Ranjang Panas Sang CEO 1

Ranjang Panas Sang CEO 1
Ronald dan Dokter Kasandra 2


__ADS_3

Selesai mengatakan hal itu Ronald membuka pintu mobil dengan wajah penuh kecewa membuat dokter Kasandra menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


Grep


"Kak Ronald, aku pernah terluka dan Kak Ronald tahu siapa pria yang melukai perasaanku. Jujur aku masih trauma jika aku menjalin hubungan dengan pria lain karena aku takut untuk terluka ke dua kalinya. Jadi bagaimana kalau kita mengenal lebih dulu?" Tanya dokter Kasandra sambil menahan tangan Ronald agar tidak turun dari mobil.


"Apakah kamu masih mencintai pria itu?" Tanya Ronald dengan nada cemburu sambil menutup pintu mobil kemudian menguncinya.


"Jika aku masih mencintai pria itu mana mungkin aku memohon sama Kak Ronald untuk berpura-pura menjadi kekasihku?" Tanya dokter Kasandra balik bertanya.


Ronald menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap wajah cantik dokter Kasandra.


"Baiklah kita akan mengenal satu sama lain dan sekarang maukah kamu menemui ke dua orang tua angkatku?" Tanya Ronald.


'Aku ingin menunjukkan ke orangtua angkatku kalau aku sudah berhasil dan mendapatkan seorang dokter cantik.' Ucap Ronald dalam hati.


"Jangan sekarang Kak." Pinta dokter Kasandra.


"Kenapa? Jangan bilang sebenarnya kamu berpura-pura?" Tanya Ronald dengan wajah kesal.


Grep


"Kak Ronald." Panggil dokter Kasandra sambil menggenggam tangan Ronald.


"Bisakah jangan berpikiran negatif tentangku?" Tanya dokter Kasandra sambil menatap wajah tampan Ronald.


"Kakak ..." Ucap Ronald menggantungkan kalimatnya.


"Aku mengerti Kak Ronald trauma karena sering disakiti dan direndahkan oleh wanita tapi tidak semua wanita seperti itu. Aku mau menemui ke dua orang tua Kak Ronald tapi tidak sekarang." Ucap dokter Kasandra.


"Aku ingin menemui ke dua orang tua Kak Ronald dalam kondisi aku sudah mandi dan cantik sambil membawa sesuatu untuk orang tua Kak Ronald. Kak Ronald lihat sendiri, aku belum mandi dan rambutku masih acak kadul." Sambung dokter Kasandra.


"Tapi bagi Kakak kamu cantik dan wangi." Ucap Ronald.


"Tapi tubuhku sangat lelah dan ingin istirahat jadi rasanya tidak sopan jika aku datang seperti ini. Bagaimana kalau besok pagi Kak Ronald datang? Apalagi sekarang kita sudah di tunggu oleh sahabat ku dan sahabat Kak Ronald belum lagi kita belum belanja." Ucap dokter Kasandra.


Ronald menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menganggukkan kepalanya. Kemudian Ronald kembali mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.


"Janji besok ke rumah orang tuaku?" Tanya Ronald.


"Janji." Jawab dokter Kasandra singkat dan padat.

__ADS_1


Tidak berapa lama mereka sampai di supermarket, Ronald dan dokter Kasandra turun dari mobil. Mereka berjalan ke arah supermarket hingga banyak mata baik pria dan wanita memandangi Ronald dan dokter Kasandra.


Ronald yang melihat para pria memandangi dokter Kasandra membuat Ronald memeluk dokter Kasandra dari arah samping dengan posesif sedangkan dokter Kasandra membiarkan apa yang dilakukan oleh Ronald.


'Dulu bersama mantan kekasihku jika pergi ke manapun pasti mantan kekasihku tebar pesona ketika melihat banyak wanita melihatnya sedangkan Kak Ronald justru memelukku dan tidak memperdulikan tatapan lapar para wanita.' Ucap dokter Kasandra dalam hati sambil tersenyum bahagia.


Mereka pun membeli bahan-bahan yang diperlukan hingga setengah jam kemudian mereka sudah selesai belanja. Merekapun berjalan ke arah kasir dan ketika tiba gilirannya dokter Kasandra membuka tasnya untuk mengambil dompet.


Ronald yang tahu kalau dokter Kasandra akan membayar barang belanjaan dengan cepat Ronald membayar belanjaan dokter Kasandra.


"Bayar pakai kartu ini." Ucap Ronald sambil meletakkan kartu kredit hitam tanpa batas ke arah kasir.


"Kok Kak Ronald yang bayar? Kan aku yang belanja?" Tanya dokter Kasandra dengan wajah terkejut.


Pasalnya dulu ketika bersama kekasihnya, dokter Kasandra membayar belanjaan sendiri dengan uangnya karena kekasihnya akan mengeluarkan uang jika mereka makan bersama atau pergi bersama keluarga kekasihnya.


