Ranjang Panas Sang CEO 1

Ranjang Panas Sang CEO 1
Tamat


__ADS_3

Dokter Kasandra membuka lemari pakaian kemudian menatap ke arah lingerie yang berada di dalam lemari.


Setelah beberapa saat berpikir dirinya melepaskan pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun dan bersiap memakai lingerie.


ceklek


Grep


Pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah Ronal. Ronald sangat terkejut melihat tubuh istrinya polos tanpa sehelai benangpun dan bersiap untuk memakai pakaian seksi. Ronald yang tidak bisa menahannya langsung memeluk tubuh polos istrinya.


"Sayang, kamu sengaja menggodaku ya?" Tanya Ronald.


"Hehehehe... Aku ingin memakai lingerie untuk menggoda suamiku tapi sayang suamiku keburu keluar dari kamar mandi." Jawab dokter Kasandra jujur.


"Tidak apa-apa Sayang, begini juga Kakak sangat suka jadi tidak perlu repot-repot membukanya." ucap Ronald sambil memainkan dua gunung kembar milik istrinya.


"Sayang ... Ahhhhhh... " Ucap dokter Kasandra mengeluarkan suara merdunya.


Ronald tersenyum mendengar suara merdu istrinya kemudian Ronald menggendong istrinya dan berjalan ke arah ranjang. Ronald membaringkan tubuh polos istrinya ke arah ranjang setelah selesai barulah Ronald menarik tali jubah handuknya.


Kini tubuh mereka sama-sama polos kemudian mereka pun melakukan hubungan suami istri. Awalnya dokter Kasandra merasakan sakit luar biasa pada bagian privasinya namun lama-lama merasakan enak hingga akhirnya mereka berdua tumbang karena kelelahan.


Satu Tahun Kemudian


Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya dan kini Ronald bersama istrinya dokter Kasandra sudah mempunyai anak perempuan yang sangat cantik dan di beri nama Katarina.


Begitu pula dengan Marcel bersama istrinya Sandra mempunyai anak laki-laki yang sangat tampan mirip Ayahnya dan di beri nama Kenzo.


Sedangkan Leonard bersama istrinya Adriana mempunyai sepasang anak kembar dan di beri nama Leo dan Leona yang sangat tampan dan cantik perpaduan antara ke dua orang tuanya.


Kini mereka berkumpul di mansion milik Daddy Raka di mana mereka duduk dengan santai ada yang di ruang keluarga, ada yang di taman belakang dan ada yang di ruang kerja.


Ruang Keluarga


"Tidak terasa kita bertiga sudah menikah dan mempunyai anak yang sangat tampan, cantik dan lucu." Ucap dokter Kasandra sambil memandangi ke arah anak-anaknya yang sedang bermain dengan anak-anak ke dua sahabatnya begitu pula dengan ke dua sahabatnya.


"Betul dan Aku tidak menyangka suamiku mempunyai dua sahabat dan dua sahabatnya menikah dengan kalian." Sambung Karen.


"Aku jadi ingat dulu, di mana kita sangat berharap persahabatan kita abadi dan dilanjutkan dengan anak-anak kita." Sambung Sandra.


"Betul sekali, semoga saja anak-anak kita ada yang berjodoh." Ucap Karen.


"Amin." Jawab dokter Kasandra dan Sandra bersamaan.

__ADS_1


Taman Belakang


Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan di mana Mommy Nicole, Adriana dan Rani berada di taman belakang sambil menanam bunga.


"Mommy sangat senang bisa berkumpul seperti ini." Ucap Mommy Nicole.


"Kami juga sama Mom." Jawab Adriana dan Rani bersamaan.


"Mommy." Panggil Rani.


"Ya." Jawab Mommy Nicole singkat.


"Apakah Daddy masih menjadi ketua mafia?" Tanya Rani.


"Sudah tidak lagi kecuali kalau anggota keluarganya ada yang di usik barulah Daddy mengarahkan anggota mafianya untuk menyerang mereka. Memang kenapa?" Tanya Mommy Nicole penasaran.


"Tidak apa-apa Mom, hanya penasaran saja." Jawab Rani.


Mommy Nicole hanya menganggukkan kepalanya sambil masih menanam bunga mawar 🌹 yang sangat cantik.


"Kalau Adriana, bagaimana?" Tanya Rani kepo.


