Ranjang Panas Sang CEO 1

Ranjang Panas Sang CEO 1
Kerja Sama


__ADS_3

Kini dokter Kasandra dan Sandra sudah sampai di hotel. Mereka langsung berjalan ke arah lift kemudian menekan tombol lift.


Ting


Pintu lift terbuka dokter Kasandra dan Sandra keluar dari kotak persegi empat tersebut dan melihat sahabatnya dan keluarga suaminya dari sahabatnya berdiri menatap mereka.


"Syukurlah kalian sudah datang, ayo kita ke ruangan cctv." Ucap Karen.


"Aku akan bangunkan Marcel dan Ronald dulu nanti kami menyusul." Ucap Riko sambil menyerahkan laptopnya ke Daddy Raka.


"Ok." Jawab Karen singkat.


Daddy Raka, Mommy Nicole, Karen, Rani, dokter Adrian, Adriana, dokter Kasandra dan Sandra berjalan ke arah ruang cctv. Karen duduk di salah satu kursi kemudian mulai mengotak atik laptopnya.


"Daddy Raka, kebetulan Adriana mengerti tentang program IT, bolehkah Adriana pinjam laptop nya?" Tanya Adriana yang melihat Daddy Raka membawa laptop.


"Boleh." Jawab Daddy Raka sambil menyerahkan laptopnya.


"Kebetulan sekali kamu bisa program IT, kamu retas cctv yang ada di daerah tempatmu tinggal dan Kakak akan memperbaiki cctv yang sudah rusak." Ucap Karen yang masih mengotak-atik laptopnya.


"Bukannya sulit Kak untuk memperbaiki cctv yang sudah rusak ataupun hilang? Setahuku laptop biasa tidak mungkin bisa." Ucap Adriana yang masih mengutak-atik laptopnya.


"Karena itulah tadi Kakak minta sahabat Kakak untuk membawa laptop milik Kakak." Jawab Karen.


"Berarti laptop Kakak sangat canggih dong, mau dong Kak punya laptop canggih." Ucap Adriana.


"Boleh." Jawab Karen singkat dengan wajah yang masih serius sambil masih mengotak-atik laptopnya.


Dokter Kasandra dan Sandra hanya mendengarkan sahabatnya dan keluarga suami sahabatnya mengobrol hingga mereka mendengar pintu terbuka.


Ceklek


Mereka menatap ke arah pintu dan melihat Ronald membuka pintu dengan lebar kemudian Rico dan Marcel masuk ke dalam diikuti oleh Ronald.


Karen dan Adriana kembali mengotak atik laptopnya sedangkan yang lainnya menunggu. Hingga Akhirnya Adriana akhirnya tahu siapa yang membakar rumahnya.


"Aku sudah tahu siapa pelakunya." Ucap Adriana tiba-tiba.


"Bisakah di perjelas wajah mereka?" Tanya Daddy Raka.


"Sangat sulit Dad kecuali ada alat khusus yang bisa memperjelas wajah mereka." Jawab Adriana.


"Laptopku bisa tapi aku sedang memperbaiki semua rekaman cctv yang rusak." Ucap Karen.


"Oh iya bukankah Kak Leonard, Kakak senior kita bisa program IT?" Tanya Sandra yang sejak tadi diam.


"Oh ya benar, kamu hubungi Kak Leonard." Pinta Karen.


"Ok." Jawab Kasandra singkat sambil menghubungi kakak seniornya.


'Apakah Leonard mantan kekasih Sandra?' Tanya Marcel dalam hati sambil menahan amarahnya.


Ronald yang melihat wajah Rico dan Marcel berubah seperti menahan amarahnya membuat Ronald mendekati kekasihnya yang bernama dokter Kasandra.


"Leonard itu sudah menikah atau masih jomblo?" Tanya Ronald penasaran.


"Kak Leonard masih jomblo, tampan, kaya, pintar, jago bela diri dan baik hati." Jawab dokter Kasandra menjelaskan.


'Kenapa aku jadi ikut cemburu dan marah ya?' Tanya Ronald pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Apakah kamu menyukainya?" Tanya Ronald dengan wajah berbeda.


"Tidak." Jawab dokter Kasandra singkat tanpa banyak berpikir.


