
Sandra begitu menikmati es krim coklat yang baru saja di beli oleh dirinya. Di tengah panasnya udara di siang hari ini. Sandra sangat menikmati setiap tetesan es krim yang masuk ke dalam mulutnya. Dia begitu menyukai es krim rasa coklat tersebut.
Melihat bangku di depan mini market itu kosong. Sandra memilih untuk duduk sejenak. Melihat lalu lalang mobil yang melintas di jalanan kota. Ini cukup menyenangkan bagi seorang Sandra. Dia bisa melihat bagaimana mobil-mobil melaju dengan begitu cepatnya di jalanan kota Amsterdam. Hal biasa, namun begitu di nikmati oleh seorang Sandra.
Satu persatu mobil itu di lihat oleh Sandra dengan begitu jelasnya. Sampai satu mobil yang membuat Sandra begitu penasaran. Mobil tersebut adalah mobil yang di sewa oleh seorang Ishaq. Mobil yang sama di gunakan oleh Ishaq ketika pergi bersama dengan seorang Sandra.
Sandra yang terkejut dengan mobil tersebut. Langsung melihat dengan seksama mobil tersebut. Dia sangat ingin tahu penghuni dari mobil tersebut. Ada dua orang yang ada di dalam mobil itu. Jika pria yang mengendarai mobil itu adalah Ishaq. Lantas sosok perempuan yang ada di mobil tersebut?
__ADS_1
Sandra mengeluarkan handphone miliknya dari saku jeans. Dia langsung mencoba menghubungi seorang Ishaq. Mungkin Ishaq bisa menjelaskan perempuan yang berada di samping dirinya tersebut. Apa mungkin perempuan itu yang telah membuat seorang Ishaq terus tersenyum di hari-hari kemarin. Ini tentu jadi pertanyaan yang cukup besar bagi seorang Sandra.
Panggilan pertama yang di lakukan oleh Sandra, di tolak mentah-mentah oleh seorang Ishaq. Sementara di panggilan kedua, Ishaq sepertinya sengaja tidak mengangkat panggilan telepon dari Sandra tersebut. Namun di panggilan ketiga, atas perintah dari seorang Carla. Akhirnya Ishaq mengangkat panggilan telepon dari seorang Sandra.
"Kamu lagi di mana, dan kami lagi sama siapa. Aku mohon kamu tidak berbohong lagi di kali ini." ujar Sandra dengan nada marahnya.
Ishaq sempat terdiam. Kemudian dia menarik napas secara perlahan. Ini yang mungkin bisa membuat seorang Ishaq lebih tenang lagi. Tidak ada yang harus di khawatirkan oleh seorang Ishaq. Semuanya akan baik-baik saja. Dia tidak akan mengalami kesulitan yang cukup berarti dalam menghadapi Sandra. Sehingga Ishaq berusaha setenang mungkin.
__ADS_1
"Kamu pulang bareng perempuankan? Ayo ngaku!" tanya Sandra dengan tegasnya.
Ishaq menoreh ke arah Carla yang mulai asyik dengan handphone-nya sendiri. Jujur mungkin lebih baik, daripada harus berbohong.
"Iya, aku bareng perempuan. Memang ada?"
"Kamu memang buaya yah. Tidak bisa lepas sedikit dari aku. Aku langsung cari gandengan baru. Aku bilang ke Mama kamu sekarang juga."
__ADS_1
"Bilang saja. Memang kamu siapa aku. Kita tidak ada hubungan apa-apa Sandra. Jadi stop untuk terus mengatur hidup aku. Mending kamu urus saja hidup kamu sendiri. Jangan pernah urus hidup aku. Paham!"
Ishaq mematikan panggilan telepon dari Sandra. Lalu dia langsung mematikan handphone-nya. Sehingga Sandra mungkin tidak akan menghubungi dirinya lagi. Ini merupakan cara terbaik bagi Ishaq untuk tidak di telepon oleh Sandra kembali. Dia benar-benar merasa apa yang Sandra lakukan adalah bagian dari perusakan privasi dari seorang Ishaq. Sandra terus berusaha menghubungi seorang Ishaq. Padahal Ishaq bukan siapa-siapa Sandra. Itu yang buat Ishaq kurang nyaman..