Ranjang Panas Sang CEO 1

Ranjang Panas Sang CEO 1
Bertemu Orang Tua Angkat Ronald


__ADS_3

"Aku sangat senang melihat wajah ketakutan temanku." Jawab dokter Kasandra.


"Kenapa sangat senang?" Tanya Ronald.


"Temanku itu sangat iri denganku, Karen dan Sandra selain itu Dia selalu mengusik kami padahal kami tidak pernah sedikitpun mengusik dirinya." Jawab dokter Kasandra.


Ronald hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Mereka pun kembali mengobrol sambil sesekali tertawa bersama hingga dua jam kemudian..


"Kak Ronald." Panggil dokter Kasandra.


"Ya." Jawab Ronald singkat.


"Aku sangat lelah, ingin pulang." Ucap dokter Kasandra.


"Ok, Aku juga sangat lelah." Jawab Ronald.


Mereka pun keluar dari pesta ulang tahun perusahaan menuju ke arah parkiran mobil. Ronald membuka pintu mobil samping pengemudi agar dokter Kasandra duduk.


"Terima kasih." Jawab dokter Kasandra sambil tersenyum.

__ADS_1


Ronald hanya tersenyum kemudian Ronald memutari mobilnya lalu membuka pintu mobil bersamaan kedatangan sepasang suami istri bersama dua anak perempuannya. Ronald tidak menyangka bisa bertemu lagi karena mereka sudah lama tidak bertemu.


Berbeda dengan ke dua orang tua angkatnya karena mereka diam-diam menyuruh orang untuk mengikuti apa yang dilakukan dan dikerjakan oleh Ronald. Mereka sengaja pura - pura bertemu karena kini Ronald sudah sukses dan mereka ingin hidup enak terlebih ke dua putrinya.


"Ronald." Panggil sepasang suami istri tersebut bersamaan dengan wajah pura-pura terkejut.


"Ya." Jawab Ronald singkat sambil menutup pintu mobil dan tidak jadi masuk.


"Kamu masih ingat dengan kami? Apa kabarmu?" Tanya wanita paruh baya tersebut.


"Tentu saja ingat, kalian berdua adalah orang tua angkat ku dan mengenai kabarku, seperti yang kalian lihat." Jawab Ronald.


"Mommy lihat, kamu sudah sukses jadi Mommy berencana menikahkan mu dengan salah satu anak kami." Ucap wanita itu tanpa basa basi.


Grep


"Tapi maaf, Ronald sudah punya kekasih dan sebentar lagi kami akan menikah." Jawab Ronald sambil memeluk pinggang dokter Kasandra.


"Mommy ingin kamu memutuskan hubunganmu dengan wanita itu dan menikah dengan salah satu putriku." Ucap wanita paruh baya tersebut tanpa punya rasa malu sedikitpun dan tanpa punya perasaan sedikitpun.

__ADS_1


"Sekali lagi maaf, aku hanya bisa mencintai satu wanita yang mencintaiku dengan tulus dan mencintaiku apa adanya." Jawab Ronald dengan nada tegas.


"Kami sudah merawat mu tapi apakah ini balasanmu?" Tanya pria paruh baya tersebut yang sejak tadi diam.


"Pffftttt... Hahahaha... Merawat Ku? Apakah Mommy dan Daddy sudah lupa sejak Mommy hamil, Ronald langsung diasingkan dan ketika teman-teman Ronald mengusik Ronald, Mommy dan Daddy percaya dengan omongan mereka hingga Ronald pergi dari rumah." Ucap Ronald sambil tertawa lepas namun terlihat jelas tawa itu merupakan tawa penuh kesedihan dan amarah menjadi satu.


Dokter Kasandra membelai punggung Ronald untuk mengurangi rasa sesak di dadanya sedangkan ke dua orang tuanya hanya memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Apakah kamu tahu kalau kami mencari mu?" Tanya wanita itu mengalihkan pembicaraan.


"Oh ya, berarti Mommy dan Daddy melihatku ketika aku dipukuli banyak orang karena aku di tuduh mencuri?" Tanya Ronald sambil menatap satu persatu orang tua angkatnya secara bergantian.


"Mommy ..." Ucapan wanita itu terpotong oleh Ronald.


"Aku sudah menebak pasti kalian menyuruh seseorang untuk memata-matai aku dan membiarkan ketika aku terluka parah." Ucap Ronald dengan wajah penuh kecewa.


"Maaf, kami memang salah dan untuk menebus rasa bersalah kami maka kami berencana menjodohkan mu dengan salah satu anak kami." Ucap wanita itu.


"Menebus rasa bersalah atau ingin hidup enak?" Tanya Ronald dengan nada menyindir.

__ADS_1


__ADS_2