
"Aku hanya menebaknya." Jawab Rico berbohong.
'Ya tahulah, mata-mataku kan banyak jadi tahu siapa saja orang yang berkhianat di perusahaan milik Daddy.' Sambung Rico dalam hati.
"Apa yang dikatakan Tuan benar, Ayahnya memintaku untuk membocorkan data perusahaan karena itulah aku langsung memutuskan hubunganku dengan gadis itu." Ucap Ronald jujur tanpa ada yang ditutup tutupi.
"Kenapa kamu tidak memilih kekasihmu?" Tanya Rico yang merasa bangga karena Ronald lebih memilih setia dengan dirinya daripada setia dengan kekasihnya.
"Tuan sudah sangat baik padaku jadi sungguh tidak tahu diri jika seandainya aku lebih memilih gadis itu dengan cara mengkhianati Tuan." Jawab Ronald.
"Tetaplah setia denganku karena sekali tidak setia maka selamanya aku tidak percaya lagi denganmu." ucap Rico.
"Percayalah padaku Tuan, kalau aku akan selalu setia dengan Tuan." Ucap Ronald dengan nada penuh keyakinan.
"Ya aku selalu percaya padamu dan jangan pernah ada pikiran untuk mengkhianati ku." Ucap Rico.
"Tidak ada dalam pikiranku untuk mengkhianati Tuan dan terima kasih atas kepercayaan Tuan." Ucap Ronald.
Rico hanya menganggukkan kepalanya hingga beberapa saat kemudian mereka saling terdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
"Oh ya aku baru ingat, sahabat baikku waktu dulu kami sekolah hingga kuliah di tempat yang sama akan bekerja di perusahaan ku mulai besok dan namanya Marcel sebagai tangan kananku." Ucap Rico setelah beberapa saat mereka terdiam.
Deg
Jantung Ronald berdetak kencang karena mengira kalau Rico memecat dirinya dan digantikan oleh Marcel sekaligus sahabat Rico.
"Berarti aku di pecat Tuan? Apakah aku melakukan kesalahan?" Tanya Ronald dengan suara tercekat karena dirinya tidak percaya akan di pecat secepat itu.
Ronald sudah sangat nyaman bekerja dengan Rico karena itulah dirinya agak terpukul jika dirinya di pecat.
"Kamu tidak melakukan kesalahan jadi mana mungkin kamu ku pecat." Ucap Rico dengan nada tegas.
"Bukankah aku tangan kanan Tuan? Lalu kenapa Tuan Rico ingin mencari tangan kanan lagi?" Tanya Ronald.
"Memang benar kamu tangan kananku tapi aku ingin agar ada orang yang membantu pekerjaanmu. Bukankah selama ini kamu selalu keteteran?" Tanya Rico sambil mengangkat salah satu alis matanya.
"Memang benar Tuan, kadang saya keteteran ketika banyak pekerjaan yang menumpuk." Jawab Ronald dengan jujur.
"Karena itulah aku membutuhkan orang kepercayaan lagi yaitu Marcel." Jawab Rico.
__ADS_1
"Pasti Tuan Marcel lebih pintar dariku karena Tuan Marcel lulus sekolah di tambah lulus kuliah." Ucap Ronald merasa rendah diri.
Ketika Rico ingin menjawab bersamaan ponselnya berdering membuat Rico tidak jadi menjawab ucapan Ronald.
"Tunggu sebentar aku terima telepon dulu." Ucap Rico sambil mengambil ponselnya dari saku jasnya.
Ronald hanya menganggukkan kepalanya sedangkan Rico melihat siapa yang menghubungi dirinya setelah mengetahuinya Rico menggeser tombol berwarna hijau kemudian menempelkan ponselnya di telinganya.
'Pasti Tuan Marcel sangat pintar dan bisa dipastikan semua pekerjaanku akan di ambil alih lalu aku tidak ada pekerjaan selanjutnya di pecat. Kalau itu terjadi mungkin bukan rejekiku di sini tapi yang pasti aku tidak akan dendam ataupun membenci Tuan Rico karena Tuan Rico sudah banyak membantuku. Aku harus mencari pekerjaan lain sebelum aku di pecat.' Ucap Ronald dalam hati yang melihat Rico sedang mengobrol di ponselnya.
Tok Tok Tok
"Masuk." Jawab Rico sambil menyimpan ponselnya di saku jasnya.
Ceklek
Seorang pemuda tampan namun lebih tampan Rico membuka pintu ruangan tersebut kemudian masuk ke dalam.
"Oh ya Ronald ini Marcel yang akan menjadi rekan kerjamu dan Marcel ini rekan kerjamu." Ucap Rico memperkenalkan mereka berdua.
"Marcel / Rico." Ucap mereka bersamaan saling memperkenalkan diri dan berjabat tangan.
