
"Kamu tidak perlu tahu siapa Aku, terima lah kematianmu." ucap Ronald sambil mengarahkan pistolnya ke arah kening pria tersebut.
Dor
"Akhhhhhhhh..." Teriak pria tersebut.
Bruk
Ronald menarik pelatuknya hingga terdengar suara letusan membuat pria tersebut berteriak kesakitan bersamaan tubuhnya ambruk dan mati seketika.
"Putranya yang sangat sombong sudah meninggal sekarang giliran putrinya yang sombong." ucap Ronald sambil berjalan keluar dari kamar tersebut.
Pria tersebut merupakan putra pertama di mana orang tuanya sudah di tembak mati oleh Ronald dan kini Ronald berjalan ke arah putri mereka.
Ceklek
Ronald membuka pintu kamar tersebut dan melihat seorang gadis cantik berbaring di ranjang namun Ronald sama sekali tidak tertarik karena baginya yang paling cantik adalah dokter Kasandra.
"Terimalah kematianmu, gadis sombong." Ucap Ronald sambil mengarahkan pistolnya ke arah kening gadis tersebut.
Dor
"Akhhhhhhhh..." Teriak gadis tersebut.
Ronald menarik pelatuknya hingga terdengar suara letusan membuat gadis tersebut berteriak kesakitan dan mati seketika dengan mata melotot.
Selesai melakukannya Ronald pergi meninggalkan mansion tersebut diikuti oleh anak buahnya menuju target berikutnya.
Di tempat yang berbeda di mana Marcel bersama anak buahnya menyerang mansion sesuai apa yang tertulis di kertas tersebut.
Marcel dan anak buahnya tanpa rasa ampun menembak semua penghuni mansion termasuk pemilik mansion. Setelah pekerjaannya beres Marcel bersama anak buahnya pergi meninggalkan tempat tersebut tanpa menyadari dua pasang mata yang berhasil menyembunyikan diri melihat apa yang dilakukan Marcel bersama anak buah Marcel membuat ke dua orang tersebut dendam terhadap Marcel.
"Aku akan ingat wajahmu karena ketika ada kesempatan Aku akan membalaskan dendamku." Ucap pria tersebut sambil menahan amarahnya.
Tugas yang diberikan oleh Daddy Raka akhirnya sudah selesai. Daddy Raka, Daddy Rico, Marcel dan Ronald kini sudah berada di hotel.
"Sebentar lagi pagi, kalian menginaplah di hotel ini." Ucap Daddy Raka sambil menguap karena tubuhnya sangat lelah sambil berjalan ke arah kamarnya.
"Baik Dad." Jawab Marcel dan Ronald bersamaan sambil berjalan ke arah kamar yang kosong karena lantai paling atas adalah kamar paling banyak.
Namun baru beberapa langkah terdengar suara teriakan Daddy Rico.
"Daddy! kenapa kamarku terbuka lebar? Dan ada bekas tembakan!" Pekik Daddy Rico dengan perasaan takut yang teramat sangat jika istrinya kenapa-kenapa sambil berlari ke arah kamarnya.
Serempak Daddy Raka, Marcel dan Ronald menatap ke arah kamar Daddy Rico dan berlanjut menatap ke arah kamar Daddy Raka dan Rani.
Daddy Rico yang berlari ke arah kamarnya membuat Daddy Raka juga ikut berlari ke arah kamarnya sedangkan Ronald dan Marcel berlari ke kamar Rani.
Mereka masing-masing sangat terkejut karena kamar tersebut sangat berantakan terlebih kamar di mana kamar Rani dan dokter Adrian yang paling parah karena banyak bekas tembakan.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Ronald dan Marcel bersamaan sambil melihat sekeliling ruangan kamar tersebut.
"Kita keluar dan kita laporkan ke Daddy Raka dan ke Tuan Rico." Ucap Ronald.
"Ok." Jawab Marcel dengan singkat
Ronald dan Marcel keluar dari kamar Rani dan dokter Adrian bersamaan Daddy Raka dan Rico juga keluar dari kamar mereka.
"Kenapa kamar pengantin Rani dengan Adrian berantakan dan banyak selonsong peluru?" Tanya Marcel dengan wajah yang sangat terkejut.
"Bagaimana dengan Rani dan Adrian?" Tanya Daddy Raka sambil menggenggam erat ke dua tangannya menahan amarahnya.
