Ranjang Panas Sang CEO 1

Ranjang Panas Sang CEO 1
Awal Pertemuan


__ADS_3

Sebulan telah berlalu, sesuai perkiraan Rico kalau Ronald dan Marcel adalah satu tim yang sangat kompak. Tidak ada saling menyalahkan ataupun menjatuhkan satu sama lain jika salah satu dari mereka melakukan kesalahan dalam pekerjaan malah mereka kompak mengatakan kalau itu salah mereka berdua.


Ronald sangat senang bisa berkerja sama dengan Marcel, pandangan Ronald jika Marcel akan merebut semua pekerjaannya dan Ronald akan mencari pekerjaan baru ternyata salah.


Justru pekerjaan Ronald sudah tidak terlalu berat seperti dulu karena Marcel sangat membantu pekerjaan Ronald. Hingga suatu ketika, Rico dan Ronald selesai bertemu klien dan tidak sengaja ketika ingin keluar dari cafe tersebut tidak sengaja bertemu dengan tiga orang gadis yang sangat cantik di sebuah cafe dan kebetulan cafe tersebut milik ketiga gadis tersebut.


Ke tiga gadis tersebut bernama Karen, Sandra dan Kasandra. Rico menatap ke arah Karen sedangkan Ronald menatap ke arah Kasandra.


Salah satu ke tiga gadis tersebut mengatakan akan menyiapkan seratus paket makanan dan minuman untuk orang yang tidak mampu. Salah satu ketiga gadis itu juga mengatakan jika ada yang mau berdonasi dipersilahkan untuk menemui orang kepercayaan mereka.


Tiba-tiba Rico menjentikkan jarinya sedangkan Ronald yang mengerti langsung mengeluarkan cek untuk diberikan ke salah satu dari ke tiga gadis tersebut untuk berdonasi.


'Gadis itu sangat cantik tapi aku takut terluka.' Ucap Ronald dalam hati sambil menyerahkan cek tersebut.


Selesai memberikan cek mereka pergi meninggalkan cafe menuju ke perusahaan mereka.


xxxxxxx


Keesokan harinya Rico, Ronald dan Marcel bekerja seperti biasa hingga jam sepuluh pagi Rico dan Ronald ada janji ketemu klien di sebuah restoran.


"Marcel, kami mau pergi ada janji ketemu klien di restoran Bertemu Jodohku, makan siang nanti kamu menyusul ya." Ucap Rico.


"Ok." Jawab Marcel singkat sambil menghentikan pekerjaannya.


Rico dan Ronald pergi meninggalkan perusahaan tersebut sedangkan Marcel kembali melanjutkan pekerjaannya.


Skip


Kini Rico dan Ronald sudah datang di restoran untuk bertemu klien hingga satu jam kemudian mereka menandatangani kontrak kerja sama. Klien tersebut langsung pergi sedangkan Rico dan Ronald masih duduk di restoran tersebut.


Sambil menunggu Marcel yang masih dalam perjalanan menuju ke mall. Tanpa sengaja Rico dan Ronald bertemu kembali dengan ke tiga gadis cantik tersebut siapa lagi kalau bukan Karen, Sandra dan Kasandra.


"Ronald, bukankah gadis itu yang kita temui di kafe?" Tanya Rico sambil memandangi wajah Karen.


"Betul Tuan." Jawab Ronald sambil memandangi Kasandra.


"Maaf aku baru datang." Ucap Marcel.


"Habis dari mana?" Tanya Rico pura-pura tidak tahu.

__ADS_1


"Baru putus sama tunanganku." Jawab Marcel sambil menahan amarahnya.


"Aku sudah tahu pasti tunangannya selingkuh." celetuk Ronald.


"Kok kamu tahu?" Tanya Marcel dengan wajah terkejut.


"Tentu saja tahu, bukannya waktu itu aku pernah bilang tapi kamu tidak percaya." Jawab Ronald dengan nada kesal.


Marcel hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap sekeliling ruangan dan melihat wajah cantik siapa lagi kalau bukan Sandra.


"Kamu kalau suka gadis yang memakai gaun biru langit karena gaun putih punya Tuan Rico sedangkan gaun silver punyaku." Ucap Ronald yang melihat Marcel menatap seseorang.


"Tentu saja aku menatap gadis yang memakai gaun biru langit." Jawab Marcel.


"Baguslah." Jawab Ronald.


"Sejak kapan mereka menjadi milik kalian?" Tanya Marcel dengan wajah bingung.


"Sejak hari ini." Jawab Rico dan Ronald bersamaan.


Marcel hanya tersenyum hingga beberapa lama pesanan datang mereka menghentikan obrolan dan makan dengan tenang tanpa bersuara. Hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum.


"Saya juga." Jawab Ronald dan Marcel bersamaan sambil memandangi Kasandra dan Sandra.


