
"Kalau aku, ke dua orang tuaku ingin mengadakan pesta ulang pernikahan. Apakah Sandra mau menjadi pendamping di pesta ulang tahun pernikahan?" Tanya Marcel penuh harap.
"Kalau kamu tidak bisa, aku tidak akan memaksa." Ucap Marcel.
"Aku juga tidak akan memaksamu." Sambung Ronald.
Dokter Kasandra dan Sandra menatap wajah pasangan masing-masing yang terlihat jelas wajah kecewa jika mereka menolaknya membuat ke duanya tidak tega melihatnya.
"Baiklah aku akan datang ke acara pesta ulang tahun perusahaan." Jawab dokter Kasandra.
"Aku juga akan datang dan mau menjadi pendamping di pesta ulang tahun pernikahan ke dua orang tua Kak Marcel." Sambung Sandra.
"Baguslah." Ucap ke dua pria tampan tersebut.
Mereka pun kembali mengobrol dengan santai dan kadang mereka tertawa bersama hingga dua jam kemudian Marcel dan Ronald pamit karena hari sudah malam.
Tidak lupa dokter Kasandra memberikan rantang yang berisi makanan untuk Ronald begitu pula dengan Sandra yang memberikan rantang untuk Ronald.
Setelah itu barulah ke dua pria tampan pulang ke apartemen sedangkan dokter Kasandra dan Sandra masuk ke kamar masing-masing untuk istirahat.
xxxxxxx
Malam menjelang pagi dan pagi - pagi sekali seperti biasa dokter Kasandra dan Sandra sudah bangun pagi. Seperti biasa mereka memasak bersama hingga setengah jam mereka sudah selesai memasak dan kini mereka masuk ke kamar untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.
Hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai mandi dan memakai pakaian santai. Mereka menuruni anak tangga hingga mereka berada di lantai satu dan berjalan menuju ke ruang makan bersamaan terdengar suara bel pintu.
"Pagi-pagi kok tumben ada yang mencet bel, kamu ada janji dengan seseorang atau memesan sesuatu?" Tanya dokter Kasandra sambil berjalan ke arah pintu utama.
"Tidak, siapa ya yang datang berkunjung?" Tanya Sandra balik bertanya sambil ikut berjalan ke arah pintu utama.
"Entahlah, apa mungkin Kak Marcel atau Kak Ronald?" Tanya Sandra.
"Bisa jadi atau bisa saja ke dua - duanya datang." Jawab dokter Kasandra.
Ceklek
Dokter Kasandra membuka pintu utama dan melihat ke dua orang yang dikenalnya siapa lagi kalau Marcel dan Ronald.
"Silahkan masuk." Ucap dokter Kasandra dan Sandra bersamaan sambil dokter Kasandra membuka pintu dengan lebar.
"Terima kasih." Jawab Marcel dan Ronald bersamaan.
__ADS_1
Ke dua pria tampan tersebut masuk ke dalam rumah dengan diikuti oleh dokter Kasandra dan Sandra namun sebelumnya dokter Kasandra menutup pintu dengan rapat.
"Kak Ronald sudah sarapan pagi?" Tanya dokter Kasandra.
"Belum, kenapa memangnya?" Tanya Ronald dengan wajah terkejut.
"Kebetulan aku dan Sandra buat sarapan pagi kita bisa makan bersama." Jawab dokter Kasandra.
"Kak Marcel juga belum sarapan kan?" Tanya Sandra.
"Belum juga." Jawab Marcel.
"Kalau begitu kita makan bersama." Ucap Sandra.
"Jadi tidak enak numpang makan di sini." Jawab Marcel dan Ronald bersamaan.
"Tenang saja nanti aku hitung berapa kali Kak Marcel dan Kak Ronald makan di sini." Ucap dokter Kasandra sambil tersenyum jahil.
"Betul juga kita hitung berapa kali makan, lumayan menghemat pengeluaran belanja kita." Sambung Sandra sambil ikut tersenyum jahil.
"Boleh, hitung saja jadi kalau kami lapar tinggal menyuruh kalian untuk memasak." ucap Ronald.
"Setuju, jadi aku tidak perlu makan di luar." Sambung Marcel.
"Betul kita kan hanya bercanda. Oh ya ayo kita duduk." Ucap Sandra sambil menarik kursi makan.
