
Kini Marcel dan Ronald sudah berada di kamar masing-masing. Baru saja memejamkan matanya dirinya mendapatkan pesan dari Daddy Raka untuk datang di kamar delapan kosong delapan membuat ke dua pria tersebut keluar dari kamarnya.
"Mau kemana Marcel?" Tanya Ronald yang melihat Marcel keluar dari kamarnya.
"Daddy Raka memintaku ke kamar delapan kosong delapan, kalau kamu?" Tanya Marcel balik bertanya.
"Sama, ada apa ya?" Tanya Ronald sambil berjalan ke arah kamar nomer delapan kosong delapan bersama Marcel.
"Entahlah Aku juga tidak tahu." Jawab Marcel sambil menggedikkan bahunya.
Ceklek
Ronald membuka pintu dengan lebar kemudian Marcel masuk ke dalam kamar delapan kosong delapan hingga mereka mendengar suara Rico.
"Kalian juga datang ke sini?" Tanya Rico sambil berjalan ke arah kamar kemudian masuk ke dalam diikuti oleh Ronald.
"Iya, disuruh Daddy Raka untuk datang ke sini." Jawab Ronald.
Rico hanya mengangguk kepalanya hingga mereka melihat Daddy Raka sedang duduk di sofa sambil menatap ke tiga pria tampan tersebut.
"Kalian duduklah." Ucap Daddy Raka.
"Baik." Jawab ke tiga pria tampan tersebut bersamaan.
Daddy Raka menceritakan kejadian waktu di pesta pernikahan Rico dengan Karen dan Rani dengan dokter Adrian. Di mana sebagian tamu undangan menghina ke dua menantunya Karen dan dokter Adrian.
__ADS_1
"Daddy berencana melakukan misi untuk menghancurkan mereka tanpa sisa hingga tidak ada lagi orang yang menghina keluargaku." Ucap Daddy Raka setelah selesai bercerita.
"Rico setuju Dad." Ucap Rico sambil menahan amarahnya karena istrinya sedih gara-gara ucapan sebagian tamu undangan.
"Aku juga setuju." Sambung Ronald dan Marcel bersamaan.
"Kalau begitu kita bagi empat kelompok di mana kita berempat memimpin penyerangan dengan di bantu anak buah kita. Daddy sudah menyiapkan nama-nama yang akan menjadi target yang akan kita serang." Ucap Daddy Raka sambil memberikan kertas ke Rico, Marcel dan Ronald.
"Baik, kalau begitu kita berangkat sekarang Dad." Ucap Rico setelah mereka menerima kertas pemberian Daddy Raka.
"Baik, kita berangkat sekarang." Ucap Daddy Raka.
Ke empat pria tampan tersebut pergi meninggalkan kamar tersebut dan pergi berdasarkan kertas yang diberikan oleh Daddy Raka di mana mereka akan menjadi targetnya.
xxxxxxx
Ronald dan Marcel mengendarai mobil ke arah yang berbeda berdasarkan kertas yang diberikan oleh Daddy Raka bersama anak buah mereka.
Ronald bersama anak buahnya menyerang mansion pada malam hari membuat penjaga mansion mendapatkan serangan yang mendadak membuat mereka berhasil dilumpuhkan dengan sangat mudah terlebih Ronald dan anak buahnya sudah sangat terlatih begitu pula dengan yang lainnya.
"Kita berhasil masuk ke dalam mansion, sebagian dari kalian lumpuhkan semua orang yang ada di dalam mansion dengan menggunakan bom bius agar mereka tidur semua dan sebagian lagi ambil brangkas di ruang kerjanya yang berada di dekat tangga. Aku akan ke kamar pemilik mansion ini beserta putrinya yang sombong itu." Ucap Ronald.
"Baik Tuan." Jawab anak buahnya bersamaan sambil memakai masker agar mereka tidak ikutan pingsan.
Ronald hanya menganggukkan kepalanya kemudian Ronald berjalan ke arah kamar pemilik mansion dengan menaiki anak tangga sambil menggunakan masker.
__ADS_1
Ceklek
Ronald membuka pintu kamar pemilik mansion yang masih tertidur dengan pulas kemudian Ronald berjalan ke arah ranjang mereka.
"Selamat tidur." Ucap Ronald sambil mengarahkan pistolnya ke arah pria paruh baya.
Sepasang suami istri tersebut sangat terkejut mendengar suara Ronald membuat mereka memaksakan membuka matanya dan matanya membulat sempurna.
"Kamu siapa? Tolong..." teriak mereka berdua bersamaan.
Dor
Dor
"Akhhhhh...." teriak mereka berdua bersamaan.
Bruk
Bruk
Ketika sepasang suami istri tersebut berteriak bersamaan Ronald menembak pria paruh baya tersebut kemudian berlanjut ke istrinya. Hal itu membuat mereka berdua berteriak kesakitan kemudian tubuh mereka kejang - kejang dan tidak membutuhkan waktu lama mereka mati di tempat tidur.
Brak
"Ada apa?" Tanya seseorang sambil mendobrak pintu dengan kasar.
__ADS_1
"Siapa Kamu?" tanya orang tersebut.