Ranjang Panas Sang CEO 1

Ranjang Panas Sang CEO 1
Persahabatan


__ADS_3

Ke empat pria tampan tersebut berpikir untuk menjawab pertanyaan Mommy Nicole sambil mengharapkan ada keajaiban. Hingga tiba-tiba terdengar suara yang sangat familiar di telinga mereka membuat mereka memalingkan wajah ke arah sumber suara.


"Mommy, Daddy." Panggil Rani tiba-tiba datang dan masuk ke dalam kamar tersebut.


Ketika Daddy Raka ingin mengatakan sesuatu tiba-tiba datang putri bungsunya dan menantunya membuat ke empat pria tampan menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


'Selamet .... selamet ... ' Ucap Daddy Raka, Rico, Ronald dan Marcel dalam hati bersamaan sambil bernafas lega.


"Ada apa?" Tanya Mommy Nicole dan Daddy Raka bersamaan.


"Kamar kami kok seperti kapal pecah dan banyak selonsong peluru?" Tanya Rani dengan wajah masih terkejut.


"Apa?" Tanya Mommy Nicole dan Karen secara bersamaan sekaligus wajahnya sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Rani.


"Bukan hanya kamar kalian, kamar Mommy dan Daddy serta kamar Rico dan Karen juga berantakan." Sambung Daddy Raka.


"Siapa yang melakukannya?" tanya Mommy Nicole yang sudah melupakan apa yang terjadi barusan yaitu memarahi ke empat pria tampan termasuk suaminya.


"Kami tidak tahu Mom, tadi Daddy ke ruang cctv tapi ruangan cctv rusak parah jadi Daddy tidak tahu siapa yang melakukannya." Jawab Daddy Raka.


"Coba Karen lihat." Ucap Karen tiba-tiba sambil turun dari ranjang.


"Memang Sayangku bisa?" Tanya Rico.


"Karen akan coba dulu semoga bisa." Jawab Karen.


Rico hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka keluar satu persatu dari kamar tersebut.


"Mommy, ingin melihat kamar Mommy lebih dulu." Ucap Mommy Nicole yang ingin tahu seberapa kerusakan yang dilakukan oleh para penjahat.


"Daddy akan temani Mommy." Ucap Daddy Raka yang takut terjadi sesuatu dengan istrinya.


Mommy Nicole hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka berjalan ke arah kamar mereka. Marcel dan Ronald sejak malam dan pagi belum tidur sering menguap membuat Daddy Raka menyuruh mereka untuk istirahat.


"Kalian istirahatlah." Ucap Daddy Raka.


"Hoam ... Baik Dad, aku tidur dulu." Ucap Marcel sambil menguap.


"Aku juga." Sambung Ronald.


Ke dua pria tampan tersebut pergi meninggalkan mereka menuju ke arah kamar masing-masing untuk istirahat.


Di tempat yang berbeda tepatnya di apartemen milik dokter Kasandra dimana dokter Kasandra dan Clarisa sedang tidur dengan pulas. Hingga tiba-tiba terdengar suara ponsel milik dokter Kasandra.


Dengan mata masih terpejam dokter Kasandra mencari ponselnya hingga dirinya menemukan ponselnya dan tanpa melihatnya dokter Kasandra menekan tombol warna hijau.


("Hoam ... Hallo." Panggil dokter Kasandra sambil menguap dan masih memejamkan matanya).

__ADS_1


("Maaf mengganggu, hotel tempat kami di serang...." ucapan Karen terpotong oleh dokter Kasandra).


("Apa? Kamu dan yang lainnya baik-baik sajakan?" Tanya dokter Kasandra dengan nada panik).


Dokter Kasandra yang awalnya sangat mengantuk dan enggan membuka matanya mendadak membuka matanya membuka matanya dan langsung duduk di sisi ranjang.


Rasa kantuk yang teramat sangat hilang dalam sekejap karena dirinya sangat kuatir Karen dan keluarga suaminya tidak baik-baik saja terlebih kekasihnya saat itu tinggal di hotel tempat Karen dan keluarga besarnya menginap.


("Kami baik-baik saja, apakah kalian bisa ke sini?" Tanya Karen).


("Tentu saja bisa." Jawab dokter Kasandra).


("Baik, kami tunggu." Ucap Karen).


("Ok." Jawab dokter Kasandra singkat).


Tut tut tut


Sambungan komunikasi terputus kemudian dokter Kasandra turun dari ranjang dan berjalan ke arah lemari pakaian untuk mengganti pakaian.


