
Mereka mendengarkan percakapan para penjahat lewat cctv yang sudah di retas lewat laptop hingga mereka mendengar ucapan Karen kalau ada bom yang berada di dalam koper yang di bawa oleh para penjahat.
Rico pun pergi diikuti oleh Marcel, Ronald, dokter Kasandra dan Sandra. Setelah sampai di tempat yang di tuju mereka menatap ke enam pria tersebut sambil berjalan perlahan ke arah mereka.
'Jika aku bilang serang maka serang mereka.' ucap Rico dengan suara pelan agar mereka tidak mendengar ucapan Rico.
Marcel, Ronald, dokter Kasandra dan Sandra yang mengerti langsung menganggukkan kepalanya tanda setuju.
'Aku menembak pria pertama dan ke dua dari sebelah kiri, Marcel menembak pria ke tiga dari sebelah kiri, Ronald menembak pria ke empat dari sebelah kiri, Kasandra menembak pria ke lima dari sebelah kiri dan terakhir Sandra dari sebelah kiri. Aku hitung sampai tiga kita tembak bersama-sama.' Ucap Rico dengan suara yang sangat pelan nyaris tidak terdengar namun mereka mendengarnya secara jelas.
Rico mengangkat tangan kirinya dengan jari tertutup kemudian jari telunjuk berdiri dan berlanjut ke jari tengah membuat mereka bersiap mengarahkan pistolnya ke lima pria yang menjadi target mereka. Hingga Rico mengangkat jari manis bersamaan terdengar suara ....
Dor Dor Dor
Dor Dor Dor
Rico menembak pria pertama dari sebelah kiri kemudian menembak lagi pria ke dua begitu pula dengan Marcel menembak pria ke tiga dari sebelah kiri, Ronald menembak pria ke empat dari sebelah kiri, Kasandra menembak pria ke lima dari sebelah kiri dan terakhir Sandra dari sebelah kiri.
"Akhhhhhhhh..." Teriak ke enak pria tersebut bersamaan.
Bruk Bruk Bruk
Bruk Bruk Bruk
Tembakan tersebut tepat mengenai kening ke enam penjahat tersebut membuat mereka berteriak kesakitan dan ambruk seketika sambil menghembuskan nafas terakhirnya.
"Sebagian sudah naik ke atas jadi kita bagi dua kelompok. Aku dan Ronald sedangkan Marcel bersama Kasandra dan Sandra." Ucap Rico.
__ADS_1
"Ok." Jawab mereka bersamaan.
Sebenarnya Ronald tidak ingin berpisah dengan dokter Kasandra tapi dirinya tidak bisa egois.
Mereka pun berpisah untuk menumpas semua para musuhnya tanpa sisa sedikitpun hingga dua jam lamanya akhirnya dimenangkan oleh keluarga besar Daddy Raka.
Kini mereka kembali ke tempat semula hingga Daddy Raka membagi dua kelompok. Kelompok pertama yang terdiri dari Daddy, Mommy, Rico, Ronald dan Marcel bersama para anak buah Daddy dan Rico pergi menyerang musuh sedangkan kelompok dua Adrian, Leonard, Rani, Karen, Adriana, Sandra dan Kasandra tinggal di mansion.
xxxxxxx
KiniĀ Adrian, Leonard, Rani, Karen, Adriana, Sandra dan dokter Kasandra sudah berada di mansion milik Daddy Raka dengan Mommy Nicole.
"Kita mau retas cctv di mana?" Tanya Karen.
"Lebih baik di ruang kerja milik Daddy." Jawab Rani.
"Sama aku juga, kalau begitu kita semua istirahat saja dulu." Ucap Rani.
"Ok." Jawab Karen dengan singkat.
"Kalau begitu Sandra, Kasandra, Adriana dan Kak Leonard silahkan istirahat di kamar tamu, untuk kamar silahkan pilih kamarnya tapi di lantai tiga ya karena lantai tiga tidak ada yang tempati." Ucap Rani.
"Tenang saja, walau tidak pernah ditempati tapi kamarnya bersih. Selain itu ada pakaian masih baru dan pakaian itu untuk laki-laki dan perempuan jadi silahkan di pilih dan di pakai." Sambung Rani menjelaskan.
"Ok." Jawab Sandra, dokter Kasandra, Adriana dan Leonard bersamaan.
"Oh ya khusus aku, Kak Leonard dan Adriana kumpul di ruang kerja Daddy setelah satu jam kita istirahat dan untuk yang lainnya silahkan boleh melihat atau boleh juga istirahat." Ucap Karen.
__ADS_1
"Ok." Jawab Sandra, dokter Kasandra, Adriana dan Leonard bersamaan lagi.
Mereka pun berjalan ke arah kamar masing-masing untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.
"Kasandra, kita tidur di kamar bersebelahan supaya kalau ada apa-apa tinggal gampang." Ucap Sandra.
"Ok." Jawab dokter Kasandra singkat.
Mereka pun berjalan ke arah kamar masing-masing di mana kamar dokter Kasandra berada di sebelah kanan sedangkan Sandra berada di sebelah kiri.
Dokter Kasandra dan Sandra masing-masing membersihkan tubuhnya yang lengket hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai mandi dan memakai dress yang masih ada label harganya.
Karena mereka berdua tidak bisa IT membuat mereka berbaring di ranjang dan tidak membutuhkan waktu lama ke dua gadis cantik itupun tidur dengan pulas.
Di tempat yang sama namun berbeda ruangan di mana Rani, Karen, Leonard, Adriana dan dokter Adrian duduk bersama.
Karen, Leonard dan Adriana sibuk mengotak atik laptopnya sedangkan Rani dan dokter Adriana menunggu apa yang akan dilakukan oleh mereka.
"Karen, kamu meretas cctv yang berada di luar mansion sedangkan aku meretas cctv yang berada di dalam mansion tapi sebelumnya kamu komunikasi dengan ke dua mertuamu dan suamimu sedangkan aku berkomunikasi dengan Ronald dan Marcel." Ucap Leonard.
"Ok." Jawab Karen singkat sambil membuka laptopnya.
Ketiganya masing-masing sibuk meretas cctv tanpa ada yang mengeluarkan suara sedikitpun.
"Semoga saja mansion milik Daddy tidak di serang." Ucap Rani yang merasa lelah jika harus melawan musuh lagi.
"Semoga saja." Jawab dokter Adrian yang juga berharap kejadian di hotel adalah terakhir dan tidak ada penyerangan lagi.
__ADS_1