Ke tiganya hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka duduk di kursi makan dan seperti kemarin malam dokter Kasandra dan Sandra mengambil makanan untuk pasangannya setelah itu barulah mereka.
"Kalau benaran juga tidak apa-apa dari pada aku makan di luar lebih baik makan buatan kekasihku yang jelas lebih sehat." Ucap Ronald sambil tersenyum menatap wajah cantik dokter Kasandra.
"Kalian sudah jadi pasangan kekasih? Sejak kapan?" Tanya Marcel kepo.
"Kepo." Jawab Ronald dan dokter Kasandra bersamaan.
"Aish ... Bicara kalian kompak banget, aku dan Sandra juga pasangan kekasih." Ucap Marcel tidak mau kalah.
"Serius, sejak kapan?" Tanya Ronald kepo.
"Kepo." Jawab Marcel dan Sandra bersamaan.
"Aish ... Bicara kalian kompak banget, ceritanya dendam nih." Ucap Ronald.
__ADS_1
"Pffftttt hahahaha..." Tawa mereka bersama.
Baru kali ini Marcel dan Ronald bisa tertawa lepas seperti ini membuat mereka berharap agar pasangan mereka sangat tulus tidak seperti mantan kekasih mereka.
Setelah beberapa saat mereka berhenti tertawa kemudian mereka makan bersama tanpa mengeluarkan suara sedikitpun namun sebelumnya mereka berdoa terlebih dahulu hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum.
"Oh ya, setelah ini aku akan mengajakmu ke mall." Ucap Marcel sambil menatap ke arah Sandra yang sedang mencuci piring dengan di bantu dokter Kasandra.
"Aku juga akan mengajakmu ke mall." Sambung Ronald.
"Ke mall mau beli apa?" Tanya dokter Kasandra dan Sandra bersamaan.
'Biasanya kalau gadis di ajak ke mall tanpa banyak bertanya langsung pergi dengan wajah senang banget. Tapi kenapa mereka berdua berbeda ketika aku ajak ke mall?' tanya Marcel dan Ronald dalam hati bersamaan.
"Nanti malam aku mengajakmu ke pesta ulang tahun pernikahan ke dua orang tuaku karena itulah aku mengajakmu membeli gaun pesta." Jawab Marcel menjelaskan.
"Gaun pesta aku punya jadi tidak usah beli." Ucap Sandra.
"Tapi aku ingin membelikanmu gaun pesta." Ucap Marcel.
"Tapi ..." Ucapan Sandra terpotong oleh Marcel.
"Tidak ada penolakan, ayo kita pergi." Ucap Marcel sambil berdiri.
"Baiklah." Jawab Sandra pasrah.
Ke duanya berpamitan dengan dokter Kasandra dan Ronald kemudian mereka pergi dengan menggunakan mobil milik Marcel.
"Seperti apa yang dikatakan Marcel, aku ingin membelikanmu gaun pesta di acara ulang tahun perusahaan dan tidak ada penolakan." Ucap Ronald.
"Baiklah." Jawab dokter Kasandra pasrah yang tidak bisa menolak permintaan Ronald.
Dokter Kasandra tahu kalau seandainya dirinya menolak yang ada Ronald akan kecewa karena itulah dokter Kasandra terpaksa memenuhi permintaan Ronald.
Merekapun berjalan ke arah garasi mobil di mana mereka naik mobil milik Rico yang diberikan untuk Ronald.
"Maaf untuk sementara aku belum bisa membeli mobil yang mewah tapi tenang saja jika uangku terkumpul aku akan membelinya." Ucap Ronald sambil duduk di kursi pengemudi sambil memasang sealt belt.
"Selama bisa digunakan dan merasa nyaman kenapa mesti harus beli mobil yang mahal?" Tanya dokter Kasandra yang tidak pernah mempermasalahkan harga mobil.
Deg
__ADS_1
Jantung Ronald berdetak kencang ketika mendengar ucapan dokter Kasandra yang sangat berbeda dengan mantan kekasihnya yang terlalu banyak menuntut.
'Semoga saja aku dan Kak Ronald tidak bertemu dengan mantanku karena aku sangat malas bertemu dengannya.' Ucap dokter Kasandra dalam hati.