"Tidak ada, bagaimana dengan Mommy dan Karen?" Tanya Marcel.
__ADS_1
"Tidak ada juga, apa mereka menculik keluargaku? Daddy akan mengecek cctv untuk mengetahui apa yang terjadi. " Ucap Daddy Raka sambil membalikkan badannya dan berjalan ke arah kamar lain di mana kamar tersebut merupakan ruangan cctv.
Bruk
Rico yang sangat sedih kehilangan Karen, istri dan adik kesayangannya membuat Rico ambruk dan langsung di tahan tubuhnya oleh Ronald dan Marcel.
"Mommy, istrimu dan Rani pasti baik-baik saja." Ucap Marcel.
"Baik-baik bagaimana? Istriku sedang hamil dan kandungannya sangat lemah!" Teriak Rico sambil menarik krah Marcel.
Ceklek
Tiba-tiba dari kamar sebelah ujung terbuka dan melihat orang-orang yang di kenalnya dan salah satunya berteriak sambil menarik krah salah satu pria tersebut.
Siapa lagi kalau bukan Rani bersama suaminya yang baru bangun tidur dan berniat ke kamar mereka untuk membersihkan tubuhnya.
"Kak Rico kenapa marah-marah?" Tanya Rani sambil berjalan dengan langkah cepat dan diikuti oleh suaminya.
Deg
Deg
Deg
Jantung Rico, Ronald dan Marcel berdetak kencang ketika mendengar suara yang sangat familiar di telinganya membuat ke tiga pria tampan tersebut membalikkan badannya kemudian menatap ke arah Rani bersamaan.
Grep
"Kamu baik-baik saja, syukurlah Kakak ikut senang." Ucap Rico sambil melepaskan tangannya yang tadi menarik krah Marcel kemudian memeluk adik kesayangannya.
"Tentu saja aku baik-baik saja, memang ada apa Kak?" Tanya Rani sambil mendorong perlahan tubuh kakaknya.
Grep
"Hiks ... Hiks ... Hiks ... Mommy dan Karen di culik." Ucap Rico sambil terisak dan memeluk kembali adik kembarnya.
"Iya, apalagi Karen sekarang sedang hamil. Kakak sangat takut dengan Karen dan ke empat anak Kakak yang belum sempat Kakak lihat." Jawab Rico dengan wajah yang sangat sedih.
"Kak Karen lagi tidur sambil memeluk ...." Ucapan Rani terpotong oleh Rico.
"Karen tidur sambil berpelukan? Sama siapa? Di mana Karen tidur?" Tanya Rico beruntun sambil menahan amarah sekaligus cemburu.
Wajahnya yang tadi sangat sedih kini mendadak berubah menjadi wajah yang penuh amarah dan siap menerkam siapa saja yang ada dihadapannya. Rico hanya melihat jari telunjuk Rani ke arah kamar yang paling ujung kanan.
Ceklek
Tiba-tiba pintu ruangan yang berada di ujung paling kiri terbuka membuat mereka menatap ke arah tersebut dan melihat Daddy Raka sedang menatap ke arah mereka dengan wajah sedih.
"Rani dan Adrian, kalian baik-baik saja? Mommy dan kakak iparmu ..." Ucap Daddy Raka menggantungkan kalimatnya dengan wajah super - duper sedih.
"Mommy lagi berpelukan Dad." Jawab Rani usil.
"Apa? Kenapa kamu diam saja? Di mana Mommy sekarang?" Tanya Daddy Raka dengan wajah memerah seperti gunung yang ingin meletus.
Daddy Raka yang tadi wajahnya sangat sedih kini mendadak hilang berganti wajah garang yang sangat menakutkan bagi siapa saja yang melihatnya.
"Itu di sana." Jawab Rani sambil menunjuk ke arah kamar yang paling ujung kanan.
Tanpa menjawab Daddy Raka melihat jari Rani menunjuk ke arah ujung kanan.
"Kenapa Rico juga ke sana?" Tanya Daddy Raka sambil berjalan.
"Kak Karen juga berpelukan Dad, makanya Kak Rico marah." Jawab Rani dengan wajah serius.
__ADS_1
Tanpa menjawab Daddy Raka berjalan dengan langkah cepat dan diikuti oleh Ronald dan Marcel.
