Ranjang Panas Sang CEO 1

Ranjang Panas Sang CEO 1
Putus


__ADS_3

"Walau aku mencintai putri Tuan tapi maaf aku tidak bisa mengkhianati Tuan Rico." Ucap Ronald dengan nada tegas tanpa banyak berpikir.


"Berarti kamu lebih memilih setia dengan Tuan Rico daripada dengan putriku?" Tanya Tuan Vincent.


"Tepat sekali, aku lebih memilih Tuan Rico." Jawab Ronald dengan nada masih tegas.


"Berarti hubungan kalian sampai di sini, apa kamu tidak menyesal?" Tanya Tuan Vincent sambil menahan amarahnya karena Ronald ternyata sangat setia dengan Rico begitu pula dengan Mila.


"Aku akan lebih menyesal jika aku mengkhianati Tuan Rico yang banyak berjasa padaku. Ibarat kata pepatah yang berbunyi kacang lupa dengan kulitnya dan aku bukan orang seperti itu. Jika Mila ingin mencari orang yang lebih baik dariku atau Tuan mencari seorang menantu yang kacang lupa dengan kulitnya silahkan saja." Ucap Ronald sambil berdiri.


"Daddy." Ucap Mila sambil mengeluarkan air mata buayanya agar Ronald luluh.


"Lebih baik kamu lupakan Ronald dan cari pria yang lebih baik dari Ronald seperti yang Ronald katakan." Ucap Tuan Vincent.


"Kak Ronald, aku sangat mencintaimu jadi aku mohon lakukan permintaan Daddy." Mohon Mila.


'Kak Ronald mana mungkin tega melihatku menangis, pasti menyetujui permintaan Daddy.' Sambung Mila dalam hati penuh percaya diri.


"Maaf lebih baik kita putus karena sampai kapanpun aku tidak bisa mengkhianati Tuan Rico dan semoga kamu menemukan pria yang lebih baik dariku." Ucap Ronald.


"Maaf, saya hari ini ada meeting dengan Tuan Rico jadi saya mohon pamit." Ucap Ronald yang menggunakan bahasa formal.


Ronald yang awalnya tidak menggunakan bahasa formal kini berubah menjadi bahasa formal tanda dirinya tidak ingin menjalin hubungan dengan musuh Rico dan melupakan perasaannya terhadap Mila.


Ronald berjalan meninggalkan Mila dan Tuan Vincent di ruangan Tuan Vincent tanpa menengok ke belakang.


'Sampai kapanpun aku tidak akan mengkhianati Tuan Rico karena Tuan Rico telah membuatku menjadi seperti ini.' Ucap Ronald dalam hati sambil menekan tombol lift.

__ADS_1


Ting


Pintu lift terbuka Ronald masuk ke dalam kotak persegi empat tersebut kemudian menekan tombol lantai dasar.


'Aku akan melupakan Mila dan tidak lagi menyukai gadis lain karena aku tidak ingin terluka lagi.' Ucap Ronald dalam hati.


Ronald mengubur perasaan terhadap Mila dan tidak ingin menjalin hubungan dengan gadis manapun. Dirinya kini lebih fokus bekerja dan mempunyai keinginan untuk bisa mempunyai perusahaan sendiri agar orang lain tidak merendahkan dirinya.


Ting


Pintu lift terbuka dan Ronald keluar dari kotak persegi empat tersebut. Ronald berjalan meninggalkan perusahaan milik orang tua mantan kekasihnya menuju ke arah parkiran mobil.


xxxxxxx


Kini Ronald berada di ruangannya tempat dirinya bekerja dengan Rico untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.


Tiba-tiba pintu ruangannya terbuka membuat Ronald menghentikan pekerjaannya lalu menatap ke arah pintu karena dirinya tahu kalau Rico masuk ke dalam ruangannya.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" Tanya Ronald.


"Tidak ada, aku datang ke sini hanya ingin bertanya hubunganmu dengan kekasihmu?" Tanya Rico kepo.


"Kami putus Tuan." Jawab Ronald yang enggan menjawab pertanyaan Rico tentang mantan kekasihnya tapi dirinya tidak mungkin berani mengatakannya.


"Sejak kapan?" Tanya Rico penasaran tapi tidak terlihat terkejut malah bersikap biasa saja.


"Sejak hari ini, apa jangan-jangan Tuan tertarik dengan gadis itu?" Tanya Ronald balik bertanya yang enggan menyebut nama Mila.

__ADS_1


"Aish, tidak mungkin aku menyukai ular itu." Ucap Rico.


"Maksudnya?" Tanya Ronald dengan wajah bingung.


"Gadis itu adalah ular dalam arti tidak pantas untuk dijadikan kekasih karena aku bisa menebak pasti gadis itu sukanya belanja, belanja dan belanja." Jawab Rico.


"Apa yang dikatakan Tuan benar adanya, kok Tuan bisa menebak?" Tanya Ronald dengan wajah terkejut.


"Pertama kali melihatnya aku sudah bisa menebaknya karena itulah ketika kita tidak sengaja bertemu dengan ular itu, aku langsung pergi dengan berbagai alasan." Jawab Rico menjelaskan.


"Kenapa Tuan tidak cerita?" Tanya Ronald.


"Maaf aku melakukan itu agar kamu belajar untuk bisa mencari seorang yang tulus mencintaimu dan jangan asal ada gadis yang menatapmu, kamu langsung suka tanpa menyelidiki latar belakang gadis itu." Jawab Rico menjelaskan.


"Nasehat Tuan akan aku ingat dan terima kasih atas penjelasannya." Ucap Ronald.


"Sama-sama." Jawab Rico sambil menepuk punggung Ronald.


Ronald hanya tersenyum dan dalam hatinya berjanji untuk selalu setia dengan Rico dan tidak akan mengkhianatinya sampai kapanpun.


"Kamu adalah orang kepercayaanku dan aku harap kamu selalu menjadi orang kepercayaanku." Ucap Rico setelah beberapa saat mereka terdiam.


"Sampai kapanpun aku tidak akan mengkhianati Tuan Rico. Jika di suruh memilih antara Tuan dengan kekasih maka aku akan memilih Tuan untuk tidak mengkhianati Tuan." Ucap Ronald.


"Apakah keluarganya meminta agar kamu mengkhianati ku dan kamu tidak setuju?" Tanya Rico sambil menatap ke arah Ronald.


"Dari mana Tuan tahu?" Tanya Ronald penasaran.

__ADS_1


__ADS_2