Rasa Yang Sama, Di Orang Yang Beda

Rasa Yang Sama, Di Orang Yang Beda
Tiba Di Belanda ll


__ADS_3

Jika Ishaq dan Sandra datang ke sebuah restoran cepat saji. Lain halnya dengan Carla yang lebih memilih untuk menepi di salah satu waralaba kopi kelas atas. Mungkin semua orang sudah tahu, Carla datang ke kafe apa. Sebab kafe itu cukup banyak membuka cabang di seluruh dunia, termasuk Indonesia.


Tak hanya memesan kopi saja, Carla juga memesan beberapa potong roti untuk mengganjal perutnya. Mungkin dengan roti itu Carla bisa melakukan perjalanan menuju rumah neneknya dengan baik. Tidak akan di ganggu oleh rasa lapar sama sekali. Sebab Carla sudah memakan beberapa potong roti untuk menahan rasa lapar tersebut.


Carla begitu menikmati suasana kafe yang tidak terlalu ramai tersebut. Dia melihat lalu lalang banyak orang yang melintas dengan beragam ekspresi di depan kafe. Mulai dari ekspresi wajah yang begitu lelah, hingga ekspresi wajah penuh semangat ketika berada di bandara. Semuanya bisa Carla rasakan dengan begitu mudahnya di balik cermin transparan yang ada di kafe tersebut.


Di tengah-tengah hangatnya meminum kopi yang di pesan oleh dirinya tersebut. Carla kembali teringat akan sosok Firman yang telah menyakiti dirinya. Tak hanya Firman saja, dia juga mulai kembali mengingat sosok Agatha yang tentunya telah bermain api di belakang dirinya. Rasanya Carla tidak menyangka sahabat dan mantan pacarnya itu akan membuat luka yang teramat perih bagi seorang Carla. Hingga Carla kembali meneteskan air mata saat dia mengingat kejadian tersebut.

__ADS_1


Carla yang tak kunjung mengusap air matanya. Menarik perhatian seorang pengunjung lainnya untuk mengusap air mata dari seorang Carla tersebut. Dia pun menghampiri meja tempat Carla menyeruput kopi miliknya. Kemudian pengunjung pria itu langsung menyodorkan selembar tisu pada Carla.


Carla menatap wajah pria tersebut. Wajah pria itu seperti tidak asing bagi seorang Carla, sehingga Carla pun berusaha mengingat wajah dari pria yang memberikan dirinya tisu itu.


Tak lama, Carla pun akhirnya mengingat sosok pria yang memberikan dirinya tisu tersebut. Dia adalah Robben, sepupu dari Carla. Robben juga ingat pada sosok Carla, setelah dia mendengar suara Carla yang terdengar begitu khas.


Robben pun langsung memeluk Carla dengan begitu eratnya. Dia mengatakan begitu merindukan Carla yang sudah lama tidak datang ke Belanda. Hingga Robben berusaha meyakinkan Carla akan sosok Robben yang masih sama tersebut.

__ADS_1


Lantas jika Robben sudah lama tidak minum kopi, untuk apa Robben datang ke kafe ini. Di mana di kafe ini menjual beragam minuman kopi dengan berbagai rasa. Ini menjadi pertanyaan yang tentunya harus di jawab oleh seorang Robben.


Ternyata Robben datang ke kafe itu hanya untuk menemui temannya. Dia memiliki masalah yang cukup pelik di perusahaan yang di pimpin olehnya. Dia kehilangan seorang pembawa acara yang selama ini bekerja dengan baik di salah satu program yang di buat oleh dirinya. Hingga Robben harus mencari sosok pengganti yang sepadan untuk menggantikan pembawa acara yang telah hengkang tersebut.


Mendengar cerita Robben yang terdengar begitu sedih, Carla pun berniat membantu seorang Robben. Mungkin Carla bisa menjadi salah seorang kandidat pembawa acara yang bisa di pilih Robben. Dia adalah seorang pembawa acara yang cukup terkenal, sehingga tidak akan sulit bagi Carla untuk membawakan acara yang di buat oleh Robben.


Robben terlihat begitu bahagia saat Carla mengatakan dia siap untuk menjadi salah satu pembawa acara di program yang di pandu oleh di produseri langsung oleh Robben tersebut. Mungkin Carla dan Robben bisa sama-sama memulai sebuah pekerjaan yang akan membuat semuanya menjadi lebih baik lagi. Ini akan menjadi sebuah pengalaman yang cukup bai bagi Carla dan Robben yang akan bekerja sama dalam sebuah program televisi.

__ADS_1


Robben pun menjanjikan bonus yang cukup besar pada seorang Carla. Dia siap memberikan Carla uang yang cukup untuk apa yang di berikan pada Robben. Uang yang akan membuat Carla menjadi lebih baik lagi secara finansial.


Namun Carla mengatakan jika dirinya tidak begitu memperdulikan perihal bayaran. Dia hanya ingin menunjukkan bagaimana dirinya siap membantu sepupunya itu dalam mengembalikan acaranya menjadi semenarik mungkin. Sehingga dia bisa kembali mendapatkan banyak uang dari program yang di buatnya tersebut. Dengan pengalaman seorang Carla yang begitu banyak, bukan tidak mungkin program itu akan kembali menjadi salah satu program yang unggul. Apalagi Carla memiliki kemampuan bahasa Belanda yang cukup baik. Sehingga itu akan semakin membantu bagi seorang Robben.


__ADS_2