
"Bagaimana kalau hari ini aku perkenalkan dengan orang tuaku?" Tanya dokter Kasandra.
"Boleh." Jawab Ronald dengan singkat.
'Kalau orang tua Kasandra tidak setuju berarti memang aku ditakdirkan hidup sendiri.' Ucap Ronald dalam hati.
Ronald memantapkan hati jika seandainya orang tua dokter Kasandra tidak menyetujui hubungan mereka maka Ronald berjanji untuk tidak membuka hatinya untuk wanita lain.
Tidak berapa lama pesanan mereka datang, Palumara bandeng dan ayam serundeng berikut lalapan dan sambal serta minuman pesanan Sandra.
"Maaf Nona, ini Palumara bandeng." Ucap pelayan rumah makan sambil meletakkan piring di atas meja.
"Ini ayam serundeng berikut lalapan dan sambal." Ucap pelayan rumah makan sambil meletakkan semuanya di atas meja makan.
"Kamu suka pete?" Tanya Ronald ketika melihat di antara lalapan ada pete.
"Suka." Jawab dokter Kasandra sambil tersenyum malu.
"Kakak juga suka." Ucap Ronald sambil ikut tersenyum.
"Kak Ronald ingin tahu bagaimana caranya menghilangkan bau pete?" Tanya dokter Kasandra usil.
"Setahu Kakak tidak ada, bagaimana caranya?" Tanya Ronald penasaran.
"Makanlah jengkol di jamin bau petenya hilang." Jawab dokter Kasandra dengan wajah polos.
"Pffttttttt.."
Dokter Kasandra tersenyum melihat Ronald tertawa hingga beberapa saat mereka makan bersama tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
Lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum. Mereka melanjutkan mengobrol hingga setengah jam kemudian Ronald dan dokter Kasandra berdiri dan berjalan ke arah kasir untuk membayar makanan dan minuman mereka.
Setelah beres mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju ke mansion orang tua dokter Kasandra.
"Kak Ronald, mau permen mint?" Tanya dokter Kansandra sambil membuka tasnya.
"Boleh." Jawab Ronald.
Dokter Kasandra mengambil permen kemudian diberikan ke Ronald.
__ADS_1
"Ini Kak permennya." Ucap dokter Kasandra.
"Tolong bukain dan masukkan ke dalam mulut Kakak." Ucap Ronald modus.
Tanpa banyak bicara ataupun protes, dokter Kasandra membuka bungkusan permen kemudian memasukkan permen ke mulut Ronald. Ronald tersenyum bahagia atas perhatian dokter Kasandra karena dulu mantan kekasihnya tidak pernah mau melakukannya.
Lebih parahnya lagi mantan kekasihnya sering menanyakan kabarnya Rico, apa kesukaan Rico dan lain sebagainya membuat Ronald kesal sekaligus cemburu.
Sedangkan bersama dokter Kasandra, tidak pernah sekalipun dokter Kasandra membicarakan tentang pria lain. Hal itu membuat Ronald semakin mencintai dokter Kasandra.
Hingga dua puluh lima menit kemudian mereka sudah sampai di mansion milik orang tua dokter Kasandra. Ronald terkejut ketika mobilnya berhenti tepat di dekat pintu utama, Ronald melihat mansion yang terbilang mewah membuat jantung Ronald berdetak kencang.
Pasalnya bisa dipastikan kalau keluarga dokter Kasandra adalah keluarga terkaya setelah Tuan Besar Raka.
'Apakah orangtua Kasandra mau menerimaku? Pria miskin yang tidak mempunyai perusahaan, apartemen dan mobil saja boleh pinjam dari Tuan Muda Rico. Walau Tuan Rico mengatakan semuanya untukku tetap saja bagiku kalau aku pinjam.' Ucap Ronald dalam hati.
"Kak Ronald, ayo turun." Ucap dokter Kasandra sambil turun dari mobil.
"Ok." Jawab Ronald singkat.
