Ranjang Panas Sang CEO 1

Ranjang Panas Sang CEO 1
Penyesalan Sang Mantan Kekasih


__ADS_3

"Valen / Vincent." Ucap Marcel dan Sandra bersamaan sambil membalikkan badannya dan menatap orang tersebut sekilas.


"Aku tidak menyangka mantanku bertemu dengan mantan kekasihku." Ledek Valen.


"Aku juga sama Sayang, mantan kekasihku yang miskin ini akhirnya bisa menemukan pria kaya tapi lebih kaya dariku." Jawab Vincent penuh percaya diri.


"Ya jelaslah." ucap kekasihnya yang bernama Valen dengan rasa bangga.


"Karena itulah aku meninggalkannya karena ternyata dia pria miskin." Sambung Valen yang enggan menyebut nama Marcel dengan wajah merendahkan.


"Walau kekasihku miskin aku tidak perduli asalkan kekasihku setia dan tidak merendahkan aku." Ucap Sandra.


"Maaf Nona." Ucap seorang gadis sambil berjalan ke arah Sandra kemudian menundukkan kepalanya tanda hormat.


Ketika Valen ingin berbicara tiba - tiba datang seorang gadis dan seorang pria memakai pakaian seragam toko sambil membawa satu kotak ukuran besar dan satu kotak ukuran sedang membuat Valen tidak jadi bicara.


"Ada apa Stefanie?" Tanya Sandra.


"Maaf tadi satu kotak ukuran besar dan satu kotak ukuran sedang milik Nona ketinggalan." Jawab gadis tersebut.


"Maaf tadi kami keasyikan mengobrol jadi lupa, tolong masukkan ke dalam bagasi calon suamiku." Ucap Sandra sambil mengarahkan tangannya ke arah Marcel.


"Ini Sayang." Ucap Marcel usil sambil menyerahkan dompet miliknya.


"Aish ... Aku minta kunci mobil agar pegawaiku bisa memasukkan dua kotak itu ke bagasi mobil." Ucap Sandra sambil memberikan dompet milik Marcel.


"Bisakah kalian tidak menghalangi pemandangan mobil milik calon suamiku?" Tanya Sandra.


Serempak Valen dan Vincent membalikkan badannya dan matanya langsung membulat sempurna.


__ADS_1


Selesai Sandra mengatakan hal itu Marcel mengeluarkan kunci mobil kemudian menekan tombol remote mobil hingga mobil tersebut lampunya menyala sebentar tepat di belakang Valen dan Vincent.


"Masukkan saja di bagasi mobil." Ucap Sandra sambil membuka pintu mobil.


"Baik Nona." Jawab ke duanya dengan serempak.


Ke duanya langsung memasukkan barang tersebut di garasi mobil sedangkan Valen berjalan mendekati Marcel.


"I ... Ini mobil milikmu?" Tanya Valen dengan wajah terkejut begitu pula dengan Vincent.


"Seperti yang kamu lihat." Jawab Marcel dengan santai.


"Tapi bagaimana mungkin Kak Marcel bisa memiliki mobil semahal ini?" Tanya Valen tidak percaya.


"Cih ... Paling punya bosnya, mana mungkin orang miskin punya mobil seperti ini." Ucap Vincent dengan nada menghina.


"Betul juga katamu, mana mungkin pria miskin seperti itu punya mobil semewah ini." Sambung Valen.


"Terserah percaya atau tidak karena aku tidak perduli." Jawab Marcel.


"Bagaimana kalau kita pergi ke kantorku sekalian aku perkenalkan sebagai calon istri pemilik perusahaan?" Tanya Marcel.


"Ok." Jawab Sandra singkat sambil masuk ke dalam mobil begitu pula dengan Marcel.


"Tunggu dulu, Kak Marcel sebagai pemilik perusahaan? Memang perusahaan apa?" Tanya Valen penasaran.


"Perusahaan Marcellino Alionso Co-op, sebenarnya milik Daddy tapi karena Daddy ingin menikmati masa tua membuat Daddy memintaku untuk menjadi CEO." Jawab Marcel sambil menutup pintu mobil kemudian menyalakan mobilnya.


Marcel menekan tombol dan otomatis kaca jendela mobil terbuka membuat Sandra menatap ke arah mereka berdua.


"Dadaaaaa ... " Ucap Sandra sambil melambaikan tangannya dan tersenyum meledek.

__ADS_1


'Si*l seharusnya akulah yang duduk di mobil itu dan aku yang akan menjadi Nyonya Marcel.' Ucap Valen dalam hati.


"Semoga Nona kami bahagia dengan Tuan Marcel." ucap ke dua pegawai toko yang bekerja di butik milik Sandra.


"Apa maksudmu?" Tanya Valen dan Vincent bersamaan dengan wajah penasaran.


"Nona Sandra adalah pemilik butik tempat kami bekerja dan tadi Nona Sandra mendesain satu stell pakaian untuk kekasihnya." Jawab salah satu pegawainya.


"Terus yang tadi dua kotak itu isinya apa?" Tanya Vincent sambil menahan amarahnya.


"Dua kotak itu berisi satu stell pakaian dan kaos couple." Jawab pelayan toko tersebut.


'Si*l kenapa Sandra tidak cerita kalau butik itu miliknya?" Tanya Vincent dalam hati.


"Pasti punya butik karena menjual tubuhnya ke pria hidung belang." Ucap Valen yang menghina Sandra.


"Maaf Nona, Nona Sandra adalah anak orang kaya di mana orang tuanya adalah pemilik perusahaan di kota ini." Ucap salah satu pelayan toko sambil menahan amarahnya terhadap Valen karena telah menghina Sandra.


"Pasti Nona dan Tuan kenal dengan perusahaan Kamu Menyesalkan, pemiliknya adalah orang tua Nona Sandra dan sebentar lagi perusahaannya akan diwariskan ke Nona Sandra berikut mansion dan aset berharga lainnya karena Nona Sandra adalah anak satu - satunya." Sambung pegawai satunya.


"Apa?" Tanya mereka bersamaan dengan wajah sangat - sangat terkejut..


Waktu itu Sandra mengatakan kalau dirinya bekerja di butik tersebut sebagai designer bukan sebagai pemilik butik karena itulah ketika Sandra diperkenalkan oleh orang tua Vincent langsung orang tuanya menjodohkan Vincent dengan wanita lain yang lebih kaya yaitu Valen.


Awalnya Vincent menolak tapi karena bujuk rayu orang tuanya akhirnya Vincent terpaksa menerima perjodohan terlebih orang tuanya mengancam akan mencoretnya dari daftar keluarga jika Vincent menikah dengan Sandra.


Vincent tidak menyangka ternyata Sandra anak orang kaya bahkan lebih kaya dari Valen. Penyesalan yang teramat sangat karena telah memutuskan hubungan dengan Sandra.


"Maaf Tuan dan Nona, kami akan kembali bekerja." Ucap pelayan toko satunya kemudian membalikkan badannya meninggalkan mereka berdua.


'Si*l selama kami menjadi pasangan kekasih, Sandra tidak pernah mendesain pakaian dan membuatkan pakaian untukku tapi Sandra mendesain dan membuatkan pria itu pakaian.' Ucap Vincent dalam hati.

__ADS_1


'Bagaimanapun caranya Sandra / Marcel harus jadi milikku.' Ucap Vincent dan Valen bersamaan.


Penyesalan sang mantan kekasih itu yang di alami oleh Vincent dan Valen karena ternyata orang yang selama ini dikiranya miskin ternyata kaya.


__ADS_2