Rasa Yang Sama, Di Orang Yang Beda

Rasa Yang Sama, Di Orang Yang Beda
Amarah Ibu Ishaq


__ADS_3

Ibu Ishaq masih cukup kesal pada seorang Ishaq. Pasalnya Ishaq selama ini kerap menyembunyikan setiap kartu undangan yang datang ke rumah mereka. Dengan alasan yang tidak jelas, tentu ibu Ishaq merasa apa yang di lakukan oleh Ishaq sangat tidak baik. Ibu Ishaq pun begitu marah besar pada Ishaq.


Kepulangan Ishaq dari kantor di sore ini, tidak mendapatkan sambutan positif dari ibunya. Dia tidak menyambut Ishaq seperti biasanya. Bahkan ketika Ishaq ingin menyalami tangan kanan ibunya. Ibu Ishaq yang bernama Santi, menolak untuk berjabat tangan dengan Ishaq. Sehingga Ishaq semakin heran dengan sikap ibunya tersebut.

__ADS_1


Ishaq mengejar ibunya yang berusaha menjauh dari Ishaq. Dia menanyakan apa yang membuat ibunya terlihat begitu marah pada Ishaq. Sehingga ibunya tersebut terlihat tidak senang dengan kedatangan dari Ishaq. Tidak seperti biasanya, dimana ibunya menyambut dengan baik kedatangan dari seorang Ishaq. Tapi berbeda dengan hari ini, dimana ibunya justru menghindar dari seorang Ishaq. Itu yang membuat Ishaq terlihat begitu tidak nyaman.


Awalnya Sabtu tetap tidak mau mengatakan perubahan sikapnya tersebut. Dia merasa tidak ada yang harus dibicarakan lagi, sebab Santi sudah cukup di buat kecewa oleh seorang Ishaq. Santi pun berharap Ishaq akan menyadari sendiri kesalahannya. Kesalahan yang membuat Santi begitu marah pada dirinya.

__ADS_1


Namun Ishaq yang tak kunjung sadar akan kesalahannya, akhirnya harus di beritahu oleh Santi. Santi pun mengatakan jika dirinya marah, sebab Ishaq telah melakukan hal yang tidak seharusnya di lakukan oleh Ishaq. Ishaq menahan setiap undangan yang datang ke rumah. Padahal undangan pernikahan itu penting bagi Santi untuk tetap menjalin hubungan dengan sanak keluarganya. Begitu juga dengan teman-teman Santi yang telah mengabarkan akan pernikahan anak-anak mereka.


Mendengar pemaparan dari Ishaq, Santi semakin di buat bersedih. Dia merasa apa yang telah di lakukan oleh Ishaq tidak baik. Dia sengaja menahan semua kartu undangan itu untuk membuat Santi tidak mendapatkan kabar pernikahan dari teman-temannya. Begitu juga dengan sanak Keluarganya. Sebab Ishaq yang belum menikah juga. Tapi menurut Santi, seharusnya Ishaq tidak melakukan itu. Sebab memang sudah seharusnya Ishaq menikah, mencari seorang perempuan yang bisa segera di nikahi oleh dirinya. Bukan selamanya menunggu seseorang yang tidak pasti.

__ADS_1


Santi khawatir tidak akan bisa melihat pernikahan Ishaq di suatu hari nanti. Apalagi Santi yang sudah semakin tua, renta dan mulai tidak berdaya. Khawatir tidak akan bisa melihat seorang cucu. Padahal Santi berharap Ishaq akan segera menikah, memiliki seorang anak yang lucu. Itu yang di harapkan oleh Santi pada seorang Ishaq. Tapi kenyataannya Ishaq tidak bisa melakukan semua itu. Ishaq lebih memilih untuk bertahan dengan seorang Karin yang tak kunjung sembuh dari komanya. Entah sampai kapan Ishaq akan menunggu Karin sembuh dari komanya tersebut. Mengingat tidak ada tanda-tanda Karin yang akan sembuh dari komanya.


Ishaq pun terkadang merasa bersalah pada Santi. Dia merasa apa yang telah di pilih oleh dirinya adalah sebuah keegoisan semata. Dia tetap yakin akan Karin yang bisa sembuh dari komanya. Padahal Karin tak kunjung menunjukkan tanda-tanda kesembuhan.

__ADS_1


__ADS_2