Ranjang Panas Sang CEO 1

Ranjang Panas Sang CEO 1
Empat Bulan Kemudian


__ADS_3

Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya, Rico sudah menemukan jodohnya dan sebentar lagi akan menikah sedangkan Ronald dan Marcel belum menemukannya. Hingga suatu ketika ...


"Kak Ronald, aku meminta tolong sama Kak Ronald untuk menjemput sahabatku yang bernama Sandra karena mantan kekasihnya ingin mengajak balik sedangkan Sandra tidak bersedia. Apakah Kak Ronald bisa?" Tanya Karen sambil menatap Ronald penuh harap.


"Tentu saja bisa, apa nama butiknya?" Tanya Ronald.


Selama ini Ronald enggan menuruti permintaan seorang wanita yang dekat dengan Rico tapi kini Ronald bersedia karena Karen mengatakan kata tolong. Sedangkan wanita lain menyuruhnya tidak sopan dan tidak pernah mengatakan kata tolong.


"Butik Sandra, butik Sandra ada di mall dan nama mallnya Nicole Raka Alexander." Jawab Karen.


"Itukan mall milik orang tua Tuan Muda Rico." ucap Ronald sambil menatap ke arah Rico.


"Maaf aku tidak tahu." Ucap Karen.


"Tidak apa-apa, ayo kita temui ke dua orang tuaku." Jawab Rico.


"Ok." Jawab Karen singkat.


"Ronald, jemput sahabat calon istriku!" Perintah Rico.


"Baik Tuan." Jawab Ronald patuh.


"Terima kasih kak Ronald." Ucap Karen.


"Sama-sama Nyonya." Jawab Ronald.


Ronald pergi meninggalkan mansion milik orang tua Rico menuju ke arah butik.


"Eh tunggu, bukankah Marcel menyukai Sandra? Lebih baik aku hubungi Marcel." Ucap Ronald sambil menepikan mobilnya.


Ronald menghubungi Marcel untuk datang ke butik setelah beberapa saat Ronald memutuskan sambungan komunikasi. Ronald sangat senang karena bisa mendekatkan Marcel dengan Sandra.


"Semoga Marcel dan Sandra bisa menikah sama seperti Tuan Rico dengan Nyonya Rico yang sebentar lagi akan menikah." Ucap Ronald sambil menyalakan mesin mobil.


"Aku tidak tahu apakah aku berjodoh dengan Kasandra atau tidak karena aku tidak ingin terlalu berharap." Sambung Ronald.


xxxxxxx


Di tempat yang berbeda tepatnya di butik Sandra, Sandra duduk sambil menunggu kedatangan sahabatnya Karen atau sahabat satunya yang bernama Kasandra karena dirinya malas keluar mengingat mantan kekasihnya mengejar dirinya.


"Karen dan Kasandra sudah aku wa dan sudah conteng dua tapi kenapa belum datang juga?" Tanya Sandra pada dirinya sendiri sambil menatap ke arah pintu masuk.


"Syukurlah Kasandra sudah datang dan kebetulan butik ku juga mau tutup." Ucap Sandra sambil bersiap untuk menutup butiknya.


"Maaf San, jalanan macet." Ucap Kasandra merasa bersalah.


"Ok, tidak apa-apa santai saja." Jawab Sandra.


Mereka pun keluar dari butik tersebut dan mantan kekasihnya yang sejak tadi menunggu Sandra langsung menghadang Sandra bersamaan kedatangan mantan kekasihnya Kasandra bersama calon istrinya.


"Sandra, akhirnya kamu keluar juga dari tadi aku menunggu di luar." Ucap mantan kekasihnya.


"Kebetulan sekali kita bertemu di sini karena kami akan memberikan undangan pernikahan kami." Ucap wanita itu sambil tersenyum devil karena berhasil merebut calon kekasihnya.


"Lebih baik kalian pergilah, toko kami jadi kotor akan kedatangan kalian." Usir Sandra.


"Cihhhhh... Sombong sekali, butik kecil seperti ini saja bangga. Calon suamiku bisa membelikan aku butik sekaligus empat seperti butik mu." Ucap wanita itu dengan perasaan bangga.


"Aku tidak perduli mau empat, mau seribu butik aku tidak perduli. Ayo Sandra kita pergi dari sini." Ucap Kasandra sambil menarik tangan sahabatnya.


"Tunggu ini undangan pernikahan kami." Ucap wanita tersebut sambil memberikan undangan pernikahan.

__ADS_1


"Undangan pernikahan sudah aku terima, sekarang kami mau pergi dan jangan mengusikku." Ucap Kasandra sambil menerima undangan tersebut.


