Ranjang Panas Sang CEO 1

Ranjang Panas Sang CEO 1
Bertemu Kembali


__ADS_3

Kini dokter Kasandra dan Ronald sudah sampai di mall mereka berjalan dengan santai.


Grep


Ronald yang melihat banyak pria menatap dokter Kasandra dengan tatapan lapar membuat Ronald langsung memeluk pinggang kekasihnya secara posesif membuat dokter Kasandra tersenyum bahagia.


"Kenapa kamu tersenyum? Senang ya diperhatikan orang?" Tanya Ronald dengan nada cemburu.


"Aku tersenyum karena kekasihku menyayangiku dan memelukku membuatku sangat bahagia serta merasa nyaman." Jawab dokter Kasandra sambil membalas pelukan Ronald dan menyandarkan kepalanya di bahu Ronald.


'Kak Ronald memang berbeda dengan mantanku dan kini aku harus bisa membuka hatiku untuk Kak Ronald karena Kak Ronald tidak seperti mantanku. Jadi mulai sekarang dan seterusnya Kak Ronald adalah kekasihku.' Sambung dokter Kasandra dalam hati.


Ronald hanya tersenyum mendengar ucapan dokter Kasandra membuat Ronald mengusap punggungnya dengan lembut.


"Butiknya di mana Kak?" Tanya dokter Kasandra.


"Butik Bengkulu kepanjangan dari Berujung Ke Penghulu." Jawab Ronald.


Dokter Kasandra hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka berjalan ke arah Butik Bengkulu.


"Carilah gaun pesta dan Kakak akan duduk di sana." Ucap Ronald sambil melepaskan pelukannya kemudian berjalan ke arah ujung di mana ada bangku untuk menunggu.


Dokter Kasandra hanya menganggukkan kepalanya kemudian mulai mencari gaun pesta hingga beberapa saat dokter Kasandra melihat ada satu gaun pesta yang sangat cantik membuat dokter Kasandra mengambilnya dan mulai mencobanya di ruangan khusus.


"Kak Ronald." Panggil dokter Kasandra sambil menatap wajah tampan Ronald yang sedang mengotak atik ponselnya.



"Ya." Jawab Ronald singkat sambil mengangkat kepalanya menatap wajah cantik dokter Kasandra.


Deg


Deg


Jantung Ronald berdetak kencang melihat betapa cantiknya dokter Kasandra dan rasanya tidak rela jika ada pria lain yang menatap kecantikannya.


"Kak Ronald, cantik tidak?" Tanya dokter Kasandra.


Hening


"Kak Ronald." Panggil dokter Kasandra sambil melambaikan tangannya ke arah Ronald.


"Eh ... Ada apa?" Tanya Ronald yang tersadar dari lamunannya.


"Apakah aku jelek?" Tanya dokter Kasandra.


"Kata siapa kamu jelek?" Tanya Ronald sambil berdiri dan berjalan ke arah dokter Kasandra.


"Kataku." Jawab dokter Kasandra.


Grep


"Kenapa bilang seperti itu?" Tanya Ronald sambil memeluk dokter Kasandra dari arah depan.

__ADS_1


"Karena sejak tadi aku tanya Kak Ronald diam saja." Jawab dokter Kasandra sambil membalas pelukan Ronald.


"Maaf tadi Kakak melihatmu memakai gaun pesta sangat cantik dan ingin.." Ucap Ronald menggantungkan kalimatnya.


"Ingin apa?" Tanya dokter Kasandra yang merasakan bagian privasinya ada yang mengganjal.


'Apa kamu merasakannya? Aku ingin sekali melakukan hubungan suami istri.' Bisik Ronald tepat di telinga dokter Kasandra kemudian menggigit ujung telinganya.


Bugh


Dokter Kasandra mendorong tubuh kekar Ronald kemudian memukul bahu Ronald membuat Ronald tersenyum melihat wajah kesal dokter Kasandra.


"Dasar mesum." Ucap dokter Kasandra.


"Mesum hanya sama kekasihku doank." Ucap Ronald.


'Dulu bersama mantan kekasihku, kenapa aku tidak mesum seperti ini ya?' Sambung Ronald dalam hati.


Wajah dokter Kasandra memerah membuat dokter Kasandra membalikkan badannya.


Grep


"Mau kemana?" Tanya Ronald.


"Oh ya hampir lupa, aku pakai gaun pesta ini boleh tidak?" Tanya dokter Kasandra sambil membalikkan badannya.


"Tentu saja boleh." Jawab Ronald.


"Kalau begitu aku ingin membeli gaun pesta ini." Ucap dokter Kasandra sambil membalikkan badannya dan berjalan ke ruang ganti.


Ronald berjalan ke arah kasir kemudian membayar gaun pesta yang tadi di pakai oleh dokter Kasandra. Hingga lima menit kemudian dokter Kasandra keluar dari ruang ganti menuju ke arah kasir.


'Aku ingin membelikan jas dan kemeja untuk Kak Ronald.' Ucap dokter Kasandra sambil meletakkan gaun pesta tersebut ke kasir.


"Tolong di bungkus ya." Ucap dokter Kasandra.


"Baik Nona." Jawab petugas kasir.


Petugas kasir pun membungkus gaun pesta tersebut kemudian diberikan oleh dokter Kasandra.


