
"Pffftttt hahahaha..." Tawa lepas Sandra dan Marcel bersamaan ketika mereka dalam perjalanan menuju ke perusahaan milik Marcel.
"Kak Marcel kenapa tertawa?" Tanya Sandra.
"Kamu juga kenapa tertawa?" Tanya Marcel tanpa menjawab pertanyaan Sandra.
"Aku sangat puas melihat mantanku terkejut karena aku ternyata kaya." ucap Sandra dan Marcel bersamaan.
"Kenapa bisa samaan?" Tanya Marcel dan Sandra bersamaan lagi.
"Pffftttt hahahaha..." Tawa lepas Sandra dan Ray kembali.
Setelah beberapa saat mereka terdiam namun senyum kebahagiaan terlihat jelas di wajah mereka berdua.
"Sandra." Panggil Ray.
"Ya." Jawab Sandra singkat.
"Ceritakan tentang mantanmu dan kenapa kamu mengaku menjadi wanita miskin?" Tanya Ray penasaran.
Selama mengenal Sandra, Marcel hanya tahu kalau Sandra bekerja di butik dan jarang menceritakan tentang keluarganya. Marcel hanya tahu orang tua Sandra tinggal di luar kota karena itulah Sandra belum mengenalkan orang tuanya pada Marcel.
__ADS_1
Sandra menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap ke arah Marcel sedangkan Marcel sambil sesekali melirik ke arah Sandra.
"Maaf Kak kalau selama ini aku tidak jujur sama Kakak tentang keluargaku. Aku melakukan itu karena aku ingin pria yang mencintaiku bukan karena harta orang tuaku tapi mencintai diriku apa adanya." Ucap Sandra.
"Aku berbohong dengan mantanku karena aku ingin tahu apa reaksinya. Awalnya Dia mau menerima diriku apa adanya hingga suatu ketika aku diperkenalkan oleh ke dua orang tuanya. Aku sangat terkejut orang tuanya menghina diriku habis-habisan." Sambung Sandra sambil mengingat apa yang dulu dikatakan oleh orang tua Vincent.
"Memang apa yang dikatakan oleh mereka?" Tanya Marcel penasaran sekaligus menahan amarahnya karena gadis yang dicintainya di hina habis-habisan oleh orang tua Vincent.
"Katanya aku gadis miskin yang hanya bisa menumpang seperti benalu dan bisa-bisa menghabiskan kekayaan mereka." Jawab Sandra.
"Aku sangat marah ketika orang tuanya menuduhku dengan mengatakan kalau aku adalah wanita yang suka tidur dengan banyak pria untuk mendapatkan apa yang aku inginkan secara instan." Sambung Sandra dengan tubuh bergetar menahan amarahnya yang teramat sangat.
Marcel yang melihat tubuh Sandra gemetaran mengurangi laju mobilnya hingga akhirnya mengerem mobil dan berhenti di pinggir jalan yang sepi.
"Memang apa yang dikatakan oleh mereka?" Tanya Marcel sambil masih menahan amarahnya.
Entah kenapa hatinya sangat sakit mendengar cerita Sandra. Sedangkan Sandra yang menceritakan tentang masa lalu ibarat membuka luka lama yang sudah sembuh kini terbuka kembali ketika harus mengingat kejadian yang ingin dilupakan seumur hidupnya.
"Pakaian yang aku gunakan adalah pakaian yang bermerek begitu pula dengan jam tangan dan tas yang aku pakai. Hal itu membuat Vincent ikut merendahkan aku dan berniat ..." Ucap Sandra menggantungkan kalimatnya dengan suara tercekat.
Grep
__ADS_1
Marcel langsung memeluk tubuh Sandra yang gemetaran kemudian mengusap punggungnya dengan perlahan agar rasa sesaknya berkurang.
"Jika tidak ingin melanjutkan ceritanya tidak usah dilanjutkan." Ucap Marcel.
"Tidak Kak, aku ingin menceritakan semuanya tanpa ada yang aku tutupi." Jawab Sandra sambil membalas pelukan Marcel.
Tes
Tes
"Vincent ingin melecehkan aku membuatku menampar wajahnya kemudian pergi meninggalkan mansion milik orang tuanya." sambung Sandra dan air matanya yang sejak tadi ditahannya akhirnya keluar juga.
"Sejak kejadian itu kami tidak lagi berhubungan hingga dua Minggu kemudian dia datang dengan sejuta penyesalan dan ingin kembali padaku. Awalnya aku tidak menerimanya tapi karena kegigihannya hingga berlutut dan terkena hujan di depan pintu butikku membuatku tidak tega dan menerima dirinya kembali." Sambung Sandra.
"Kamu menerimanya dan melupakan apa yang dia dan orang tuanya lakukan padamu?" Tanya Marcel sambil mendorong perlahan tubuh Sandra kemudian menghapus air mata Sandra dengan menggunakan ke dua ibu jarinya.
"Ya benar aku menerimanya dan melupakan apa yang telah terjadi. Namun belum ada seminggu Vincent datang dan mengatakan kalau orang tuanya akan mencoret namanya jika masih berhubungan denganku. Vincent terpaksa menerima perjodohan yang dilakukan oleh orang tuanya." Jawab Sandra.
"Kalau begitu kenapa dia masih mengusik hidupmu?" Tanya Marcel dengan wajah bingung sekaligus menahan amarahnya.
"Aku juga tidak tahu dan aku tidak perduli karena pintu hatiku sudah tertutup untuk dirinya." Jawab Sandra.
__ADS_1
"Kakak setuju dengan keputusanmu." Jawab Marcel.
"Oh ya bagaimana dengan mantan kekasih Kak Marcel?" Tanya Sandra yang malas berbicara mengenai mantan kekasihnya yang sangat dibencinya.