
Deg
Deg
Jantung Ronald berdetak kencang, ucapan Ayahnya dokter Kasandra sama seperti ucapan mantan kekasihnya membuat Ronald terdiam beberapa saat hingga lima menit kemudian Ronald mengatakan ...
"Jujur aku sangat bahagia sekali ketika orang tua Kasandra memintaku untuk memanggil sebutan Mommy dan Daddy karena aku bisa di terima di keluarga ini. Hal itu membuatku tidak sabar untuk segera menikah dengan gadis yang aku cintai dengan setulus hati yaitu Kasandra, putri Daddy dan Mommy." Ucap Ronald.
"Tapi jika aku di suruh memilih, jujur aku lebih memilih untuk setia dengan Tuan Muda Rico karena berkat Tuan Muda Rico, aku bisa melanjutkan sekolah dan kuliah hingga aku bisa lulus kuliah. Sampai kapanpun aku tidak bisa melupakan kebaikannya jadi mana mungkin aku tega mengkhianatinya." Sambung Ronald.
"Aku bukannya tidak mencintai Kasandra tapi jujur aku bukan tipe orang yang seperti kacang lupa dengan kulitnya. Jika pada akhirnya aku dan Kasandra memang ditakdirkan tidak bersama maka aku berjanji untuk menutup hatiku untuk gadis lain karena aku sangat tulus mencintai Kasandra." Sambung Ronald dengan suara tercekat.
Entah kenapa ketika mengatakan hal itu hatinya sangat terluka namun dirinya harus kuat.
"Sekarang pertanyaan ke dua, jika seandainya kamu menikah dengan putriku namun seiringnya berjalan waktu kamu merasa bosan dalam menikah, mana yang kamu pilih tetap setia dengan putriku atau mencari gadis lain untuk menjadi pendampingmu?" Tanya Ayahnya dokter Kasandra.
__ADS_1
"Jika aku menikah dengan Kasandra aku akan selalu setia sampai kapanpun dan tidak ada niat untuk mencari gadis lain. Jika seandainya kami merasa bosan maka aku mencari cara agar cinta kami tidak hilang dengan melakukan apapun yang membuat hubungan kami tidak terasa hambar." Jawab Ronald tanpa banyak berpikir.
"Pertanyaan ke tiga dan sekaligus pertanyaan terakhir. Jika seandainya kamu menikah dengan putriku dan tiba-tiba ada gadis yang sangat seksi dan cantik menyukaimu sedangkan istrimu gendut dan jelek. Gadis itu menyuruhmu untuk mengkhianatimu untuk menguasai harta istrimu. Apakah kamu mau melakukan apa yang dimintanya atau tetap setia dengan istrimu?" Tanya Ayahnya dokter Kasandra sambil masih memandangi Ronald untuk melihat kejujuran Ronald.
"Kalau seandainya istriku gendut dan jelek aku akan berusaha untuk bekerja lebih keras lagi." Jawab Ronald.
"Kenapa bekerja lebih keras?" Tanya Ayahnya dokter Kasandra dengan wajah bingung.
"Karena jika uangnya cukup maka aku meminta istriku untuk pergi ke salon untuk melakukan perawatan tubuh dan wajah tapi jika seandainya tetap seperti itu aku akan tetap menerimanya. Awal Aku menyukai Kasandra karena Kasandra sangat baik dan tidak sombong bukan karena hal yang lain." Jawab Ronald.
Prok Prok
"Kenapa Tuan bertepuk tangan?" Tanya Ronald.
"Kok Tuan? Panggil Daddy." Pinta Ayahnya dokter Kasandra tanpa menjawab pertanyaan Ronald.
__ADS_1
"Maaf Daddy." Ucap Ronald.
"Daddy tepuk tangan karena Daddy sangat bahagia mendengar ucapanmu. Daddy semakin yakin menyerahkan putri kesayangan kami ke pria yang tepat." Jawab Ayahnya dokter Kasandra.
"Daddy, menyetujui hubungan kami? Lalu tadi memintaku untuk membuat pilihan, maksudnya?" Tanya Ronald dengan wajah bingung.
"Daddy, sengaja menjebak mu apakah kamu pria setia dengan tidak membocorkan rahasia perusahaan kantor atau tidak dan ternyata tidak. Pilihan Kasandra untuk menerimamu sebagai suaminya sudah tepat dan kami sebagai orang tua tentu saja merestui kalian berdua, benarkan Mom?" Tanya Suaminya yang melihat sejak tadi istri dan dokter Kasandra bersembunyi di balik tembok.
"Mommy, Kasandra." Panggil Ayahnya Kasandra yang melihat mereka tidak keluar dari persembunyiannya.
Ronald memalingkan wajahnya dan melihat dokter Kasandra dan Ibunya keluar dari persembunyian sambil senyum Pepsodent.
"Hehehe... Kok Daddy tahu kalau kami bersembunyi?" Tanya dokter Kasandra.
"Tahu dong." Jawab Ayahnya.
__ADS_1
"Oh ya, bisakah kamu keluar dari pekerjaanmu setelah kamu menikah dengan putriku?" Tanya Ayahnya dokter Kasandra tiba - tiba.
"Memang kenapa Dad?" Tanya dokter Kasandra dan Ronald bersamaan dengan wajah terkejut.