
Ronald dan dokter Kasandra kini sedang makan daging domba guling lebih tepatnya Ronald meminta disuapi daging domba 🐑 guling oleh dokter Kasandra.
"Kak Ronald, kenapa tidak ambil sendiri?" Tanya dokter Kasandra sambil memasukkan potongan daging domba guling 🐑 ke mulut Ronald.
"Rasanya beda." Jawab Ronald sambil membuka mulutnya kemudian memakan potongan daging domba guling.
"Beda kenapa? Bukannya sama saja" Tanya dokter Kasandra sambil menusukkan potongan daging domba guling kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya.
"Kalau dari tanganmu rasanya lebih enak." Jawab Ronald setelah mulutnya selesai mengunyah daging guling domba.
Dokter Kasandra hanya tersenyum begitu pula dengan Ronald hingga piring yang di pegang oleh dokter Kasandra sudah habis tanpa sisa sedikitpun.
"Mau lagi Kak?" Tanya dokter Kasandra.
"Sudah cukup." Jawab Ronald.
"Mau makan apalagi?" Tanya dokter Kasandra yang mempunyai hobby makan seperti author Yayuk Triatmaja.
"Sudah cukup, kamu mau makan?" Tanya Ronald yang melihat mata dokter Kasandra menatap sekeliling makanan.
'Biasanya para gadis jika di acara pesta mencari pria kaya tapi Kasandra berbeda yaitu mencari makanan.' Ucap Ronald dalam hati.
"Aku ingin makan itu." Tunjuk dokter Kasandra.
__ADS_1
Grep
Ronald menatap ke arah makanan yang di tunjuk oleh dokter Kasandra. Ronald langsung memeluk pinggang dokter Kasandra membuat dokter Kasandra meletakkan piring di atas meja kemudian membalas pelukan Ronald dan berjalan ke arah makanan yang di tuju.
'Aku rakus ya?' Tanya dokter Kasandra sambil berbisik.
"Tidak, aku lebih suka kamu apa adanya." Jawab Ronald.
"Terima kasih." Jawab dokter Kasandra sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Ronald.
'Baru kali ini aku bisa bermanja di acara pesta ulang tahun perusahaan bersama orang yang aku cintai karena ketika aku bersama mantanku kami sama-sama menjaga image.' Sambung dokter Kasandra dalam hati.
"Terima kasih untuk apa?" Tanya Ronald sambil mengusap rambut dokter Kasandra dengan lembut.
"Terima kasih sudah mau menerima aku apa adanya." Jawab dokter Kasandra.
"Sekarang kita duduk di sana setelah itu baru kamu makan." ucap Ronald sambil mengambil salad buah.
"Ok." Jawab dokter Kasandra singkat.
Selesai mengambil salah buah mereka duduk di kursi, dokter Kasandra mulai memakan sedangkan Ronald hanya menatap dokter Kasandra yang sedang makan dan terkadang Ronald mengusap mulut dokter Kasandra dengan menggunakan ibu jari tangan kanannya.
"Eh ..." Ucap dokter Kasandra ketika Ronald memasukkan ibu jarinya ke dalam mulutnya.
__ADS_1
"Sangat manis." Ucap Ronald.
"Kak Ronald kan itu jijik." Ucap dokter Kasandra.
"Kenapa jijik? Kamu kan calon istriku jadi mana mungkin aku jijik." Jawab Ronald.
Wajah dokter Kasandra langsung merona dengan perkataan Ronald membuat Ronald tersenyum hingga seorang gadis mendekati mereka berdua. Dokter Kasandra memutar bola matanya dengan malas melihat gadis itu berjalan ke arahnya dan duduk di samping Ronald.
"Tuan, jangan pacaran sama sahabatku lebih baik sama aku saja. Sahabatku itu hobinya makan dan bisa-bisa Tuan bangkrut kalau di ajak ke restoran mahal." Ucap gadis tersebut berusaha menjelekkan dokter Kasandra.
Grep
Ronald yang tahu kalau kekasihnya dokter Kasandra ingin mengatakan sesuatu membuat Ronald menahan tangan dokter Kasandra untuk tidak berbicara.
"Setahuku yang namanya sahabat tidak pernah menjatuhkan sahabatnya. Atau jangan-jangan kamu itu serigala berbulu domba? Hati-hati dengan perkataanmu nanti yang ada kamu di kira domba terus di buat daging domba guling yang barusan kami makan." Ucap Ronald dengan nada santai sambil menusukkan salad buah kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya.
Tanpa banyak bicara gadis itupun pergi dengan wajah ketakutan karena dirinya mengerti arti dari kalimat Ronald.
Sebenarnya arti dari kalimat Ronald, jika mengusik kekasihnya lagi maka gadis itu akan di hukum dengan cara diberikan ke hewan peliharaan Daddy Rico yaitu serigala 🐺 dengan cara diikat seperti daging domba guling.
Sedangkan dipikiran gadis itu dirinya di bakar kemudian Ronald akan memakannya membuat gadis itu ketakutan karena mengira Ronald kani**l.
"Pffftttt..."
__ADS_1
"Kenapa kamu tertawa?" Tanya Ronald yang melihat kekasihnya dokter Kasandra tertawa.
Dokter Kasandra sangat senang ketika melihat wajah ketakutan temannya yang sangat senang mengusili orang lain termasuk dirinya dan juga ke dua sahabat baiknya Karen dan Sandra.