nanti pulang bekerja singgah lagi ya! Aku mau masak makanan kesukaan kamu. Kamu mau kan kesini lagi?" Tanya Stella penuh harap.


Toni tersenyum, lalu mengangguk mengiyakan, "Iya, nanti aku kesini lagi. Masaknya yang enak ya! Jangan keasinan! Biar aku gak bosen numpang makan kesini. Hahah" Toni tertawa menggoda. Yang membuat Stella spontan memukul pundak Toni. Mereka berdua pun tertawa bersama dengan penuh canda.


Toni cukup senang melihat tawa Stella sudah mulai kembali seperti dulu. Setidaknya, walaupun tidak bisa memiliki, Toni bisa membuat Stella selalu tersenyum bahagia. Itu sudah lebih dari cukup untuknya. Toh mencintai tidak juga harus memiliki bukan?


Cinta di dalam diam itu memang sakit. Tetapi, cinta juga tidak perlu egois.


"Ya sudah! Aku pergi dulu ya! Kamu hati-hati. Jaga kandungan dengan baik dan makan yang banyak biar dedeknya sehat sampai lahiran" Ujar Toni setelahnya.


"Iya..kamu juga harus hati-hati bekerjanya. Jangan lupa cari calonnya, siapa tau di rumah sakit baru ada yang kecantol sama perawan cantik" Ucap Stella menggoda.


Toni hanya tersenyum menanggapi. Walaupun di dalam hatinya ada sejuta perasaan untuk wanita yang ada di depannya ini. Wanita yang dia sebut dengan sahabat masa kecil.


Toni pun pergi setelah berpamitan. Dan Stella juga masuk ke dalam rumah dengan membawa buah-buahan yang di berikan oleh Toni tadi.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️


__ADS_2