
Tidak terasa waktu berlalu dengan cepatnya dan tidak terasa sahabat dokter Kasandra dan Sandra yang bernama Karen menikah dengan Rico.
Banyak tamu undangan datang dan pergi namun ke dua sahabatnya tetap setia berada di acara pesta pernikahan sahabatnya terlebih kekasih mereka yang juga sekaligus sahabatnya Rico juga setia berada di tempat tersebut.
"Kapan kalian menikah?" Tanya Marcel sambil memeluk pinggang kekasihnya yang bernama Sandra.
"Minggu depan kami berencana menikah, bagaimana dengan kalian?" Tanya Ronald.
"Tiga hari lagi kami baru menikah." Jawab Marcel.
"Berarti kami berdua terakhir dong menikah." Ucap Ronald.
"Hehehe..." Marcel terkekeh-kekeh.
Ronald dan dokter Kasandra hanya tersenyum hingga mereka mendengar suara orang - orang yang berasal dari tamu undangan. Di mana mereka menjelekkan Karen dan dokter Adrian membuat mereka menahan amarahnya.
"Kalian berdua diam di sini, biar aku dan Ronald berbicara dengan mereka." Ucap Marcel.
"Ok." Jawab dokter Kasandra dan Sandra bersamaan.
__ADS_1
Ke dua pria tampan tersebut berjalan ke arah tamu undangan kemudian mereka berdua berbicara dengan mereka sedangkan dokter Kasandra dan Sandra hanya menatap kekasihnya masing-masing.
"Mulut kok tidak bisa di jaga." Ucap dokter Kasandra dengan nada kesal dan menyindir beberapa tamu undangan yang ada di dekat mereka yang juga menjelekkan sahabatnya Karen dan dokter Adrian.
"Iri bilang bos." Sambung Sandra yang sengaja ikut menyindir.
"Jadi orang kok iri." Ucap dokter Kasandra.
"Ya begitulah, mereka ingin hidup enak dan berharap salah satu anaknya bisa menikah dengan salah satu anggota keluarga besar Tuan Besar Raka tapi sayang tidak di lirik jadi iri deh." ucap Sandra menjelaskan panjang lebar.
"Pfffftttttt..." Tawa dokter Kasandra.
"Merasa tidak? Kalau tidak merasa tidak usah marah." Celetuk Sandra.
"Kamu ..." ucapan wanita itu terpotong oleh dokter Kasandra.
"Sahabatku kenapa? Memang benarkan kalau Nyonya dan putri Nyonya ingin hidup enak? Menuduh sahabat kami yang bukan-bukan tapi sebenarnya Nyonya menceritakan tentang aib putrinya kalau tidur banyak pria." Ucap dokter Kasandra sambil tersenyum dan suara lembut namun kata-katanya sangat menusuk dan benar adanya.
Ketika sepasang suami istri tersebut ingin bicara bersamaan kedatangan Mommy Nicole dan Adriana serta Leonard.
__ADS_1
"Jika kalian mencari masalah ataupun membuat keributan lebih baik kalian pergi dan jangan ganggu acara pernikahan putra dan putri kami." Ucap Mommy Nicole dengan nada dingin.
"Kalian berdua dengar bukan apa yang dikatakan Nyonya Besar Raka? Lebih baik kalian pergi dan jangan ganggu acara pernikahan ke dua anak kembar Nyonya Besar Raka dan Tuan Besar Raka." Ucap wanita tersebut dengan penuh percaya diri.
"Benar, pergilah." Ucap beberapa tamu undangan yang tiba-tiba datang ke arah mereka.
"Justru kalianlah yang pergi." Ucap Marcel dan Ronald bersamaan.
"Apakah kalian mau dipermalukan di acara pernikahan ke dua anak kami?" Tanya Mommy Nicole ketika salah satu para tamu undangan ingin berbicara.
Sebagian ada yang pergi dan sebagian lagi tidak percaya kalau Mommy Nicole bisa mempermalukan mereka terlebih mereka sangat percaya diri kalau anak-anak mereka tidak mungkin memalukan ke dua orang tuanya.
Ada juga beberapa yang percaya kalau rahasia yang disembunyikan tidak mereka ketahui sehingga mereka tidak pergi dari tempat tersebut.
"Aku tidak percaya kalau Nyonya Besar Raka bisa memalukan keluarga kami." ucap salah satu pengunjung tamu undangan.
"Betul." Jawab beberapa tamu undangan.
Sebagian para tamu undangan yang tidak punya rasa iri penasaran dengan apa yang terjadi membuat mereka ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana akhirnya.
__ADS_1
"Baiklah, Leonard." Panggil Mommy Nicole.