"Di mana - mana cowok itu yang membayar belanjaan kekasihnya. Masa kekasihnya belanja tidak dibayarin." Ucap Ronald.


Deg


Jantung dokter Kasandra berdetak kencang bukan karena jatuh cinta tapi ucapan Ronald yang membuat dirinya terharu. Sudah ada dua perbedaan antara Ronald dengan mantan kekasihnya.


Dokter Kasandra hanya terdiam hingga akhirnya mereka selesai belanja dan kembali ke dalam mobil. Sejak dalam perjalanan dokter Kasandra terdiam membuat Ronald mengerutkan keningnya.


"Tidak ada." Jawab dokter Kasandra sambil menyandarkan tubuhnya di jok mobil.


"Sepertinya waktu aku membayar belanjaan milikmu, aku melihat wajahmu berubah sebenarnya ada apa?" Tanya Ronald penasaran.


Dokter Kasandra menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil arah pandangan matanya ke arah depan.


"Jika aku bicara, aku harap Kak Ronald jangan marah padaku." Pinta dokter Kasandra.


"Tidak, katakanlah." Ucap Ronald sambil menahan rasa takut jika dokter Kasandra berubah pikiran untuk menjadi kekasihnya.


"Pertama ketika kita pertama kali berada di supermarket, Kak Ronald memelukku dari arah samping dan jujur aku sangat bahagia karena Kak Ronald sangat berbeda dengan mantanku yang tebar pesona dengan gadis lain." Ucap dokter Kasandra.


"Ke dua ketika Kak Ronald membayar belanjaan ku, jujur aku sangat terkejut karena selama ini semua barang pribadi yang aku beli semua uangku sedangkan jika aku makan bersama atau pergi bersama keluarganya barulah dia yang membayarnya." sambung dokter Kasandra yang enggan menyebutkan nama mantan kekasihnya.


Grep


"Maaf kalau aku membandingkan Kak Ronald dengan pria itu. Tapi jujur aku sangat senang Kak Ronald memperlakukan aku seperti ini." Sambung dokter Kasandra sambil menggenggam tangan Ronald dengan erat.

__ADS_1


Ronald hanya tersenyum mendengar ucapan dokter Kasandra hingga tidak berapa lama mereka sudah sampai di rumah milik orang tua Sandra.


Ronald dan dokter Kasandra masuk ke dalam rumah tersebut dan melihat Sandra lagi mengobrol.


"Kok lama?" Tanya Sandra.


"Jalanan macet." Jawab dokter Kasandra.


"Kamu mandi dulu deh, biar aku yang membereskan semuanya dan sekalian memasak." Ucap Sandra.


"Ok." Jawab dokter Kasandra singkat.


Dokter Kasandra berjalan ke arah kamarnya sedangkan Ronald yang melihat dokter Kasandra naik tangga membuat Ronald mengikuti langkah dokter Kasandra.


"Biar aku membantu membawakan barang nya." Ucap Marcel.


"Ok." Jawab Sandra singkat.


Merekapun membawa barang belanjaan ke dapur kemudian Sandra memulai memasak dengan di bantu Marcel.


Dokter Kasandra yang merasa diikuti menengok ke arah belakang dan melihat Ronald sedang mengikuti dirinya.


"Lho Kak Ronald ngikutin aku?" Tanya dokter Kasandra sambil kembali membalikkan badannya.


"Aku ingin istirahat sebentar di kamarmu, bolehkah?" Tanya Ronald.


"Boleh." Jawab dokter Kasandra tanpa curiga sedikitpun.


Mereka pun masuk ke dalam kamar kemudian dokter Kasandra berjalan ke arah lemari lalu membukanya. Dokter Kasandra mengambil satu set pakaian tidur kemudian berjalan ke arah kamar mandi sedangkan Ronald berbaring di ranjang sambil menatap sekeliling ruangan.


"Kamarnya sangat rapi dan wangi seperti wangi tubuh Kasandra." Ucap Ronald.


"Aku tidak tahu kenapa aku sangat nyaman bersamanya dan menginginkan Kasandra menjadi istriku padahal kami baru mengenalnya." Sambung Ronald.


Karena lelah Ronald memejamkan matanya dan tidak membutuhkan waktu lama Ronald sudah tidur dengan pulasnya tanpa melepaskan sepatunya.


Ceklek


Dokter Kasandra membuka pintu dan melihat Ronald tidur dengan pulas. Dokter Kasandra berjalan perlahan kemudian duduk di sisi ranjang.


Dokter Kasandra dengan perlahan membuka sepatu pantofel milik Ronald namun baru saja membukanya tangan kanan dokter Kasandra di tarik oleh Ronald kemudian ditekuk.

__ADS_1


"Kak Ronald, sakit!" Teriak dokter Kasandra.


__ADS_2