Ronald ikut turun dari mobil kemudian Ronald dan dokter Kasandra berjalan ke arah pintu utama di mana dua orang bodyguard tersebut membuka pintu utama dengan lebar.
"Sama-sama Nona." Jawab ke dua bodyguard tersebut bersamaan.
Dokter Kasandra dan Ronald masuk ke dalam mansion hingga di ruang keluarga mereka melihat ke dua orang tua dokter Kasandra. Ke dua orang tua dokter Kasandra langsung berdiri ketika putri kesayangannya berjalan ke arah mereka dengan diikuti oleh Ronald.
"Mommy, Daddy." Panggil dokter Kasandra sambil mencium punggung tangan ke dua orang tuanya secara bergantian.
"Masih ingat rumah?" Tanya Mommynya dengan nada kesal.
"Maaf Mom, Kasandra sibuk di rumah sakit." Jawab dokter Kasandra.
"Tapi tidak apa-apa Mom, kalau putri kesayangan kita jarang ke sini karena putri kita sudah membawa gandengan." celetuk Daddynya sambil menatap ke arah Ronald.
"Truk kali di gandeng." Celetuk dokter Kasandra.
Ctak
"Aduh .... Mommy, Daddy nakal." Adu dokter Kasandra sambil mengusap keningnya.
Daddy nya dokter Kasandra yang bernama Daddy Raymond yang sangat suka bercanda dengan putri kesayangannya dengan sengaja menyentil kening dokter Kasandra.
__ADS_1
"Daddy, apakah Daddy ingin di hukum?" Tanya Mommynya dokter Kasandra yang bernama Mommy Rose.
"Hehehehe..." Tawa Daddy Raymond.
"Oh ya Mom, Dad kenalkan ini Kak Ronald." Ucap dokter Kasandra.
"Selamat siang Tuan dan Nyonya." Sapa Ronald.
"Kok manggilnya Nyonya? Panggil saja Mommy sama seperti Kasandra memanggilku." Ucap Mommy Rose.
"Oh ya hampir lupa, silahkan duduk." Sambung Mommy Rose sambil duduk begitu pula dengan suaminya.
"Apakah boleh?" Tanya Ronald sambil duduk di sofa dan diikuti oleh dokter Kasandra yang duduk di sampingnya kemudian Ronald menatap ke arah Daddy Raymond.
"Tentu saja boleh, kan Mommy yang minta." Jawab Mommy Rose.
"Baik Mom." Jawab Ronald sambil tersenyum bahagia karena dirinya di terima.
"Mommy dan Kasandra mau ke dapur, kamu bicaralah dengan Daddy Raymond." Ucap Mommy Rose sambil berdiri.
"Baik Mom." Jawab Ronald patuh.
Mommy Rose berjalan ke arah dapur dengan diikuti oleh dokter Kasandra meninggalkan ke dua pria yang saling menatap.
"Ada hubungan apa dengan putriku?" Tanya Daddy Raymond dengan nada dingin.
"Kami adalah sepasang kekasih." Jawab Ronald jujur walau jantungnya berdetak dengan kencang.
"Kerja di mana dan sebagai apa?" Tanya Daddy Raymond.
"Di perusahaan PT Raka Wow Keren milik Tuan Muda Rico. Aku bekerja sebagai tangan kanan Tuan Muda Rico." Jawab Ronald.
"Tangan kanan ya?" Tanya ulang Daddy Raymond.
"Benar Tuan." Jawab Ronald yang berusaha bersikap tenang.
"Seperti yang Momny katakan tadi, panggil aku dengan sebutan Daddy." Sambung Daddy Raymond.
"Baik Dad." Jawab Raymond patuh.
"Apakah kamu sangat mencintai putriku?" Tanya Daddy Raymond.
"Tentu saja Dad." Jawan Ronald tanpa banyak berpikir.
__ADS_1
"Jika aku memintamu untuk memilih mengkhianati Tuan Rico dan imbalannya bisa menikah dengan putriku atau tidak ingin mengkhianati Tuan Rico tetapi melupakan putriku, mana yang kamu pilih?" Tanya Daddy Raymond.