
"Tentu saja benar, apa yang kamu minta?" Tanya Ronald.
'Meminta semua hartaku, pasti aku akan memberikan semuanya.' Ucap Ronald dalam hati.
"Aku hanya minta jangan lukai Aku dan apapun yang terjadi Kak Ronald harus percaya padaku kalau Aku mencintai Kak Ronald." Ucap dokter Kasandra.
"Apakah ada yang lain?" Tanya Ronald.
"Tidak ada hanya itu?" Jawab dokter Kasandra.
"Biasanya wanita meminta perhiasan, mobil atau sesuatu yang berharga?" Tanya Ronald.
"Kalau itu Aku minta sesuatu yang sangat berharga." Ucap dokter Kasandra.
"Boleh, apa itu?" Tanya Ronald penasaran.
"Nanti setelah kita menikah akan aku katakan." Jawab dokter Kasandra.
"Kenapa tidak sekarang?" Tanya Ronald.
"Tidak nanti saja akan Aku beritahukan, sekarang aku sangat lapar ingin makan sesuatu tapi bukan bubur." Ucap dokter Kasandra sambil melirik ke arah atas meja dekat ranjang di mana ada mangkok yang berisi bubur
"Kamu mau makan apa?" Tanya Ronald dengan nada lembut.
"Apa saja, asal jangan bubur." Jawab dokter Kasandra.
"Kalau begitu, Aku mau ambil rumput." Ucap Ronald usil.
"Rumput, buat apa?" Tanya dokter Kasandra curiga.
"Bukannya tadi kamu bilang apa saja suka jadi aku ingin ambil rumput." Jawab Ronald.
Bugh
"Memangnya aku domba?" Tanya dokter Kasandra sambil memukul bahu Ronald dan menggembungkan ke dua pipinya.
"Pffttttttt..." Tawa Ronald.
__ADS_1
Dokter Kasandra ikut tertawa bersamaan dirinya meringis karena ada jahitan bekas luka tembak.
"Ada apa?" Tanya Ronald dengan wajah kuatir.
"Bekas jahitan yang tadi terkena luka tembak agak perih." Jawab dokter Kasandra.
"Maaf ya, gara - gara kami datang terlambat membuatmu dan yang lainnya terluka." Ucap Ronald merasa bersalah.
"Tidak apa-apa Kak, malah Aku dan yang lainnya sangat bersyukur karena sampai saat ini kami masih hidup" Jawab dokter Kasandra.
"Seandainya saja Kak Ronald dan yang lain nya tidak datang mungkin saat ini kita tidak bertemu lagi." Sambung dokter Kasandra.
"Sstttttt... Jangan bicara seperti itu karena Kakak tidak suka." Ucap Ronald.
Krucuk
Krucuk
"Pffttttttt." Tawa Ronald.
Ketika dokter Kasandra ingin bicara tiba-tiba perutnya bernyanyi kencang membuat Ronald tertawa lepas.
Cup
"Habis kamu gemesin, baik Kakak akan belikan makanan dulu." Ucap Ronald kemudian mencium kening dokter Kasandra dengan lembut.
"Ok, Aku tunggu." Jawab dokter Kasandra.
"Ok, hubungi Kakak jika ada apa-apa." Ucap Ronald.
"Ok." Jawab dokter Kasandra singkat.
Ronald mengusap rambut dokter Kasandra dengan lembut kemudian Ronald pergi meninggalkan ruang perawatan.
Ronald sangat terkejut melihat Daddy Raka menarik tangan Ririn untuk di bawa keluar dari ruang perawatan di mana Karen terluka terkena luka tembak sama seperti dokter Kasandra
"Ririn." panggil Ronald dengan wajah terkejut.
__ADS_1
"Apa yang terjadi?" Tanya Ronald.
"Wanita yang tidak punya malu ini hampir saja membuat nyawa menantu kesayanganku meninggal." ucap Daddy Raka sambil memberikan kode ke arah salah satu anak buahnya.
Tanpa menjawab Ronald mengarahkan tangannya ke arah leher Ririn kemudian mencekiknya.
"Dasar wanita tidak tahu malu, sudah tahu Tuan Rico sudah menikah tapi kamu malah ingin mencelakai istri nya." Maki Ronald.
"Bukan itu saja kamu telah membuat orang-orang yang aku sayangi nyaris celaka." Sambung Ronald.
Ririn berusaha memukul lengan Ronald dengan tangan kirinya karena tangan kanannya dipegang oleh Daddy Raka namun pukulan itu tidak terasa untuk Ronald.
Wajah Ririn mulai memutih karena kekurangan pasakon oksigen membuat Ronald melepaskan cekikannya.
"Uhuk Uhuk Uhuk Uhuk ..."
Ririn terbatuk-batuk kemudian mengambil nafas dan mengeluarkan dengan cepat hingga tiba-tiba terdengar suara seorang pria yang menatap Ririn dengan wajah penuh kebencian
"Gara-gara ulah dirimu membuat istriku, Kak Karen dan yang lainnya terluka." Ucap pria tersebut sambil mengangkat tangannya ke atas.
Plak
Plak
"Adrian." Panggil Daddy Raka yang terkejut dengan apa yang dilakukan oleh dokter Adrian.
Ya pria itu adalah dokter Adrian, ketika dirinya ingin pergi ke kantin untuk membeli kopi karena saat ini istrinya sedang tidur Dokter Adrian menampar pipi kanan dan kiri hingga ke dua pipinya langsung bengkak karena tadi sempat di tampar oleh Mommy Karen.
"Daddy akan membawanya ke markas, Adrian temani istrimu dan juga kamu Ronald temani kekasihmu Kasandra kita tidak tahu siapa musuh kita." Ucap Daddy Raka.
"Baik Dad." Jawab dokter Adrian dan Ronald bersamaan.
Salah satu bodyguard milik Daddy Raka menarik tangan Ririn membuat Daddy Raka melepaskan tangannya. Daddy Raka dan bodyguard tersebut membawa Ririn ke parkiran mobil di mana sebagian bodyguard berjaga di parkiran mobil.
"Bagaimana kalau kita bagi tugas?" Tanya dokter Adrian memberikan usulan.
"Maksudnya?" Tanya Ronald.
__ADS_1
"Aku yang berdiri di depan pintu untuk mengawasi siapa saja yang masuk ke ruangan istriku dan juga ruangan kekasih mu sedangkan Kamu pergi ke kantin sekalian aku titip kopi hitam." Jawab dokter Adrian.
"Kalau misalnya ada yang datang bersamaan dan orang itu ternyata penjahat, bagaimana?" Tanya Ronald.