Ke tiga pria tampan tersebut melihat ke tiga gadis tersebut di mana selesai makan mereka merapikan piring - piring kotor dengan cara di tumpuk rapih dan diletakkan di tengah-tengah meja.


Selain itu semua sendok dan garpu ditaruh di atas piring. Meja yang kotor dibersihkan dengan menggunakan tissue hingga meja tersebut menjadi bersih dan tidak kotor. Hanya tiga gelas yang belum dirapihkan karena belum habis terlebih mereka masih mengobrol.


Semua itu tidak luput dari perhatian Rico, Ronald dan Marcel. Mereka bertiga tidak menyangka di jaman sekarang ini ada tiga gadis yang melakukan seperti itu. Karena rata - rata semua orang meninggalkan meja restoran dalam kondisi meja yang sangat berantakkan.


Ketiga gadis tersebut asyik mengobrol hingga datanglah seorang pelayan berjalan sambil membawa minuman melewati ke tiga gadis tersebut dan tidak sengaja menyenggol kursi akibatnya gelas tersebut tumpah mengenai ketiga gadis cantik tersebut siapa lagi kalau bukan Karen, Kasandra dan Sandra.


Pelayan itupun langsung bersujud dengan tubuh gemetar karena dirinya sangat takut di pecat oleh bosnya.


Pelayan tersebut langsung meminta maaf dan tanpa di duga ketiga gadis tersebut tersenyum dan berdiri kemudian meminta pelayan itu untuk berdiri.


Mereka memaafkan kesalahannya karena ke tiga gadis itu tahu kalau pelayan itu tidak sengaja membuat pelayan tersebut tersenyum lega.


Setelah pelayan pergi ke tiga gadis tersebut kembali duduk. Salah satu gadis yang bernama Karen mengeluarkan tissue basah dari dalam tasnya sambil melap tangan dan bajunya yang terkena noda minuman karena noda yang terkena minumannya tidak terlalu banyak.

__ADS_1


Sedangkan kedua gadis yang bernama Kasandra dan Sandra pergi ke toilet dan dua belas menit kemudian Kasandra dan Sandra tersebut datang kembali dan berjalan ke meja restoran.


Kasandra dan Sandra melihat lantainya sudah dibersihkan oleh pelayan lain hingga lantainya menjadi bersih dari noda.


Pelayan yang tadi tidak sengaja menjatuhkan minuman dimarahi oleh manager restoran dan dipotong gajinya.


"Kasihan gajinya di potong" ucap Karen dengan wajah sendu.


"Kita patungan yuk buat pelayan itu." Usul Sandra.


"Ok." Jawab Karen dan Kasandra bersamaan.


Mereka bertiga masing - masing mengeluarkan satu lembar warna merah untuk diberikan ke pelayan tersebut sedangkan pelayan tersebut menolak tapi Karen, Sandra dan Kasandra mengatakan itu sebagai tip buat pelayan tersebut.


Semua yang dilakukan tidak luput dari perhatian tiga pria tampan tersebut Rico, Ronald dan Marcel.


"Cantik sama seperti hatinya yang cantik, baru kali ini aku melihatnya." ucap Rico sambil tersenyum nyaris tidak terlihat yang masih memperhatikan wajah cantik Karen.


"Iya betul baru kali ini saya melihat ada gadis yang perduli terhadap orang lain." ucap Ronald sambil memandangi Kasandra.


"Cantik dan diliat dari pakaiannya sepertinya mereka orang berada tapi tidak sombong." ucap Marcel sambil memandangi Sandra.


"Sudahlah aku langsung berangkat kerja lagi, kalian masih betah di sini?" tanya Rico ke Marcel dan Ronald.


"Tidak, ayo kita berangkat kerja lagi." jawab Marcel.


"Maaf tuan, kita berangkat kerja lagi." jawab Ronald.


"Maaf Tuan, aku di suruh Daddy untuk mengurus perusahaan." Ucap Marcel.


"Ok." Jawab Rico singkat.


Di dalam mobil Rico dan Ronald melanjutkan perjalanan menuju ke perusahaan sedangkan Marcel menuju ke perusahaan milik orang tuanya yang sudah diwariskan untuk dirinya.


Marcel sebenarnya anak orang kaya tapi dirinya ingin bekerja di tempat temannya yang bernama Rico untuk menambah pengalaman kerja sedangkan Rico tidak mempermasalahkan hal itu.


Sebenarnya Rico berkali - kali mengatakan untuk memanggil dirinya dengan sebutan nama tanpa perlu embel-embel Tuan namun Marcel tidak bersedia dengan alasan dirinya bekerja di perusahaan milik Rico otomatis dirinya adalah bawahan. Rico akhirnya membiarkan Marcel memanggil dirinya dengan sebutan Tuan.


Tanpa sepengetahuan mereka dua pasang mata menatap kepergian Rico dengan tatapan kebencian.

__ADS_1


__ADS_2