Ranjang Panas Sang CEO 1

Ranjang Panas Sang CEO 1
Kerja Sama


__ADS_3

"Sayang, aku ingin makan domba guling. Kita ke arah sana yuk." Ajak Marcel sambil berdiri kemudian menarik tangan Sandra tanpa memperdulikan kehadiran dan ucapan gadis tersebut.


"Tapi punyaku belum habis." Ucap Sandra sambil berdiri karena tangannya di tarik.


Grep


"Tenang saja aku bantu habiskan." Ucap Marcel sambil memeluk pinggang Sandra.


Selesai mengatakan hal itu Marcel mengambil sendok kemudian memasukkan salad buah ke dalam mulutnya.


"Kak Marcel tidak jijik?" Tanya Sandra dengan wajah terkejut sambil berjalan ke arah makanan domba guling bersama Marcel yang masih memeluk pinggangnya.


"Kenapa jijik?" Tanya Marcel.


"Kan sendoknya bekas mulutku." Jawab Sandra.


"Tidak, apa jangan-jangan kamu jijik bekas sendokku?" Tanya Marcel dengan wajah cemberut.


"Tentu saja tidak." Jawab Sandra sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Marcel.

__ADS_1


Marcel hanya tersenyum sambil sesekali mengusap kepala Sandra sedangkan gadis yang tadi ingin menghancurkan hubungan Marcel dengan Sandra hanya bisa menahan amarahnya karena dirinya tidak berhasil.


'Si*l, aku harus cari cara agar bisa memisahkan mereka.' Ucap gadis itu dalam hati.


Pluk


Tiba-tiba seorang gadis datang dan duduk di sebelah gadis itu kemudian menepuk bahunya membuat gadis tersebut menatap ke arah gadis cantik tersebut. Mereka sebenarnya tidak begitu cantik tapi karena memakai makeup membuat mereka cantik berbeda dengan Sandra dan ke dua sahabatnya yang cantik alami tanpa menggunakan riasan.


"Siapa kamu?" Tanya gadis pertama dengan suara juteknya.


"Kamu tidak perlu tahu siapa aku tapi yang pasti aku ingin menawarkan kerja sama dan aku rasa kamu akan tertarik." Ucap gadis ke dua.


"Kerja sama apa?" Tanya gadis pertama.


"Apa imbalanmu?" Tanya gadis pertama yang merubah suaranya lebih lembut.


'Dasar, tadi suaranya jutek pas ada maunya suaranya sengaja di buat lembut. Tapi biarlah yang penting aku merebut Kak Marcel dengan cara yang lebih halus yaitu menggunakan tangan gadis ini.' Ucap gadis ke dua dalam hati.


"Aku ingin kamu memberiku uang dua puluh lima juta untuk memisahkan mereka dengan cara menyewa orang lain." Jawab gadis pertama.

__ADS_1


'Sebenarnya dua puluh juta aku pakai buat foya - foya dan lima jutanya aku pakai buat bayar orang untuk melukai wanita yang tidak tahu diri itu.' Sambung gadis pertama.


"Baiklah, tidak masalah." Ucap gadis ke dua.


Gadis ke dua adalah anak orang kaya karena itulah uang segitu tidak masalah baginya.


"Ok, kita bersalaman sebagai tanda kalau kita setuju dengan rencana kita." Ucap gadis pertama sambil mengulurkan tangannya.


"Ok." Jawab gadis ke dua sambil membalas uluran tangannya.


Mereka bersalaman setelah itu mereka melepaskannya kemudian gadis pertama berpamitan dan pergi meninggalkan gadis ke dua.


'Dasar gadis bod*h, mau saja dibohongi.' Ucap gadis pertama tersebut sambil tersenyum menyeringai.


Tanpa sepengetahuan mereka kalau empat pasang mata sejak tadi memperhatikan ke dua gadis tersebut siapa lagi kalau bukan orang tua Marcel, Marcel dan Sandra.


'Aku akan menyuruh orang untuk mengawasi gadis itu dan jika gadis itu menyakiti putraku dan calon menantuku maka aku tidak segan-segan menghukumnya.' Ucap Ayahnya Marcel dalam hati.


'Aku akan meminta putraku untuk lebih berhati-hati terhadap wanita ular itu.' Ucap Ibunya Marcel dalam hati.

__ADS_1


'Aku harus lebih berhati-hati.' Ucap Marcel dan Sandra bersamaan dalam hati.


Setelah hampir tiga jam akhirnya Marcel dan Sandra berpamitan dengan ke dua orang tua Marcel kemudian Marcel mengantar Sandra kembali ke rumahnya.


__ADS_2