"Apakah saya pantas Tuan?" Tanya Ronald.
"Maksudnya?" Tanya Rico dengan wajah bingung begitu pula dengan Marcel.
"Saya sekolah tidak lulus sedangkan Tuan Marcel lulus sekolah di tambah lulus kuliah jadi apakah saya pantas memberitahukan pekerjaannya?" Tanya Ronald.
"Tentu saja pantas." Jawab Rico sambil membuka pintu ruangan Ronald.
"Marcel ruanganmu nanti di sebelah kiri ruanganku karena ruangan Ronald berada di sebelah kanan." Sambung Rico sambil berjalan ke arah keluar ruangan.
"Ok." Jawab Marcel singkat.
Rico menutup pintu ruangan dan kini tinggal mereka berdua di ruangan tersebut.
"Ronald, panggil namaku Marcel tanpa perlu embel-embel Tuan karena kita berdua sama-sama bekerja dengan Tuan Rico." Ucap Marcel.
"Mengenai apa pantas atau tidak seperti yang dikatakan Tuan Rico kalau kamu memang pantas karena kamu lebih berpengalaman dari pada aku." Sambung Marcel.
__ADS_1
"Sekolah saya saja tidak tamat sedangkan Tuan Marcel lulus sekolah di tambah lulus kuliah jadi mana pantas saya mengajari Tuan Marcel." Ucap Ronald yang masih rendah diri.
"Ronald, pertama aku sangat suka jika kamu memanggilku Marcel tanpa perlu memanggilku Tuan Marcel dan ke dua aku bukan orang yang suka merendahkan orang lain sama seperti Tuan Rico yang tidak pernah memandang seseorang dari pendidikannya tapi dari kemampuan orang itu untuk bekerja." Ucap Marcel dengan nada tegas.
"Kamu termasuk sangat hebat karena kamu belum lulus sekolah tapi bisa menjadi kaki tangan Tuan Rico dan melakukan pekerjaan ini dengan sempurna. Tuan Rico sangat bangga dan sangat puas dengan hasil pekerjaanmu karena itulah ketika pekerjaanmu menumpuk dan kamu tidak ada waktu untuk istirahat, Tuan Rico mencari tangan kanan agar bisa meringankan pekerjaanmu." Sambung Marcel.
"Aku bukan tipe orang yang suka menjilat atasan karena aku tipe orang yang sangat suka melakukan kerjasama dan membantu jika salah satu dari kita mengalami kesulitan." Sambung Marcel panjang lebar.
Ronald terdiam namun perkataan Marcel membuat Ronald tersenyum bahagia karena ternyata Marcel bukan orang yang tadi ada dalam pikirannya yaitu sombong dan akan berbuat semena-mena di tambah menjilat atasan.
"Kok diam saja, terharu ya mendengar ucapan ku?" Tanya Marcel sambil menaiki turunkan alis matanya.
"Pffttttttt."
"Nah gitu dong ketawa." Ucap Marcel.
"Ternyata kamu lucu juga." Ucap Ronald yang sudah tidak menggunakan bahasa formal.
"Iya dong, oh iya jangan jenuh ya mengajariku karena terkadang aku tidak mengerti jika pekerjaannya susah." Ucap Marcel.
"Ok." Jawab Ronald singkat yang tidak mempermasalahkan hal itu.
Ronald memberikan pekerjaan yang mudah dan ternyata Marcel bisa kemudian Ronald memberikan pekerjaan yang agak sulit.
"Kalau ini kurang paham bisa tolong ajarin." Pinta Marcel.
'Sebenarnya sih bisa tapi aku ingin agar Ronald bisa lebih percaya diri dan sangat senang karena Ronald bisa mengerjakannya dengan mudah.' Sambung Marcel dalam hati.
"Baik." Jawab Ronald singkat.
Ronald mengajari Marcel dengan sabar membuat Marcel sangat senang karena Ronald sesuai apa yang dikatakan oleh Rico kalau Ronald orangnya sabar dan tidak sombong untuk mengajari orang lain.
"Ternyata kamu tidak pelit ilmu ya." Ucap Marcel.
"Maksudnya?" Tanya Ronald.
"Biasanya orang tidak mau mengajari caranya sedangkan kamu bersedia mengajarinya berarti kamu tidak pelit ilmu." Ucap Marcel.
"Selama aku bisa maka aku akan mengajarinya apalagi ilmu yang sudah ku dapat sudah sepantasnya mengajarkan ke orang-orang yang ingin belajar seperti dirimu." Ucap Ronald.
__ADS_1
Marcel hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Ronald memberikan beberapa dokumen untuk dikerjakan Marcel sedangkan Ronald melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda. Mereka bekerja sama agar pekerjaan yang menumpuk di meja Ronald segera selesai tepat waktu.