Ranjang Panas Sang CEO 1

Ranjang Panas Sang CEO 1
Rumah Makan Sehati Sejiwa


__ADS_3

Tanpa menjawab Ronald menatap ke arah pemilik butik sedangkan yang di tatap langsung berjalan ke arah Ronald sambil menundukkan kepalanya.


"Kirim ke mansionku!" Perintah Ronald sambil memeluk pinggang dokter Kasandra kemudian membalikkan badannya.


"Baik Tuan." Jawab pemilik butik sambil menundukkan kepalanya.


Ronald hanya menganggukkan kepalanya kemudian berjalan meninggalkan mereka. Mereka berdua sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Ronald.


"Dia siapa?" Tanya Tuan Vincent.


"Apakah Tuan tidak tahu, dia adalah Tuan Ronald tangan kanan Tuan Muda Rico pemilik perusahaan PT Raka Wow Keren." Jawab pemilik butik.


"Maaf Tuan, saya kasih saran jangan mencari masalah kalau tidak ingin perusahaan milik Tuan akan gulung tikar atau bangkrut." Sambung pemilik butik kemudian membalikkannya badannya.


"Oh ya, apakah Tuan dan Nona tidak sadar kalau butik ini mendadak langsung sepi?" Tanya pemilik butik.


Tuan Vincent dan kekasihnya melihat sekeliling ruangan butik tersebut dan mereka baru tersadar kalau ruangan tersebut sangat sepi tidak seperti tadi ada beberapa pelanggan yang datang membuat keduanya sangat terkejut.


"Itu karena Tuan Ronald diam-diam menjentikkan jarinya agar aku menyuruh pelangganku untuk pergi." ucap pemilik butik sambil berjalan meninggalkan mereka berdua.


'Si*l kenapa Kasandra mendapat pria yang lebih kaya dari Vincent? Aku harus mencari cara untuk menggodanya.' Ucap wanita itu dalam hati.


'Aku tidak rela jika Kasandra bersama pria itu, aku akan cari cara agar Kasandra kembali padaku.' ucap Vincent dalam hati.


"Sayang, aku ingin membeli pakaian yang itu ya." Pinta kekasihnya dengan nada manja sambil menunjuk ke arah gaun yang sangat mahal dan bermerk.


'Anggap saja ini kenangan terakhir karena setelah ini aku akan mengejar pria itu agar bisa menjadi kekasihku.' Sambung wanita itu dalam hati.


"Beli saja sendiri." Ucap Tuan Vincent dengan nada dingin.


"Kok sayangku begitu." Ucap kekasihnya sambil berusaha tersenyum walau dalam hatinya ingin marah

__ADS_1


"Bukankah kamu punya uang? Pakailah uangmu." Jawab Tuan Vincent kemudian membalikkan badannya.


"Mulai sekarang hubungan kita putus dan jangan pernah menghubungi aku lagi." sambung Tuan Vincent sambil berjalan meninggalkan mantan kekasihnya yang bengong dengan perkataan Tuan Vincent.


Grep


"Dasar laki-laki tidak bertanggung jawab, habis manis sepah di buang!" Teriak mantan kekasih.


Plak


"Kamu itu mikir, kamu itu wanita yang tidak punya rasa malu! Kamu hanya seorang ja x lang yang sudah aku bayar ketika aku menginginkannya apalagi kamu tidur bersama banyak pria. Jika aku tahu aku tidak akan menyentuhmu karena aku sangat jijik." Ucap Tuan Vincent kemudian menampar pipi kanan mantan kekasihnya.


"Bukankah kamu juga sama?" Tanya mantan kekasihnya dengan wajah sinis sambil menahan rasa perih pada wajahnya dengan menggunakan tangan kanannya.


"Pria boleh tidur bersama wanita lain tapi jika wanita tidak boleh. Pergilah jika kamu masih menyayangi nyawamu." Ucap Vincent sambil tersenyum menyeringai.


Mantan kekasihnya berjalan mundur sedangkan Vincent membalikkan badannya meninggalkan mantan kekasihnya.


Wanita itupun pergi meninggalkan tempat tersebut sambil membawa rasa dendam pada Tuan Vincent dan dokter Kasandra.


Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan di mana Ronald masih memeluk pinggang dokter Kasandra sambil masih menahan amarahnya.


'Kelihatannya Kak Ronald sangat marah, apa yang harus aku lakukan?' Tanya dokter Kasandra dalam hati sambil berpikir.


'Oh ya aku tahu.' Ucap dokter Kasandra dalam hati sambil tersenyum bahagia karena sudah menemukan ide bagus.


Cup


"Aku lapar, makan yuk." Ajak dokter Kasandra kemudian mengecup pipi Ronald.


Ronald langsung menghentikan langkahnya membuat dokter Kasandra ikut menghentikan langkahnya kemudian Ronald menatap ke arah dokter Kasandra yang tersenyum manis membuat kemarahan Ronald menghilang entah kemana.

__ADS_1


"Ok." Jawab Ronald singkat sambil kembali melangkahkan kakinya begitu pula dengan dokter Kasandra.


'Yes berhasil, aku sekarang tahu kelemahan Kak Ronald. Jika Kak Ronald marah tinggal aku cium saja.' ucap dokter Kasandra dalam hati.


Ctak


"Aku tahu apa yang kamu pikirkan, aku tidak marah padamu tapi aku marah sama mereka berdua. Aku tidak perduli jika aku di hina tapi aku sangat marah ketika ada orang yang menghina ataupun merendahkan mu." Ucap Ronald kemudian menyentil kening dokter Kasandra.


"Aduh... Sakit." rengek dokter Kasandra.


Cup


"Maaf." Ucap Ronald kemudian mengecup kening dokter Kasandra dengan lembut kemudian mengusap keningnya.


Perlakuan Ronald membuat dokter Kasandra terdiam namun dalam hatinya yang paling terdalam dirinya tidak salah untuk membuka hatinya untuk Ronald. Karena Ronald sangat perhatian dan menyayangi dirinya tidak seperti Tuan Vincent.


"Tidak, apa - apa." Jawab dokter Kasandra setelah beberapa saat mereka terdiam.


"Kita mau makan dimana?" Tanya Ronald.


"Makan di mana saja tidak masalah." Jawab dokter Kasandra.


"Aku ada rumah makan yang menurutku sangat enak tapi aku tidak tahu apakah kamu suka atau tidak dengan tempatnya." ucap Ronald.


"Jika Kak Ronald bilang sangat enak, aku tidak akan mempermasalahkan tempat makannya." Ucap dokter Kasandra.


"Betulkah?" Tanya Ronald dengan wajah terkejut.


"Tentu saja, memang kita mau makan di mana?" Tanya dokter Kasandra penasaran.


"Di rumah makan Sehati Sejiwa yang berada di pinggir jalan, apa kamu yakin mau makan di tempat itu?" Tanya Ronald.

__ADS_1


'Kasandra adalah seorang dokter jadi mana mungkin makan dipinggir jalan? Kasandra pasti menolak dan meminta makan di tempat restoran yang mahal.' Sambung Ronald dalam hati.


__ADS_2