Mereka tahu kalau Leonard ikut menjadi anggota mafia di bawah pimpinan Daddy Raka karena tenaga Leonard dibutuhkan mengingat Leonard ahli dalam program IT.


"Mommy tidak pernah melarang Daddy untuk menghukum mereka karena mereka pantas mendapatkannya. Mengingat kejadian masa lalu yang dijadikan pelajaran di mana mereka diberikan kesempatan tapi mereka masih saja menyerang." Sambung Mommy Nicole.


"Betul kata Mommy, selama mereka tidak ada yang menyerang maka kita pun juga melakukan hal yang sama yaitu tidak menyerang mereka." Sambung Adriana.


Rani hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan perkataan Mommy Nicole dan Adriana.


"Sudah selesai, sekarang cuci tangan, cuci kaki lalu melihat taman mawar." Ucap Mommy Nicole.


"Ok."Jawab Adriana dan Rani bersamaan.


Ke tiga wanita itupun pergi meninggalkan tempat tersebut menuju ke arah kamar mandi untuk mencuci kaki dan tangan mereka setelah itu mereka menatap ke arah taman bunga mawar yang sangat indah untuk di lihat.


Ruang Kerja


Daddy Raka, Rico, Ronald, Marcel, dokter Adrian dan Leonard berkumpul di ruang keluarga.


"Apakah di perusahaan mengalami masalah?" Tanya Daddy Raka.


"Tidak ada Dad." Jawab mereka bersamaan.

__ADS_1


"Bagus, kalau ada masalah ingat kabarin Daddy ataupun salah satu anggota keluarga besar kita karena kita adalah bagian dari keluarga jadi kita harus saling membantu." Ucap Daddy Raka.


"Baik Dad." Jawab mereka bersamaan lagi.


"Daddy ingin bertemu dengan Mommy kalian sekalian ingin makan bersama." Ucap Daddy Raka sambil berdiri.


"Ok. Aku juga sama." jawab dokter Adrian.


"Aku juga sama." Jawab mereka bersamaan.


Mereka pun keluar dari ruang kerja kemudian berjalan meninggalkan ruangan tersebut menuju ke ruang keluarga. Keluarga besar Daddy Raka hidup bahagia terlebih sudah tidak ada musuh untuk saat ini.


Tamat


xxxxxxxxxxxxxxxxx


Tidak terasa novel ini sudah tamat dan terima kasih atas komentar, like, hadiah dan vote. Maaf kalau author tidak semua membalas komentar para pembaca tapi yang pasti author sangat senang dengan komentar para pembaca setiaku.


Terima kasih atas like, komentar, hadiah, kopi dan vote. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian. Amin.


Pesan Author yang ingin disampaikan adalah : Sahabat sejati dan sahabat yang baik adalah sahabat yang selalu ada di saat susah dan senang.


Jika sahabat hanya memikirkan diri sendiri dan tanpa menyadari akan kesalahannya lebih baik lepaskan dan tinggalkan karena Dia bukan sahabat baik.


Dari pada sakit hati dan bikin kita erosi eh emosi lebih baik tinggalkan saja seperti yang dilakukan oleh author Yayuk Triatmaja.


Di mana Author Yayuk Triatmaja mempunyai tiga sahabat yang selalu bersama. Aku tidak pernah perhitungan dengan uang di mana aku sering mentraktir ke tiga sahabatku.


Sahabatku satunya juga sama sepertiku tapi sayang dua sahabatnya perhitungan ketika Aku sengaja mengujinya meminta di traktir tapi author mendapatkan omelan pedas di depan orang banyak.


Hingga akhirnya author memutuskan berhenti mentraktir mereka. Lucunya tanpa punya rasa bersalah salah satu dari mereka mengatakan : Kok tumben Mba Yayuk tidak pernah traktir kita?


Dalam hatiku berkata : Hello, apakah kamu tidak ingat dengan perkataanmu di mall di mana aku dipermalukan di depan orang banyak.


Maaf jadi curhat hehehehe....


Maaf juga kalau ada kata-kata yang tidak berkenan di hati kalian.


Sekali lagi terima kasih banyak buat para pembaca dan semoga Tuhan selalu melindungi kita dimanapun kita berada dan membalas kebaikan kalian.


Salam,


Yayuk Triatmaja

__ADS_1


__ADS_2