
Ronald yang mendengar suara familiar sangat terkejut kemudian melepaskannya dan langsung memaksakan membuka matanya.
"Maaf, Kakak tidak sengaja." Ucap Ronald merasa bersalah sambil duduk di ranjang.
"Tidak apa-apa Kak, maaf telah mengganggu tidur Kakak." Ucap dokter Kasandra sambil memijat telapak tangannya yang masih terasa nyeri.
"Memang tadi kamu melakukan apa?" Tanya Ronald sambil ikut memijat telapak tangan dokter Kasandra.
"Aku ingin melepaskan sepatu pantofel milik Kakak tapi pas mau di buka tanganku langsung di tekuk." Ucap dokter Kasandra sambil menikmati di pijat oleh Ronald.
"Maaf, Kakak benar-benar tidak sengaja karena Kakak melakukan itu secara refleks." Ucap Ronald.
"Tidak apa-apa Kak, lebih baik kita keluar untuk makan bersama." Ucap dokter Kasandra sambil menarik tangannya secara perlahan.
Ronald hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka keluar dari kamar dan berjalan ke arah anak tangga.
Satu demi satu mereka menuruni anak tangga hingga akhirnya mereka melihat di bawah tangga Marcel dan Sandra sedang meletakkan makanan yang sudah matang.
"Kalian sudah turun, kebetulan kita langsung makan bersama." Ucap Sandra.
"Ok." Jawab dokter Kasandra sambil duduk di kursi makan begitu pula dengan yang lainnya.
Sandra mengambil piring milik Marcel kemudian Sandra mengambil makanan. Sedangkan dokter Kasandra dan Ronald menatap ke arah meja makan yang banyak menu masakan.
"Makanan sebanyak ini mana bisa habis?" Tanya dokter Kasandra.
"Tenang saja kan ada Kak Marcel dan Kak Ronald." Jawab Sandra.
"Maaf ya, aku makannya tidak segitu banyaknya." Ucap Ronald dan Marcel bersamaan.
"Masih kurang Kak?" Tanya Sandra.
"Cukup." Jawab Marcel singkat dengan wajah terkejut karena untuk pertama kalinya dirinya diperlakukan seperti itu.
'Biasanya mantan kekasihku jika lapar hanya memikirkan perutnya tanpa memperdulikan aku. Terlebih untuk pertama kalinya aku memasak dengan seorang gadis dan gadis itu bernama Sandra.' Sambung Marcel dalam hati.
'Seandainya saja Kasandra sama seperti Sandra alangkah bahagianya aku. Aduh sadar Ronald Kasandra seorang dokter sudah syukur dia mau mengenalmu lebih dekat.' Ucap Ronald dalam hati.
__ADS_1
"Kak Marcel, mau makan yang mana?" Tanya Sandra.
"Mau yang ini, ini dan ini." Jawab Marcel sambil menunjuk makanan.
"Ok." Jawab Sandra sambil mengambil makanan yang di tunjuk oleh Marcel.
Setelah selesai barulah Sandra mengambil makanan untuk dirinya sendiri dan berlanjut ke dokter Kasandra.
"Kak Ronald, mau makan yang mana?" Tanya dokter Kasandra sambil mengambil piring milik Ronald.
Deg
Jantung Ronald berdetak kencang dengan ucapan dokter Kasandra karena baru kali ini dirinya diperhatikan terlebih gadis yang memperhatikan nya adalah orang yang disukainya.
'Aku sangat senang karena ternyata Kasandra memperhatikan aku.' Ucap Ronald dalam hati.
"Kak Ronald." Panggil dokter Kasandra.
Hening
Pluk
"Kak Ronald." Panggil dokter Kasandra ulang sambil menepuk bahu Ronald.
"Kak Ronald mau makan apa?" Tanya dokter Kasandra.
"Apa saja." Jawab Ronald.
"Ok." Jawab dokter Kasandra singkat.
Dokter Kasandra mengambil makanan sambil sesekali bertanya sudah cukup atau nambah hingga akhirnya dokter Kasandra sudah selesai mengambil makanan untuk Ronald dan dirinya.
Mereka berdoa terlebih dahulu setelah selesai barulah mereka makan tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum.
"Kak Ronald dan Kak Marcel duduk saja di ruang keluarga biar kami berdua membereskan ini semua." Ucap dokter Kasandra.
"Tapi tidak enak kalau kami tidak membantu kalian." Ucap Ronald.
"Betul sekali." Sambung Marcel.
__ADS_1
"Di bikin enak saja." Ucap Dokter Kasandra dan Sandra bersamaan.
"Oh ya makanannya masih ada banyak, kami bungkus buat Kak Ronald dan kak Marcel ya?" Tanya dokter Kasandra.
"Jadi ngerepotin." Ucap Marcel.
"Tidak repot kok." Jawab Sandra.
"Santai saja, anggap saja rumah sendiri jadi silahkan bersantai di ruang keluarga." Sambung dokter Kasandra.
Ronald dan Marcel langsung berdiri sambil menganggukkan kepalanya kemudian berjalan ke arah ruang keluarga. Sedangkan dokter Kasandra dan Sandra mengambil rantang susun lima kemudian mengisi rantang tersebut untuk diberikan Marcel dan Ronald.
Setelah beres rantang di letakkan di meja makan kemudian membereskan meja makan dan mencuci piring dan gelas yang kotor. Hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai mengerjakan semuanya.
"Aku ingin buat minuman dan kamu siapkan cemilan yang kemarin kita buat." Ucap dokter Kasandra.
"Ok." Jawab Sandra singkat dengan menyatukan jari telunjuk dan ibu jari seperti ini 👌.
Skip
Kini mereka berada di ruang keluarga dan duduk saling berhadapan di mana dokter Kasandra duduk di samping Sandra sedangkan Marcel duduk di samping Ronald yang hanya dibatasi oleh meja.
"Silahkan di makan cemilan buatan kami." Ucap dokter Kasandra.
"Ok." Jawab ke dua pria tampan tersebut.
Ke dua pria tampan tersebut mengambil cemilan kemudian memakannya.
"Sangat enak, kalau setiap hari seperti ini bisa - bisa aku gendut." Ucap Marcel.
"Sama, lihat perutku." Ucap Ronald sambil menunjukkan perutnya yang agak buncit.
"Pffttttttt hahahaha..." Tawa lepas dokter Kasandra dan Sandra bersamaan.
"Hahahaha..." Sambung Ronald dan Marcel ikut tertawa lepas.
Mereka tertawa bersama hingga beberapa saat kemudian mereka berhenti tertawa.
"Oh ya, besok aku ada acara ulang tahun di perusahaan. Apakah kamu mau menjadi pendampingku di pesta ulang tahun perusahaan?" Tanya Ronald pada dokter Kasandra.
__ADS_1
"Kalau aku, ke dua orang tuaku ingin mengadakan pesta ulang pernikahan. Apakah Sandra mau menjadi pendamping di pesta ulang tahun pernikahan?" Tanya Marcel penuh harap.
'Apa yang mesti aku Jawab?' Tanya dokter Kasandra dan Sandra bersamaan dalam hati.