"Kenapa? Bukankah Leonard pria yang sangat sempurna? Pasti banyak gadis yang menyukainya." Ucap Ronald dengan wajah terkejut namun terlihat kalau wajah Ronald berbeda.


"Aku dan ke dua sahabatku Karen dan Sandra bukanlah seperti wanita diluaran sana. Kami bertiga sama-sama mempunyai satu tujuan." Jawab dokter Kasandra.


"Satu tujuan, tujuan apa?" Tanya Ronald.


"Kami ingin menemukan seseorang yang sangat tulus, tidak galak sama pasangan dan baik sama kami dalam arti mau bersahabat dengan kami." Jawab dokter Kasandra.


"Apakah kamu dan ke dua sahabat mu sudah menemukannya?" Tanya Ronald penasaran.


"Sudah." Jawab dokter Kasandra singkat.


Deg


Jantung Ronald berdetak kencang ketika mendengar ucapan dokter Kasandra membuat Ronald terlihat jelas wajah kecewa dan marah secara bersamaan karena dirinya telah dipermainkan.


Dokter Kasandra yang melihat perbedaan di wajah Ronald langsung tersenyum kemudian mendekatkan wajahnya ke arah telinga Ronald dengan cara berjinjit karena Ronald lebih tinggi darinya.


'Karen sudah menikah dengan sahabat Kak Ronald, Sandra dengan Kak Marcel yang juga sahabat Kak Ronald dan sudah mulai ada perasaan suka begitu pula dengan kita. Aku sangat mencintaimu Kak dan aku bersyukur bisa memiliki kekasih sebaik dirimu.' Bisik dokter Kasandra.


Grep


Selesai mengatakan hal itu dokter Kasandra memeluk Ronald dari arah samping membuat Ronald diam membatu beberapa saat ketika mendengar penuturan dokter Kasandra.


Ternyata dirinya salah menilai tentang kekasih dan ke dua sahabat nya dokter Kasandra dan dirinya sangat bersyukur bisa memiliki dokter Kasandra.


"Kakak juga sangat mencintaimu." Ucap Ronald sambil membalas pelukan dokter Kasandra.


"Hehehehe ..." Tawa Ronald sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan dokter Kasandra.


Dokter Kasandra hanya tersenyum malu dan wajahnya memerah sedangkan Sandra yang melihatnya ikut tersenyum hingga dirinya melihat wajah Marcel seperti menahan amarahnya.


Grep


"Ada apa sayang?" Tanya Sandra sambil memeluk tubuh kekar Marcel dari arah samping.


"Sudah selesai telepon kekasihmu?" Tanya Marcel tanpa membalas pelukan kekasihnya dan tidak menjawab pertanyaan Sandra.


"Kekasih? Bukankah kekasihku ada di depanku yang saat ini aku peluk?" Tanya Sandra sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Marcel.


"Jangan berbohong buktinya kamu bicara mesra dengan kekasihmu." Ucap Marcel dengan nada cemburu.


"Maksud Kak Marcel, Leonard?" Tanya Sandra sambil mendongakkan kepalanya ke atas karena Marcel lebih tinggi darinya.


"Betul." Jawab Marcel singkat.


"Ceritanya ada yang cemburu nih." Goda Sandra.


"Siapa yang cemburu?" Tanya Marcel sambil melepaskan pelukan Sandra.


"Syukurlah kalau tidak cemburu nanti kalau Leonard datang aku akan memeluknya dan menciumnya." Ucap Sandra sambil membalikkan badannya membelakangi Marcel.


Grep


"Jangan coba-coba melakukan hal itu." Ucap Marcel sambil memeluk tubuh Sandra dari arah belakang.

__ADS_1


"Aku tidak akan melakukannya karena aku sangat mencintai Kak Marcel. Maaf kalau tadi mengobrol dengan Leonard membuat Kak Marcel marah. Jujur aku tidak ada perasaan suka hanya ada perasaan sebagai seorang teman dan tidak lebih." Ucap Sandra sambil melepaskan pelukan Marcel kemudian memeluknya.


"Aku juga minta maaf karena jujur aku takut kehilanganmu." Ucap Marcel sambil membalas pelukan Sandra.


"Di hatiku sudah dipenuhi oleh Kak Marcel jadi sudah tidak ada tempat untuk pria lain. Aku akan pergi menjauh jika Kak Marcel memintaku untuk pergi." Ucap Sandra.