"Kamu lihat sendirikan undangan pernikahan kami sangat mewah karena kami akan menikah di hotel bintang lima di mana tidak semua orang bisa menikah di hotel bintang lima itu." Ucap wanita itu dengan wajah angkuh dan sombong tanpa memperdulikan ucapan Kasandra.


Kasandra yang sangat kesal dengan kesombongan wanita itu membuat Kasandra membuang undangan pernikahan tersebut di tong sampah membuat wanita sombong itu sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Kasandra.


"Apa yang kamu lakukan!" Teriak wanita itu.


"Bukankah undangan ini sudah diberikan padaku? Jadi terserah aku dong mau melakukan apa dengan undangan itu? Mau aku pakai ganjalan pintu atau mau aku buang di tong sampah." Jawab Kasandra dengan nada santai.


"Kau ..." Ucapan wanita tersebut terpotong oleh Sandra.


"Kalian adalah sampah jadi sudah seharusnya di buang tong sampah, benar begitu Kasandra?" Tanya Sandra sambil tersenyum devil ke arah wanita itu.


"Tepat sekali." Jawab Kasandra sambil ikut tersenyum devil.


"Sandra aku ingin bicara denganmu." Ucap mantan kekasihnya yang sejak tadi mendengarkan percakapan mereka sambil menyentuh tangan Sandra.


Plak


"Jangan pernah sekali-kali tangan kotor mu menyentuh tanganku." Ucap Sandra sambil menepis tangan mantan kekasihnya dengan kasar.


"Lebih baik kita pergi saja." Ucap Kasandra dan Sandra bersamaan.


"Tunggu!" Teriak mereka bertiga bersamaan sambil menahan amarahnya terhadap Sandra dan Kasandra.


Kasandra dan Sandra tidak memperdulikan teriakan mereka membuat mereka marah dan menyerang Kasandra dan Sandra. Kasandra dan Sandra yang tahu akan di serang melawan mereka hingga terdengar suara teriakan dua pria tampan.


"Berhenti!" Teriak ke dua pria tampan tersebut karena melihat para pengunjung mall menonton kejadian tersebut bahkan merekam pertengkaran mereka.


Dua pria tampan tersebut memberi kode ke arah anak buahnya dan serempak segerombolan pria berseragam hitam-hitam meminta para pengunjung untuk di minta menghapus rekaman tersebut jika tidak berakhir tragis.


Para pengunjung yang ketakutan terpaksa menghapus kemudian satu persatu pergi meninggalkan tempat tersebut sedangkan ke lima yang tadi berkelahi termasuk Sandra dan Kasandra menatap ke dua pria tampan tersebut.


Grep


Grep


Kasandra dan Sandra saling memandang kemudian menganggukkan kepalanya tanda setuju. Kasandra dan Sandra berjalan ke arah ke dua pria tampan tersebut kemudian memeluknya dari arah depan.


Hal itu membuat ke dua pria tampan tersebut sangat terkejut sekaligus ingin marah karena ada yang berani menyentuh tubuh mereka oleh Kasandra dan Sandra.


'Aku mohon, pura-pura menjadi kekasihku agar pria itu tidak mengganggu diriku.' bisik Sandra dengan nada memohon sambil menatap ke arah Marcel.


'Aku mohon, pura-pura menjadi kekasihku agar pria dan calon istrinya itu tidak mengganggu diriku.' bisik Kasandra dengan nada ikut memohon sambil menatap ke arah Ronald.


Ke dua pria tampan tersebut menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian membalas pelukan Kasandra dan Sandra sedangkan ke dua pria yang merupakan mantan kekasihnya menahan amarahnya.


Setelah beberapa saat Kasandra melepaskan pelukan Ronald begitu pula dengan Ronald. Kasandra kembali memeluk tapi bukan memeluk dari arah depan melainkan pinggang Ronald membuat Ronald membalas memeluk pinggang Kasandra.


"Oh ya kenalkan ini kekasihku tepatnya calon suamiku." Ucap Kasandra sambil mata Kasandra menatap ke arah pria tersebut dengan tatapan memohon.


"Dia siapa sayang?" Tanya pria tampan tersebut yang tidak lain bernama Ronald yang terpaksa mengikuti permainan Kasandra.


"Dia mantan kekasihku dan sebelah nya lagi calon istrinya. Aku dan sahabatku ingin pulang tapi mereka mengusikku padahal aku sudah tidak tertarik dengan pria itu." Jawab Kasandra menjelaskan.


"Cihhhhh... Aku tidak percaya kalau kamu tidak tertarik dengan calon suamiku apalagi kami menikah di hotel bintang lima." Jawab wanita itu sambil menahan amarahnya.