'Perasaanku mengatakan kalau Rani membohongi Daddy Raka dan Rico.' Bisik Marcel ke telinga Ronald.
'Sama, soalnya mana mungkin istri mereka selingkuh.' Bisik Ronald.
Brak
"Karen! Apa yang kamu lakukan!" Bentak Rico dengan suara menggelegar.
Di tempat yang sama di mana Daddy Raka melihat Rico mendobrak paksa pintu tersebut sambil berteriak nyaring membuat Daddy Raka berjalan dengan langkah cepat ke arah kamar tersebut.
Karen dan Mommy Nicole yang tidur dengan pulas sangat terkejut mendengar suara pintu kamar di buka secara paksa bersamaan suara teriakan membuat mereka memaksakan untuk membuka matanya dan langsung duduk.
"Sstttttt ..." Rintih Karen ketika tiba-tiba langsung duduk sambil membelai perutnya.
"Ada apa?" Tanya Mommy Nicole dengan wajah kuatir.
"Perut Karen sakit Mom." Jawab Karen sambil masih membelai perutnya.
Ketika Rico mendobrak pintu sambil berteriak memanggil nama istrinya dengan wajah yang sangat menakutkan langsung berubah dengan wajah kuatir karena istrinya meringis menahan rasa sakit pada perutnya.
Amarahnya yang tadi memuncak kini hilang entah kemana namun mereka di kejutkan kembali dengan suara yang tak kalah menyeramkan sangat familiar di telinga mereka.
"Mommy! Apa yang Mommy lakukan!" Bentak Daddy Raka sambil masuk ke dalam kamar tersebut.
Krik
Krik
Krik
Amarah Daddy Raka yang sudah ke ubun-ubun karena mengira istrinya selingkuh sedangkan dirinya tadi sempat sangat sedih membuat Daddy Raka berteriak untuk pertama kalinya begitu pula dengan Rico. Namun ketika melihat istri dan menantunya berada di kamar bersama langsung terdiam.
"Daddy, Rico kenapa kalian berdua berteriak?" Tanya Mommy Nicole dengan nada satu oktaf untuk pertama kalinya memarahi suami dan putra sulungnya.
"Bikin kami jantungan apalagi kasihan ke empat cucuku yang sangat terkejut mendengar teriakan kalian berdua." Sambung Mommy Nicole sambil menatap tajam ke arah mereka berdua
"Maaf Mom, kata Rani kalau Mommy dan Karen berpelukan." Jawab Daddy Raka dan Rico bersamaan sambil menundukkan wajahnya.
Wajah Daddy Raka dan Rico yang sangat garang bikin orang sangat takut dan berharap bisa selamat namun tidak berlaku untuk Mommy Nicole malah justru sebaliknya mereka sangat takut.
Ronald dan Marcel yang sudah tahu kalau Rani mengerjai Daddy Raka dan Rico langsung berjalan mundur secara bersamaan.
'Kita kabur yuk.' Ajak Ronald sambil berbisik.
'Ayuk.' Jawab Marcel ikut berbisik.
"Ronald dan Marcel, kalian berdua jangan pergi! Kalian semua habis darimana?" tanya Mommy Nicole sambil turun dari ranjang dan menatap satu persatu ke empat pria yang terkenal dengan kekejamannya namun takut ketika berhadapan dengan Mommy Nicole yang seperti singa betina.
"Kami dari ..." Ucap Ronald dan Marcel bersamaan sambil melirik ke arah Daddy Raka meminta bantuan.
'Ayo Dad, bantuin kami.' Ucap ke dua pria tampan tersebut dalam hati.
"Olah raga." Jawab Daddy Raka asal yang mengerti arti lirikan ke dua pria tampan tersebut.
"Olah raga malam-malam begini?" Tanya Mommy Nicole sambil masih memasang mode garang.
Ke empat pria tersebut hanya menganggukkan kepalanya. Karen yang awalnya perutnya tadi kram karena tiba-tiba terbangun hanya bisa menahan tawa melihat suaminya dan Ayah mertuanya serta ke dua anak buah suaminya seperti anak kecil yang melakukan kesalahan.
"Olah raga di atas kasur?" Tanya Mommy Nicole sambil masih menatap mereka satu persatu dengan tatapan tajam.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
__ADS_1
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :