Ranjang Panas Sang CEO 1

Ranjang Panas Sang CEO 1
Hasil Rancanganku


__ADS_3

"Rumah makan Sehati Sejiwa, sudah lama aku tidak makan di sana." Ucap dokter Kasandra sambil tersenyum dan mengingat akan ke dua sahabatnya.


"Kamu pergi sama siapa?" Tanya Ronald dengan nada cemburu.


"Pergi bersama Karen dan Sandra, sudah lama kami tidak makan di sana sejak sahabat kami Karen hamil." Jawab dokter Kasandra.


"Memang kenapa?" Tanya Ronald penasaran.


"Karena ketika aku atau Sandra mengajak Karen pergi ke sana Karen langsung menolak katanya baunya membuatnya mual." Jawab dokter Kasandra.


"Kok bisa?" Tanya Ronald sambil membuka pintu mobil samping pengemudi.


"Karena kalau hamil bisa saja apa yang disukainya jadi tidak suka atau sebaliknya bertambah suka. Nanti kalau sudah beberapa bulan atau sudah melahirkan suka lagi dengan makanannya." Jawab dokter Kasandra menjelaskan sambil duduk di kursi samping pengemudi.


Ronald hanya menganggukkan kepalanya walau dalam hatinya masih bingung sambil menutup pintu samping pengemudi.


Kini Ronald duduk di kursi pengemudi kemudian mengendarai dengan kecepatan sedang menuju ke Rumah makan Sehati Sejiwa.


"Kasandra." Panggil Ronald yang tiba-tiba teringat akan sesuatu.


"Ya." Jawab dokter Kasandra.


"Lain kali kamu jangan me x re x mas adik kecilku." Ucap Ronald yang masih kesal karena dirinya kepalanya sempat pusing gara-gara ulah dokter Kasandra.


"Maaf." Jawab dokter Kasandra yang mengerti perkataan Ronald dengan wajah memerah.

__ADS_1


"Kamu tahu, kepalaku pusing dan adik kecilku sangat sakit ketika kamu melakukan itu." Ucap Ronald.


"Maaf kalau aku me x re x mas x nya keras jadi adik kecil Kak Ronald sangat sakit." Ucap dokter Kasandra merasa bersalah dengan wajah sendu.


'Calon istriku ternyata masih polos dan tidak mengerti apa yang aku katakan.' Ucap Ronald dalam hati.


"Sudah lupakan saja dan Kakak minta jangan diulangi lagi." Ucap Ronald.


'Aku mengatakan ini karena aku tidak ingin memperpanjang karena yang ada adik kecilku kembali berdiri tegak dan kepalaku sangat pusing untuk bisa menidurkannya.' Sambung Ronald dalam hati.


Dokter Kasandra hanya menganggukkan kepalanya kemudian Ronald mengalihkan pembicaraan mengenai keluarga dokter Kasandra.


Dokter Kasandra menceritakan secara singkat tentang keluarganya kemudian berlanjut tentang pembicaraan lain hingga tidak terasa mereka sudah sampai di Rumah makan Sehati Sejiwa.


xxxxxxx


Sandra dan Marcel


Sandra dan Marcel sudah selesai membeli gaun pesta dan kini mereka berada di butik milik Sandra atas permintaan Sandra.


"Waktu itu aku mendesain satu stell jas dan aku tidak tahu apakah pas atau tidak untuk Kak Marcel." Ucap Sandra sambil membuka lemari ruang kerja milik Sandra.


"Bukankah kita baru kenal? Apa jangan-jangan kamu mendesain satu stell jas untuk kekasihmu?" Tanya Marcel dengan nada cemburu.


"Aku mendesain satu stell jas itu ketika aku putus dengan mantanku. Aku mendesain satu stell jas sambil berharap suatu saat nanti ada seorang pria yang tulus mencintaiku dan melindungi diriku." Jawab Sandra sambil memberikan satu stell jas.

__ADS_1


"Lalu kamu memberikannya untukku?" Tanya Marcel sambil tersenyum bahagia dan menerima satu stell jas.


"Tepat sekali, ketika Kak Marcel melindungi ku dari pria itu membuatku semakin yakin untuk memberikan hasil rancanganku." Jawab Sandra.


Marcel lagi-lagi tersenyum kemudian menarik dasinya lalu meletakkan di meja kerja Sandra dan berlanjut melepaskan kancing jasnya.


"Stop, kalau mau mencoba pakaian jangan di sini tapi di ruang pribadi ku." Ucap Sandra sambil menunjuk ruangan pribadinya.


"Memang kenapa?" Tanya Marcel dengan wajah polosnya.


"Kak Marcel, aku sangat malu jadi ganti di ruang pribadiku." Jawab Sandra.


"Baiklah." Jawab Marcel sambil tersenyum melihat wajah Sandra memerah karena malu.


Marcel berjalan ke arah ruang pribadi milik Sandra yang tidak pernah dimasuki oleh orang lain termasuk pria lain kecuali ke dua sahabatnya Karen dan dokter Kasandra. Hingga lima belas menit kemudian Marcel sudah memakai pakaian hasil desain Sandra.


"Kak Marcel sangat tampan dan pakaiannya pas tidak longgar ataupun kesempitan." Ucap Sandra sambil merapikan jas yang dikenakan Marcel.


"Terima kasih atas pujiannya." Ucap Marcel sambil tersenyum bahagia karena baru kali ini dirinya diperhatikan oleh seorang gadis.


Karena waktu Marcel mempunyai kekasih, kekasihnya tidak pernah memperdulikan dirinya. Kekasihnya sibuk dengan dirinya yang selalu tampil cantik dan ingin belanja dan belanja berbeda dengan Sandra.


Tadi sempat Sandra yang ingin membayar gaun pesta tapi karena Marcel memaksa membuat Sandra pasrah ketika Marcel membayar gaunnya.


"Apakah Kak Marcel suka hasil rancanganku?" Tanya Sandra.

__ADS_1


__ADS_2