
"Aku melihat kalau Kak Ronald ... ( Menjeda kalimatnya) ... Maaf ... Sepertinya Kak Ronald kurang percaya diri, maaf kalau aku salah." Ucap dokter Kasandra sambil menundukkan kepalanya.
"Bagaimana kamu tahu?" Tanya Ronald.
"Dari cara Kak Ronald membuka pintu mobil belakang pengemudi yang seakan-akan menganggap Kak Ronald sopir padahal aku sama sekali tidak menganggap Kak Ronald sopir." Jawab dokter Kasandra.
Tanpa menjawab Ronald menghentikan mobilnya kemudian membuka sealt belt nya lalu memiringkan tubuhnya dan menatap wajah cantik dokter Kasandra.
"Apakah dokter Kasandra mau mendengarkan cerita masa laluku?" Tanya Ronald.
"Panggil namaku Kasandra, tentu saja aku mau mendengarkan cerita kak Ronald." Jawab dokter Kasandra sambil membalas tatapan Ronald.
Ronald menceritakan tentang masa kecilnya lalu berkenalan dengan seorang gadis hingga akhirnya putus sambil mencengkram kemudi dengan erat menahan amarahnya. Semua diceritakan tanpa ada yang di tutup-tutupi sedangkan dokter Kasandra mendengarkan dengan setia.
"Itulah kenapa aku jadi seperti ini." Ucap Ronald mengakhiri ceritanya.
Grep
Dokter Kasandra melepaskan sealt belt nya kemudian menarik perlahan tangan Ronald kemudian memeluknya dan Ronald pun membalas pelukan dokter Kasandra.
"Karena itu Kak Ronald merasa kurang percaya diri jika berdekatan dengan seorang gadis?" Tanya dokter Kasandra sambil mengusap punggung Ronald.
Entah kenapa usapan lembut dokter Kasandra membuat Ronald merasa nyaman terlebih bau parfum milik dokter Kasandra membuat dirinya tenang dan rasa amarahnya menghilang entah kemana.
"Selain itu jika aku mengantar rekan bisnis Tuan Rico maka para wanita itu dengan sombongnya menyuruhku seperti seorang pelayan hingga Tuan Rico memarahi para wanita jika tidak menghormatiku. Hingga mereka hanya bisa diam namun mereka tetap duduk di kursi belakang pengemudi." Jawab Ronald.
"Kak Ronald." Panggil dokter Kasandra dengan lembut sambil mendorong perlahan tubuh Ronald.
Grep
Dokter Kasandra menangkup ke dua pipi Ronald agar menatap dirinya kemudian dokter Kasandra tersenyum.
"Tidak semua wanita seperti itu, contohnya aku dan ke dua sahabatku atau mungkin saja bukan kami saja karena pasti masih banyak wanita yang menghargai seseorang dengan tidak menghina orang lain. Biarkan saja mereka seperti itu karena suatu saat nanti mereka akan sadar akan kesalahannya." Ucap dokter Kasandra dengan nada lembut.
Selesai mengatakan hal itu dokter Kasandra melepaskan ke dua tangannya namun ke dua tangannya di tahan oleh Ronald.
"Apakah kamu tidak malu berteman denganku?" Tanya Ronald sambil masih menatap wajah cantik dokter Kasandra.
"Pffftttt .... Hahahaha ... " Tawa lepas dokter Kasandra.
"Kenapa tertawa? Pasti aku tahu kamu malu berteman denganku." Ucap Ronald dengan wajah kecewa sambil melepaskan ke dua tangannya kemudian memalingkan wajahnya ke arah samping namun di tahan oleh dokter Kasandra.
__ADS_1
Ronald akhirnya membiarkan ke dua tangan dokter Kasandra menangkup ke dua pipinya sambil menatap wajah cantik dokter Kasandra.
"Kak Ronald." Panggil dokter Kasandra dengan nada lembut.
"Jika aku memang malu berteman dengan Kak Ronald, mana mungkin aku mengaku ke mantanku kalau Kak Ronald adalah pacarku?" Tanya dokter Kasandra kemudian tersenyum.
Ronald terdiam namun dirinya mulai ingat bagaimana dokter Kasandra mengaku dirinya sebagai kekasihnya bahkan mereka saling berpelukan dari arah samping.
"Kak Ronald masih ingat bukan bagaimana kita berpura-pura menjadi pasangan kekasih dan Kak Ronald ..." Ucap dokter Kasandra menggantungkan kalimatnya sambil melepaskan ke dua tangan nya kemudian memalingkan wajahnya yang memerah.
"Kakak kenapa?" Tanya Ronald sambil menarik dagu dokter Kasandra.
