
Deg
Jantung dokter Kasandra berdetak kencang bukan karena masih ada perasaan cinta untuk pria tersebut tapi perasaan yang tidak ingin bertemu dengan mantan kekasihnya.
Ya pria itu adalah mantan kekasih dokter Kasandra yang ingin selalu dihindari membuat dokter Kasandra menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian membalikkan badannya.
"Ternyata dunia ini sempit juga ya." Ucap dokter Kasandra sambil berusaha tersenyum menatap mantan kekasihnya bersama gadis lain yang sangat seksi.
"Apa jangan-jangan kamu tahu kalau aku kesini bersama kekasihku makanya kamu juga ikut ke sini?" Tanya pria tersebut.
"Cihhhhh pede sekali, aku ke sini di ajak oleh calon suamiku yang sangat mencintaiku dengan sangat tulus." Jawab dokter Kasandra sambil tersenyum sinis.
"Benarkah? Mana calon suamimu?" Tanya pria tersebut dengan wajah cemburu karena dokter Kasandra sudah mendapatkan penggantinya.
"Sayang, pasti dia bohong karena buktinya dia hanya sendirian." Ucap kekasihnya sambil memeluk lengan kekasihnya dengan manja.
"Betul sekali katamu sayang, mana mungkin Kasandra secepat itu menemukan penggantiku." Ucap pria tersebut dengan nada mengejek.
Grep
"Sayang, mereka siapa?" Tanya Ronald sambil memeluk pinggang dokter Kasandra.
Ronald yang sudah selesai mengganti pakaian melihat dokter Kasandra bersama pria lain membuat Ronald cemburu. Namun ketika dokter Kasandra mengatakan aku ke sini di ajak oleh calon suamiku yang sangat mencintaiku dengan sangat tulus membuat Ronald tersenyum bahagia.
Ronald langsung berjalan ke arah dokter Kasandra kemudian memeluk pinggangnya dari arah samping secara posesif membuat mantan kekasihnya menahan amarahnya.
"Sayang, kenalkan dia Tuan Vincent." Ucap dokter Kasandra sambil meletakkan kepalanya di dada bidang Ronald.
'Kenapa memanggilku dengan sebutan Tuan Vincent? Biasanya Kak Vincent dan kenapa Kasandra memanggilnya dengan sebutan sayang?'' Tanya Vincent dalam hati sambil menahan amarahnya.
__ADS_1
Ronald dan Vincent sama-sama tidak mengulurkan tangannya hanya saling menatap tajam.
"Aku tidak percaya kalau kalian sebentar lagi akan menikah." Ucap Vincent sambil tersenyum devil.
"Minggu depan kami akan menikah, jadi tunggu saja undangan dari kami." Ucap Ronald yang bisa merasakan kalau dokter Kasandra bingung untuk menjawab pertanyaan Vincent.
"Sayang, setelah ini kita akan pergi ke butik khusus pengantin." Sambung Ronald sambil menarik tubuh mungil meninggalkan mereka berdua.
"Baik Sayang." Jawab dokter Kasandra.
"Jika kamu menikah dengan pria itu maka bersiaplah kamu mengundurkan diri dari rumah sakit milik orang tuaku." Ancam Vincent.
"Tidak masalah karena aku ingin jika kami sudah resmi menikah maka istriku menjadi Ibu rumah tangga dan tidak perlu bekerja." Jawab Ronald dengan nada tegas.
Vincent menggenggam erat ke dua tangannya karena sejak tadi Ronald yang menjawab ucapannya.
"Aku rasa sudah karena tidak mungkin mantan kekasihmu bisa mendapatkan pria kaya kalau tidak menjual tubuhnya." Ucap kekasihnya dengan nada menghina.
Ronald dan dokter Kasandra langsung menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya. Ronald yang ingin bicara namun dokter Kasandra menekan tangan Ronald untuk diam.
"Aku bukan wanita sepertimu yang menjual tubuhmu dengan pria hidung belang. Terlebih kekasihku bukanlah seperti kekasihmu yang sangat suka celap celup sana sini." Ucap dokter Kasandra sambil tersenyum devil.
"Kamu!" Teriak ke duanya sambil berjalan ke arah dokter Kasandra dengan tatapan tajam dan amarah menjadi satu.
Dokter Kasandra membuka tasnya kemudian mengambil dua puluh lima lembar foto kemudian di lempar ke arah mereka.
"Kenapa kalian marah? Lihatlah foto kalian yang sangat menjijikkan. Ingat jangan sering berganti ganti pasangan jika tidak ingin kena aids." Ucap dokter Kasandra.
"Aku sangat bersyukur mendapatkan pria sebaik Kak Ronald karena sampai sekarang kehormatan ku masih terjaga padahal banyak kesempatan tapi Kak Ronald tidak melakukannya. Itulah pria sejati yang bisa menahan hawa nafsu tidak seperti Vincent yang hobbynya celap celup sana sini." Sambung dokter Kasandra.
__ADS_1
"Cihhhhh, pasti kekasihmu impoten makanya tidak melakukan hal itu." Hina Vincent sambil masih memunguti satu persatu foto yang tadi di sebar oleh dokter Kasandra.
Grep
Ronald yang ingin mengatakan sesuatu dan wajahnya seperti awan hitam mendadak berubah menjadi merah padam pasalnya dokter Kasandra dengan beraninya menyentuh wortel importnya kemudian me x re x mas x nya dengan perlahan.
"Sayang ... Ahhhhhhh... Apa yang sayang lakukan?" Tanya Ronald sambil mengeluarkan suara merdunya.
"Lihatlah calon suamiku mengeluarkan suara merdunya dan adik kecilnya semakin bertambah besar." Ucap dokter Kasandra sambil melepaskan tangannya yang tadi me x re x mas wortel importnya.
'Si*l, Kasandra bikin aku ingin melakukan hubungan suami istri." Ucap Ronald dalam hati sambil menahan kesal sekaligus meredam hasratnya.
'Si*l, selama ini Kasandra tidak pernah melakukan itu padaku." Ucap Vincent dalam hati.
Grep
"Ayo sayang kita pergi dari sini." Ucap Ronald sambil menarik tangan dokter Kasandra.
"Tunggu dulu, pakaian yang tadi aku pilih bagaimana? Apakah Kak Ronald suka?" Tanya dokter Kasandra.
"Sangat suka." Jawab Ronald.
"Kalau begitu aku bayar dulu setelah itu baru kita pergi." Ucap dokter Kasandra.
"Tidak usah." Ucap Ronald.
"Kenapa?" Tanya dokter Kasandra dengan wajah sedih.
"Cihhhhh... Bilang saja tidak punya uang, sini aku yang bayar pakaiannya. Uangku sangat banyak dibandingkan calon suamimu yang miskin itu." Ucap Vincent sambil tersenyum sinis ke arah Ronald.
__ADS_1