"Terimakasih dan di hatiku juga sudah dipenuhi olehmu dan tidak ada wanita lain yang aku cintai selain dirimu." Ucap Marcel.


"Ehem ... Bisakah kalian tidak memamerkan kemesraan?" Tanya Rico dan Ronald bersamaan dengan nada kesal.


Ronald kesal karena tadi lagi bermesraan di ganggu oleh Marcel karena itulah dirinya membalasnya.


"Hehehehe ..." Tawa Marcel sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan Sandra.


Dokter Kasandra menceritakan kalau Leonard tidak lebih dari sekedar teman karena dihatinya hanya ada nama Ronald begitu pula dengan Sandra kalau Sandra mencintai Marcel. Marcel dan Ronald sangat bahagia dengan perkataan kekasihnya hingga tiba-tiba terdengar suara ...


"Yes, berhasil." Ucap Karen tiba-tiba.


Serentak semua menatap ke arah Karen kemudian menatap ke arah laptop di mana di layar laptopnya ada rekaman cctv.


"Kak Karen berhasil memperbaiki rekaman cctv." Ucap Adriana.


"Iya Kakak sudah berhasil memperbaiki rekaman cctv. Semalam aku bangun jam dua belas malam dan keluar dari kamar bersamaan Mommy juga keluar dari kamar." Ucap Karen mengingat terakhir dirinya terbangun.


"Betul sekali, pas Mommy bangun sudah jam dua belas malam dan Daddy tidak ada di ranjang." Ucap Mommy Nicole sambil menatap suaminya dengan tatapan kesal.


Grep


"Maafkan Daddy, Mom." Ucap Daddy Raka sambil memeluk tubuh istrinya dari arah belakang.


"Lain kali jangan ulangi lagi Dad, karena Mommy tidak bisa tidur tanpa Daddy." Ucap Mommy Nicole.


"Iya Mom." Jawab Daddy Raka patuh.


Ketika Mommy Nicole ingin membuka mulutnya bersamaan dirinya mendengarkan suara membuat Mommy Nicole mengurungkan untuk berbicara dan langsung membalikkan badannya untuk menatap ke arah laptop.


Begitu juga dengan Daddy Raka, Rico, Adrian, Rani, Adriana, Marcel, Sandra, Ronald dan dokter Kasandra mereka serempak menatap ke arah laptop.


("Kalian berdua masuk ke dalam kamar Tuan Besar Raka dan tembak Tuan Raka bersama istrinya sedangkan aku dan kamu pergi ke kamar Tuan Muda Rico dan tembak Tuan Muda Rico bersama istrinya setelah itu terakhir putri dan menantunya!" Perintah pria tersebut).


"Bisa diulangi dari pertama mereka masuk ke dalam area parkiran mobil." Pinta Daddy Rico.


"Sebentar Dad." Ucap Karen.


Karen mengotak atik laptopnya setelah beberapa saat kemudian Karen mulai menekan tombol reply.


Mereka melihat dua mobil hitam masuk ke dalam area parkiran mobil kemudian keluarlah delapan orang yang juga berpakaian serba hitam.


Delapan pria tersebut membentuk lingkaran dan salah satu orang pria berbicara namun suaranya tidak terdengar membuat Karen menghentikan rekaman cctv kemudian mengotak atik laptopnya. Setelah beberapa saat terdengar suara pria tersebut.


("Kalian berempat naik lift ke lantai paling atas di mana Tuan Besar Raka bersama keluarganya menginap di hotel itu. Kalian tembak mati Tuan Besar Raka bersama istrinya dan juga ke dua anak kembarnya termasuk ke dua menantunya!" Perintah pria tersebut).


("Baik Tuan." Jawab ke empat pria tersebut secara bersamaan kemudian pergi meninggalkan tempat area parkiran mobil).


("Kalian berdua rusak tempat ruangan rekaman cctv agar apa yang kita lakukan tidak diketahui oleh siapapun!" Perintah pria tersebut).


("Baik Tuan." Jawab ke dua pria tersebut secara bersamaan kemudian pergi meninggalkan tempat area parkiran mobil).


("Area parkiran di sini aman karena yang aku tahu rekaman cctv ini tidak ada suaranya terlebih rekaman cctv sebentar lagi akan di rusak." Ucap pria tersebut dengan penuh percaya diri).

__ADS_1


__ADS_2