"Kok wajahmu memerah? Kamu sakit?" Tanya Ronald sambil mengarahkan tangan kanannya ke arah kening dokter Kasandra dengan wajah kuatir.
Grep
"Aku tidak sakit hanya saja aku kesal sama kak Ronald." Jawab dokter Kasandra sambil menahan tangan Ronald dengan menggunakan tangan kirinya.
"Kesal sama Kakak, kesal kenapa?" Tanya Ronald sambil mengangkat salah satu alis matanya dengan wajah bingung.
"Kita kan berpura-pura menjadi pasangan kekasih tapi kenapa Kak Ronald mengambil kesempatan dalam kesempitan?" Tanya dokter Kasandra dengan nada kesal.
"Maksudnya?" Tanya Ronald sambil berusaha mengingat apa yang telah dilakukannya.
Bugh
"Jangan pura-pura deh." Ucap dokter Kasandra.
"Serius sakit benaran, kok bilangnya pura-pura?" Ucap Ronald sambil masih pura - pura meringis menahan rasa sakit.
Dokter Kasandra menjadi merasa bersalah membuat dokter Kasandra mengusap bahu Ronald.
"Maaf aku tidak bermaksud menyakiti kak Ronald, masih sakit?" Tanya dokter Kasandra.
"Sakit banget." Jawab Ronald.
"Kita ke rumah sakit yuk." Ajak dokter Kasandra sambil membuka pintu mobil.
"Ke rumah sakit kok kamu buka pintu?" Tanya Ronald dengan wajah bingung.
"Bahu Kak Ronald masih sakit jadi biar aku yang mengendarai mobil dan Kak Ronald duduk di samping pengemudi." Jawab dokter Kasandra menjelaskan.
__ADS_1
Deg
Jantung Ronald berdetak kencang ketika mendengar ucapan dokter Kasandra karena baru kali ini dirinya diperhatikan oleh seorang gadis.
"Tidak usah ke dokter." Ucap Ronald.
"Tapi bahu Kak Ronald?" Tanya dokter Kasandra sambil menatap ke arah Ronald dengan wajah kuatir.
"Cukup cium pipi langsung sembuh." Jawab Ronald sambil menunjuk ke arah pipinya.
Cup
Tanpa sadar dokter Kasandra mengecup pipi Ronald kemudian Ronald mengarahkan jarinya ke arah bibirnya.
Cup
Dokter Kasandra pun mengecup bibir Ronald secara singkat namun tangan kanan Ronald menahan tengkuk dokter Kasandra membuat mereka saling berciuman dan bertukar saliva hingga dokter Kasandra hampir kehabisan nafas.
Dokter Kasandra langsung menepuk perlahan punggung Ronald dan Ronald yang mengerti langsung melepaskan ciumannya.
"Hah ... Hah ..."
Dokter Kasandra menghirup udara sebanyak-banyaknya sedangkan Ronald menjilati bibirnya sambil tersenyum bahagia karena bisa merasakan ciuman pertamanya.
Bugh
"Ciuman pertamaku." pekik dokter Kasandra sambil memukul bahu Ronald dengan wajah kesal.
"Aku juga ciuman pertamaku jadi sama-sama kan." Ucap Ronald tanpa merasa bersalah.
"Tidak sama, aku ingin memberikan ciuman pertamaku untuk suamiku termasuk harta berharga yang aku jaga." Ucap dokter Kasandra dengan wajah yang masih kesal.
"Kalau begitu bagaimana kalau kita menikah?" Tanya Ronald.
"Maksud Kak Ronald?" Tanya dokter Kasandra dengan wajah terkejut.
"Kakak sudah mendapatkan ciuman pertamamu, tinggal harta berharga yang kamu jaga jadi untuk mendapatkannya Kakak akan menikah denganmu." Jawab Ronald menjelaskan.
"Kak Ronald, jangan bercanda kita itu baru kenal masa langsung menikah? Kak Ronald belum mengenalku begitu pula sebaliknya." Ucap dokter Kasandra.
"Memang benar kita baru kenal tapi Kakak merasa nyaman bersamamu atau jangan - jangan kamu memang sama seperti gadis lain yang tidak suka menikah dengan pria miskin seperti Kakak?" Tanya Ronald.
__ADS_1
"Bukan seperti itu Kak, tapi ...." Ucap dokter Kasandra terpotong oleh Ronald.
"Tidak perlu dilanjutkan karena Kakak sudah tahu kalau kamu dan semuanya memang merendahkan orang seperti Kakak terlebih kamu seorang dokter." Ucap Ronald dengan wajah kecewa.