"Oh ya aku masih ada undangan untuk kekasihmu dan aku minta jangan memberikan kado sederhana karena kami pasti akan membuangnya. Walau pakaian kekasihmu terlihat mahal tapi aku percaya pasti pakaiannya boleh pinjam sama bosnya." Hina wanita itu.


"Walau kekasihku sederhana tapi kekasihku setia tidak seperti calon suamimu yang hobby nya celup sana sini." Ucap Kasandra dengan wajah sinis sambil masih memeluk pria tampan tersebut dari arah samping dengan erat.

__ADS_1


"Dasar wanita jal**ng!" Maki mantan kekasihnya dan bersiap ingin menampar pipi Kasandra.


Grep


"Jangan pernah menampar calon istri ku." Ucap Ronald sambil menahan tangan pria tersebut agar tidak menampar pipi Kasandra.


"Akhhhhhhhh .... Sakit!" Teriak pria tersebut ketika telapak tangannya di tekuk.


"Memang kalian menikah di hotel mana?" Tanya Ronald sambil melepaskan tangannya dan mendorong pria tersebut dengan kasar dan nyaris terjatuh jika tidak menjaga keseimbangan.


"Hotel Marcel Internasional, di mana tidak ada yang bisa menikah di hotel itu." Jawab wanita itu dengan wajah masih sombong.


"Siapa nama kalian?" Tanya Ronald dengan nada dingin dan wajah datar.


"Calon suamiku Mas Sukirno kepanjangan dari Suka Mikir Porno sedangkan namaku ..." Ucapan wanita itu terpotong oleh Ronald.


"Marcel." Panggil Ronald.


Marcel yang namanya di panggil langsung melepaskan pelukannya dengan sangat terpaksa kemudian mengambil ponselnya dari saku jasnya untuk menghubungi seseorang dan sambungan pertama langsung di angkat.


'Akhirnya lepas juga pelukannya karena dari tadi mau melepaskan pelukannya susah banget.' Ucap Sandra dalam hati.


("Batalkan tempat acara pernikahan atas nama Sukirno kepanjangan dari Suka Mikir Porno!" Perintah Marcel).


("Baik Tuan." Jawab orang kepercayaannya).


Tut Tut Tut


Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh Marcel kemudian Marcel menyimpan kembali ponselnya di saku jasnya.


"Pffftttt ... Hahaha ... Gayanya menghubungi orang untuk membatalkan tempat acara pernikahan kami." Ledek wanita tersebut sambil tertawa.


"Ayo sayang kita pergi dari sini." Ajak Marcel sambil menjentikkan jarinya tanpa memperdulikan hinaan dari wanita sombong tersebut.


"Baik sayang." Jawab Sandra dengan wajah bingung begitu pula dengan Kasandra yang berada di sampingnya.


Sandra dan Marcel berjalan meninggalkan tempat tersebut dengan diikuti oleh Kasandra dan Ronald sedangkan tiga orang tersebut berteriak sambil mengejar Sandra dan Kasandra namun di tahan oleh para anak buahnya.


Tidak berapa lama ponsel milik Sukirno berdering membuat Sukirno mengambil ponselnya untuk mengetahui siapa yang menghubungi dirinya ternyata manager Hotel Marcel Internasional.


("Hallo. " Panggil Sukirno).


("Maaf Tuan, Minggu depan Tuan tidak bisa merayakan pesta pernikahan di hotel kami." Ucap manager hotel).


("Apa? Kenapa bisa?" Tanya Sukirno dengan wajah terkejut).


("Karena Tuan sudah menyinggung pemilik hotel kami Tuan Muda Marcel." Jawab Manager hotel tersebut).


Tut Tut Tut Tut


Tanpa menunggu jawaban sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak membuat Sukirno berteriak.


"Akhhhhhhhh ... Si*l!" Teriak Sukirno dengan nada frustrasi karena undangan pernikahan mereka sudah di sebar.


"Ada apa?" Tanya calon istrinya dengan wajah terkejut.


"Kita tidak jadi menikah di Hotel Marcel Internasional." Jawab Sukirno.


"Apa?" Bagaimana bisa." Tanya kekasihnya.


"Gara-gara kamu menyinggung Tuan Marcel maka Tuan Marcel melarang kita menikah di hotelnya." Jawab Sukirno dengan nada kesal.

__ADS_1


"Kok aku disalahkan? Seharusnya yang disalahkan wanita murahan itu." Ucap calon istrinya yang tidak merasa bersalah sedikitpun.


__ADS_2