Ranjang Panas Sang CEO 1

Ranjang Panas Sang CEO 1
Saling Mencintai


__ADS_3

"Daddy, Sandra juga sangat mencintai Kak Marcel jadi jangan pisahkan kami karena kami saling mencintai." Ucap Sandra.


Tuan Besar Reyhan pura - pura menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil melirik ke arah sahabatnya yang menahan senyum.


"Baiklah, dengan sangat terpaksa Daddy menerima Marcel menjadi menantuku." Ucap Tuan Besar Reyhan.


Bugh


"Dengan sangat terpaksa, putraku sangat tampan dan pasti banyak gadis yang suka." Ucap Daddy Angelo sambil memukul bahu sahabatnya.


"Memang benar tapi putramu sangat tergila-gila dengan putriku." Ledek Tuan Besar Reyhan.


"Daddy, Kak Reyhan bisakah berhenti bertengkar yang tidak berguna?" Tanya Mommy Angel.


"Tahu nih, sejak dulu selalu bertengkar dam berdebat yang tidak berguna." Celetuk Mommy Amel.


"Hehehehe.." Tawa ke dua pria tersebut bersamaan.


"Kapan kalian berencana untuk menikah?" Tanya Mommy Amel dengan wajah serius.


"Sebulan setelah pernikahan ke dua sahabat kami." Jawab Marcel.


"Bagaimana kalau minggu depan kalian bertunangan setelah sebulan kemudian kalian menikah?" Tanya Mommy Angel memberikan usulan.


"Usul yang bagus, aku setuju." Jawab Mommy Amel.


"Mengenai acara pernikahan biarkan kami yang mengurus semuanya dan kalian tinggal terima beres." Sambung Mommy Angel.

__ADS_1


"Baik Mom." Jawab Marcel dan Sandra bersamaan.


"Kalau begitu kalian pergilah ke butik untuk membeli gaun pesta dan jas pesta untuk acara pertunangan sekalian membeli cincin pertunangan." Ucap Mommy Amel.


"Baik Mom." Jawab Marcel dan Sandra bersamaan lagi.


Marcel dan Sandra mencium punggung tangan ke dua orang tua Marcel dan Sandra secara bergantian kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Marcel memeluk pinggang Sandra begitu pula dengan Sandra sambil sesekali mereka tersenyum bahagia tanpa menyadari kalau ada sepasang mata menatap mereka dengan tatapan kebencian, siapa lagi kalau bukan Bela.


Ketika Bela keluar dari ruang kerja milik Marcel, Bela menempelkan telinganya di depan pintu untuk mendengarkan percakapan mereka. Namun sayang Bela sama sekali tidak bisa mendengarnya, hal itu dikarenakan ruangan milik Marcel kedap suara.


Bela terpaksa bersembunyi menunggu mereka keluar ruangan hingga Bela melihat Marcel dan Sandra saling berpelukan.


'Si*l seharusnya akulah yang berada di samping Marcel. Aku akan cari cara supaya Marcel membenci Sandra dan akhirnya memilih diriku sebagai istrinya.' Ucap Bela dalam hati sambil melihat mereka masuk ke dalam kotak 🔲 persegi empat tersebut.


"Aku tersenyum karena ke dua orang tua kita merestui hubungan kita." Jawab Sandra sambil tersenyum bahagia.


"Kakak juga sangat bahagia dan Kakak tidak sabar untuk menikah dengan orang yang Kakak cintai yaitu dirimu." Ucap Marcel.


Sandra hanya tersenyum mendengar ucapan Marcel dan Marcel pun membalas senyuman Sandra.


xxxxxxx


Di tempat yang berbeda di mana dokter Kasandra dan Ronald berada di rumah makan Sehati Sejiwa di mana seorang pelayan rumah makan berdiri menunggu pesanan dokter Kasandra dan Ronald.


"Kak Ronald makan apa?" Tanya dokter Kasandra.

__ADS_1


"Apa saja Kakak suka." Jawab Ronald.


"Kalau begitu aku pesan Palumara bandeng dan ayam serundeng berikut lalapan dan sambal." Ucap dokter Kasandra pada pelayan rumah makan.


"Baik, ada yang lainnya?" Tanya pelayan rumah makan.


"Kak Ronald ada tambahan?" Tanya dokter Kasandra.


"Tidak ada." Jawab Ronald.


"Oh ya kurang minimnya." Sambung Ronald.


"Ya ampun sampai lupa." Ucap dokter Kasandra sambil menepuk keningnya.


"Aku ingin minumannya teh manis hangat kalau Kak Ronald?" Tanya dokter Kasandra sambil menatap ke arah Ronald.


"Samakan saja." Jawab Ronald sambil masih tersenyum melihat dokter Kasandra menepuk keningnya.


"Ok, minumannya teh manis hangat sama dua botol mineral." Ucap dokter Kasandra.


'Kasandra memang berbeda dengan mantanku, dulu ketika aku makan bersama mantanku harus makan di restoran yang mahal dan tidak pernah mau makan di sini selain itu setiap memesan makanan hanya memesan untuk dirinya sendiri. Tanpa memperdulikan aku mau makan apa, aku harap Kasandra tetap seperti ini dan keluarganya merestui kami.' Ucap Ronald dalam hati.


"Baik Nona, kalau begitu saya permisi dulu." Pamit pelayan tersebut.


Dokter Kasandra hanya menganggukkan kepalanya kemudian pelayan rumah makan itupun pergi meninggalkan mereka berdua.


"Kapan kamu mau memperkenalkan aku ke dua orang tuamu?" Tanya Ronald yang ingin secepatnya menikah dengan dokter Kasandra.

__ADS_1


__ADS_2