"Oh ya hampir lupa ini kartunya." Ucap dokter Kasandra sambil memberikan kartu warna gold.


"Maaf Nona, sudah dibayar sama Kekasih Nona." ucap petugas kasir.


Dokter Kasandra membalikkan badannya dan menatap wajah tampan Ronald yang sedang menatapnya sambil tersenyum.


"Baik, kalau begitu terima kasih." Jawab dokter Kasandra sambil tersenyum dan dalam hatinya sangat bahagia karena Ronald benar-benar pria berbeda dari mantan kekasihnya.


Hal itu membuat dokter Kasandra bertambah yakin kalau Ronald pria yang tepat untuk dirinya. Dokter Kasandra berjalan ke arah pakaian pria kemudian memilih kemeja membuat Ronald sangat terkejut.


'Kasandra kenapa ke arah pakaian pria? Apa jangan - jangan mau membelikan pakaian untuk kekasihnya?' Tanya Ronald dalam hati dengan wajah cemburu.


Ronald hanya duduk sambil memperhatikan dokter Kasandra memilih kemeja hingga beberapa saat dokter Kasandra mengambil kemeja warna putih kemudian berjalan ke arah jas.

__ADS_1


Dokter Kasandra mengambil jas warna hitam begitu pula dengan celana panjang yang juga berwarna hitam berikut dasi warna hitam. Dokter Kasandra berjalan ke arah Ronald sambil tersenyum bahagia membuat Ronald ikut tersenyum namun dalam hatinya sangat terluka karena mengira dokter Kasandra memberikan satu stell pakaian untuk kekasihnya.


"Kak Ronald, bagus tidak?" Tanya dokter Kasandra.


"Bagus." Jawab Ronald singkat.


"Kalah begitu pakaiannya di coba dulu kalau pas nanti malam pakai pakaian yang aku pilih ini." Ucap dokter Kasandra.


"Kamu membelikan satu stell pakaian untukku?" Tanya Ronald dengan wajah tidak percaya namun dalam hatinya sangat bahagia karena ternyata dokter Kasandra membelikannya untuk dirinya.


"Tentu saja, kan Kak Ronald kekasihku." Jawab dokter Kasandra.


Grep


"Kak Ronald kekasihku? Coba ulangi sekali lagi." Pinta Ronald sambil memeluk dokter Kasandra.


"Kak Ronald kekasihku yang paling aku cintai begitu pula sebaliknya." Ucap dokter Kasandra sambil membalas pelukan Ronald.


Cup


"Terima kasih sayang, aku sangat senang mendengarnya." Ucap Ronald sambil mengecup kening dokter Kasandra dengan lembut.


"Sayang?" Tanya ulang dokter Kasandra.


"Mulai sekarang dan seterusnya aku akan memanggilmu dengan sebutan sayang." Jawab Ronald.


"Apakah kamu suka?" Tanya Ronald.


"Tentu saja sangat suka." Jawab dokter Kasandra sambil melepas pelukannya begitu pula dengan Ronald.


"Kalau begitu Kakak akan mencobanya." Ucap Ronald sambil berjalan ke arah ruang ganti.


Setelah hampir dua belas menit Ronald keluar dari ruang ganti kemudian berjalan ke arah dokter Kasandra membuat dokter Kasandra menatap wajah tampan Ronald tanpa berkedip.


"Bagaimana?" Tanya Ronald.


"Seperti perkiraanku kalau Kak Ronald pakai itu kelihatan bertambah tampan dan rasanya tidak rela jika ada gadis lain menatap dan mengajak kenalan dengan Kak Ronald." Jawab dokter Kasandra dengan wajah cemberut.


"Tenang saja, walau ada gadis yang menyukai Kak Ronald pasti Kakak akan tetap memilih Kasandra. Justru Kakak takut jika banyak pria yang mendekatimu." Ucap Ronald dengan wajah cemberut.


"Kak Ronald jangan kuatir karena mulai sekarang dan seterusnya aku hanya setia dengan satu orang yaitu Kak Ronald kecuali ..." Ucap dokter Kasandra menggantungkan kalimatnya.


"Kecuali apa?" Jangan Ronald penasaran.


"Jika Kak Ronald memintaku untuk pergi maka aku akan pergi dari kehidupan Kak Ronald begitu pula jika aku melihat Kak Ronald kedapatan selingkuh dengan gadis atau wanita lain maka aku juga akan pergi." Ucap dokter Kasandra.


"Aku laki-laki bod*h jika melakukan hal itu karena kamu adalah permata berharga yang sulit didapatkan dan aku sangat bersyukur bisa mendapatkan mu." Ucap Ronald dengan nada tegas.


"Aku sangat senang mendengarnya." Ucap dokter Kasandra.


'Semoga saja Kak Ronald tidak seperti mantan kekasihku karena jujur jika sampai hal itu terjadi maka aku tidak tahu apakah aku bisa membuka hatiku kembali seperti saat ini.' Sambung dokter Kasandra dalam hati.


Ronald hanya tersenyum kemudian Ronald berjalan ke arah ruang ganti sedangkan dokter Kasandra berjalan ke arah kasir.

__ADS_1


"Tidak aku sangka kita bertemu kembali." ucap seorang pria tiba-tiba masuk ke dalam butik tersebut.


__ADS_2