"Lebih baik Aku bawa perlengkapan perangku untuk berjaga-jaga jika ada musuh yang menyerang kami." Ucap dokter Kasandra.


xxxxxxx


Dokter Kasandra, Karen dan Sandra adalah tiga sahabat yang saling membantu jika salah satu membutuhkan bantuan seperti saat ini.


Mereka bertiga bisa bela diri dan menolong orang yang membutuhkan bantuan. Terkadang jika mereka mendengar cerita tentang pembegalan ataupun sering ada pembunuhan dan penculikan maka mereka muncul menolong para korban.


xxxxxxx


Setelah selesai menyiapkan barang dokter Kasandra berjalan ke arah kamar sahabatnya yang bernama Sandra.


Ceklek


Dokter Kasandra membuka kamar sahabatnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Dokter Kasandra melihat sahabatnya masih tertidur dengan pulas kemudian dokter Kasandra berjalan ke arah ranjang.


"Sandra bangun." panggil dokter Kasandra sambil menggoyangkan tubuhnya ketika dokter Kasandra duduk di sisi ranjang.


"Hoam... Kasandra, ada apa?" tanya Sandra sambil menguap dan memaksakan membuka matanya.


"Hotel tempat Karen menginap di serang jadi Aku May ke sana, apakah kamu mau ikut?" Tanya dokter Kasandra.


"Apa? Bagaimana bisa? Bagaimana keadaan Sandra dan yang lainnya? Tentu saja Aku ikut." Tanya Sandra beruntun sambil bangun dari ranjang.


"Aku juga kurang jelas tapi yang pasti kata Karen semuanya baik-baik saja. Aku membawa peralatan perangku karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya." Jawab dokter Kasandra sambil turun dari ranjang.


"Ok, aku juga akan menyiapkan peralatan perangku." Ucap Sandra.

__ADS_1


"Aku bantu menyiapkannya." Ucap dokter Kasandra.


"Ok, terima kasih." Jawab Sandra.


"Sama-sama." Ucap dokter Kasandra.


Peralatan perang yang di maksud adalah satu stell pakaian serba hitam, topeng, besi kecil jika di tarik tuasnya akan membentuk tongkat, pistol, kompas dan senter.


Sandra turun dari ranjang dan berjalan ke arah lemari pakaian untuk mengganti pakaian sedangkan dokter Kasandra membantu Sandra untuk menyiapkan keperluannya.


Setelah selesai mengganti pakaian bersamaan ponsel milik Sandra berdering membuat Sandra mengambil ponselnya yang ada di atas meja dekat ranjang dan melihat sahabatnya yang bernama Karen menghubungi dirinya.


("Ada apa Karen?" Tanya Sandra).


("San, sekalian bawa kabel yang ada di gudang dan juga laptop milikku yang di simpan di kamar." Pinta Karen).


("Ok." Jawab Sandra singkat).


Tut Tut Tut Tut


Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh Karen kemudian Sandra menyimpan ponselnya ke dalam tasnya.


"Karen minta dibawakan kabel yang ada di gudang dan juga laptop." Ucap Sandra.


"Ok, kalau begitu Aku ke gudang ambil kabel dan kamu ambil laptop milik Karen." Ucap dokter Kasandra.


"Ok." Jawab Sandra singkat.


Ke dua gadis itupun keluar dari kamar dan berjalan ke arah yang berbeda untuk mengambil kabel dan laptop setelah selesai mereka keluar dari apartemen.


"Aku yang kendarai mobil." Ucap dokter Kasandra sambil membuka pintu pengemudi.


"Ok." Jawab Sandra sambil membuka pintu samping pengemudi.


"Setelah semuanya sudah menikah, kira-kira bisakah kita bisa seperti ini?" Tanya dokter Kasandra sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.


"Menurutku jika salah satu di antara kita bertiga mengalami kesulitan maka kita membantunya seperti contohnya saat ini. Sahabat kita mengalami kesulitan dan kita membantunya." Jawab Sandra.


"Betul juga katamu, kita harus berusaha untuk saling membantu dan menjauhkan dari pertengkaran yang akan merugikan kita sendiri." Ucap dokter Kasandra.


"Aku setuju sekali dan Aku sangat bersyukur di antara kita bertiga, kita tidak saling merebutkan pria terlebih kita sekarang ini menyukai pria yang berbeda." Ucap Sandra.


"Aku setuju yang kamu katakan." Ucap dokter Kasandra.


Sandra hanya tersenyum dan dalam hatinya berharap persahabatan mereka abadi dan bisa diteruskan ke anak-anak mereka nantinya begitu pula yang diharapkan oleh dokter Kasandra dan Karen.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

__ADS_1


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :



__ADS_2